Calendars

Jurnal ilmiah PENGARUH DOSEN PERFEKSIONIS TERHADAP MOTIVASI SEMANGAT BELAJAR DAN TINGKAH LAKU MAHASISWA

Description
Jurnal ilmiah PENGARUH DOSEN PERFEKSIONIS TERHADAP MOTIVASI SEMANGAT BELAJAR DAN TINGKAH LAKU MAHASISWA
Categories
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  PENGARUH DOSEN PERFEKSIONIS TERHADAP MOTIVASI SEMANGAT BELAJAR DAN TINGKAH LAKU MAHASISWA Oleh: Faizal Bahri Hayat, Moch. Alvin Firmansyah, Moh. As’ad Muzaqi , Arief Nurrahman, Tri Leksono, Agung Putra, Eko Prasetyo Nugroho, Ilham Kurniawan Akbar, Esyad Imanuddin, Danang Setiawan, Moh. Andi Rosyadi, Agus Santoso, Rizal Fajar Subkhi Abstraksi  Pengaruh adalah suatu hal yang dapat merubah karakteristik,  prilaku, watak dan pola fikir seseorang. Pengaruh dosen perfeksionis terhadap motivasi belajar dan tingkah laku mahasiswa terbagi menjadi 2 antara lain sisi positif dan sisi negatif, sisi positifnya dapat membuat mahasiswa termotivasi dan menjadi lebih disiplin,  sedangkan sisi negatifnya bagi mahasiswa yang belum terbiasa dengan dosen perfeksionis mereka akan merasa tertekan. Dalam hal ini kesalahan tidak bisa dilimpahkan ke pada satu sisi saja, akan tetapi keduanya harus instropeksi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dan peran dosen penting untuk membangun motivasi belajar dan tingkah laku mahasiswa didiknya. Dalam hal ini kita menggunakan angket sebagai bahan penelitian. Kata kunci: Sosial, pendidikan, perngaruh antar individu, masalah belajar dan bimbingan. Latar Belakang Pembangunan sektor pendidikan tidak pernah akan mencapai tujuan akhir yang sempurna dan final. Hal ini disebabkan konteks dan cara berpikir  belajar di Indonesia sering menjadi  penyebab naik turunnya kualitas  pendidikan di Indonesia. Selain itu kurikulum pendidikan di Indonesia yang selalu dinamis dan berubah-ubah serta tidak konstan, sering menjadi salah satu dampak terpuruknya pendidikan di Indonesia. Pengembangan dan perubahan pada sektor pendidikan sepertinya tidak bisa terlepas dari pengaruh sosial budaya. Dalam kaitan ini terjadi hubungan timbal  balik yaitu : perubahan sosial budaya yang mempengaruhi pendidikan dan pendidikan mempengaruhi sosial budaya. Salah satu contoh hubungan timbal balik tersebuut disuatu lingkungan perkuliahan atau Perguruan Tinggi adalah hubungan antara dosen pengajar dan mahasiswa. Terkait dengan hubungan dosen dan mahasiswa tersebut yang seringkali menjadi problem adalah bagaimana sifat dan tingkah laku dosen yang seringkali  bertindak abnormal   untuk memberikan  batasan yang lebih tinggi kepada para mahasiswanya. Namun bagi mahasiswa yang awam  dan terutama para mahasiswa  baru seringkali merasakan suatu  shock therapy  yang kadang ada yang berdampak  positif dan juga ada yang berdampak negative. Dampak positifnya seringkali  beberapa mahasiswa yang berpikir positif menilai perbuatan dosen ini merupakan suatu dorongan atau motivasi agar lebih giat belajar. Namun dampak negatifnya adalah ketika beberapa mahasiswa yang  berpikir negatif dan menganggap  perbuatan dosen tersebut merupakan suatu tindakan abnormal akan mempengaruhi tingkah laku mahasiswa untuk semakin  berani menentang pendapat dosen dengan alasan yang berlandas pada ketidak sukaan mahasiswa terhadap dosen tersebut.  Metode Penelitian Dalam penelitian, teknik  pengumpulan data merupakan faktor  penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data  primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder). Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan  penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya. Kami disini menggunakan metode angket atau kuisioner karena kami ingin mengetahui bagaimana jawaban dari narasumber yang banyak. Jika menggunakan metode wawancara di  butuhkan waktu yang lama dan kurang efisien. Penjenisan penelitian kami dengan menggunakan pendekatan dan data yang kami kumpulan yaitu menggunakan  penelitian kualitatif. Disini kami menganalisis data menggunakan statistik atau angka untuk memperoleh data akurat dari sampel narasumber. Dari banyaknya narasumber tersebut kami mendapatkan  jawaban yang berbeda-beda, kami mengelompokkan jawaban berdasarkan kriteria jawaban dan membuat diagram  presentase untuk mengetahui berapa  banyak jawaban yang memenuhi kriteria atau tidak. Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat  pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan  penampilan fisik. Prinsip Penulisan angket menyangkut  beberapa faktor antara lain :    Isi dan tujuan pertanyaan artinya  jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.    Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti  bahasa Inggris, dsb.    Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika  pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan. Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada  pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:    Pengamatan digunakan untuk  penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.    Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.    Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan  proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.  Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai  beberapa keuntungan antara lain : Pertama. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut  berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dan tidak menggantungkan data dari ingatan seseorang. Kedua. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau  berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas,  pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan. Deskripsi Hasil Penelitian (Angket)  Dari hasil angket yang didapatkan dari 101 responden mahasiswa yang dilakukan di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jember Program studi Teknik Komputer angkatan 2014 didapatkan: 1.   Total 23 mahasiswa di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jember Program studi Teknik Komputer angkatan 2014 memberikan penilaian  positif terhadadap dosen  perfeksionis. 2.   Total 63 mahasiswa di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jember Program studi Teknik Komputer angkatan 2014 memberikan penilaian negatif terhadadap dosen  perfeksionis. 3.   Total 5 mahasiswa di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jember Program studi Teknik Komputer angkatan 2014 tidak mengisi angket. Serta kami melampirkan alasan dan saran dari responden yang ada pada angket yang kelompok kami lakukan. 010203040506070Positif Negatif Golput Hasil Angket Penilaian Mahasiswa terhadap Dosen Perfeksionis Jumlah suara  Alasan & saran penilaian negatif mahasiswa terhadap dosen perfeksionis: 1.   “   Karena sebagian dari mereka (mahasiswa) akan tertekan dan tidak mungkin dapat berkonsentrasi penuh terhadap pelajaran tersebut. Saran saya  sebaiknya lebih sabar dan  jangan terlalu serius dalam mengajar. ”  2.   “   Karena tidak bisa melakukan pendekatan terhadap dosen, bosen. ”   Alasan & saran penilaian positif mahasiswa terhadap dosen perfeksionis: 1.   “   Karena dalam hal ini dosen memberikan kita  pelajaran akan kedisiplinan. Dan ketika disiplin maka kita akan mudah dalam meraih kesuksesan. ”   2.   “   Karena dosen yang demikian memiliki sisi kebaikan tersendiri yang dapat memotivasi bahkan menginspirasi mahasiswa. ”   Kajian Teori Perfeksionis (Perfeksionisme) Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi atau mencapai kondisi terbaik pada aspek ataupun non-materi. Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan  perfeksionisme. Perfeksionisme dapat menyebabkan seseorang memiliki  perhatian berlebih terhadap detail suatu hal kecil, sensitif terhadap kritik, memiliki ego yang tinggi. Hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan dalam hal apapun. Orang yang potensial namun  perfeksionis akan terhambat kemampuannya. Hasrat menciptakan   konten terbaik adalah hal yang perlu, namun seorang  perfeksionis akan menemukan  banyak rintangan yang sama sekali tidak perlu. Sisi positif sifat  perfeksionisme: 1.   Termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, 2.   Termotivasi untuk memperbaiki diri sendiri dan orang lain, 3.   Memperhatikan segala sesuatu secara mendetail, 4.   Tidak mudah menyerah, meski harus menanggung beban yang berat. Sisi negatif sifat  perfeksionisme: 1.   Menuntut orang lain seperti dirinya, sehingga cenderung mencari-cari kesalahan orang lain, 2.   Over sensitif terhadap  berbagai kesalahan, 3.   Sering kali beranggapan  bahwa banyak orang tidak tahu apa yang harus diperbuat, sehingga menuntut setiap orang berbuat seperti dirinya. Watak   adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap  pikiran dan tingkah laku. Watak atau karakter merupakan diri kita yang sesungguhnya merupakan hasil olah tempramen, yang sudah dipengaruhi oleh lingkungan  pendidikan, agama, budaya,  kebiasaan-kebiasaan serta tekanan dan tantangan hidup yang kita lalui. Watak seseorang dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu 1.   Berjiwa sebagai  pemimpin (koleris yang kuat) 2.   Berjiwa perfeksionist, dan suka menganalisa (melankolis yang sempurna) 3.   Berjiwa damai, tidak suka konflik (phlegmatis yang damai) 4.   Ada yang suka  berbicara, bersikap kekanak-kanakan (sanguinis yang  popular) Prilaku  Adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Prilaku berkaitan dengan etika, ada  beberapa etika pada manusia, 1.   Etika deskriptif yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup inisebagai sesuatu yang bernilai 2.   Etika normatif yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini. Sebagai sesuatu yang  bernilai Pola pikir  adalah cara yang digunakan untuk memikirkan sesuatu; yakni cara mengeluarkan keputusan hukum tentang sesuatu,  berdasarkan kaidah tertentu yang diimani dan diyakini seseorang. Untuk membentuk pola pikir yang  berkembang di lingkungan kita, kita harus memberi pengaruh bagi orang lain karena sebagian besar  pola pikir terbentuk dari lingkungan. Pola fikir positif adalah cara  berfikir seseorang untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, missal aku  punya ketrampilan / kemampuan yang hebat maukah kau bekerja sama denganku.Pola fikir negatif adalah cara berfikir yang tidak  baik, missal kita terlahir dari seseorang yang hidupnya kekurangan dan kita selalu menyalahkan keadaan. Itu semua terjadi karna kita tidak mau mencoba untuk menjadi lebih baik. Karakter  adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli  psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika  pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu. Dilihat dari sudut  pengertian.karakter didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam  pikiran, dan dengan kata lain,
Search
Similar documents
View more...
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x