Fan Fiction

JURNAL RETONIKA DAN DAKWAH ISLAM

Description
ABSTRAK Pada jurnal ini dalam retonika dakwah berdampingan dengan pberkembangnya dakwah Islam karena Islam ialah dakwah. Aktifitas yang dilakukan pada dakwah sendiri sudah ada sejak adanya Islam di kehidupan manusia karena Islam adalah agama dakwah,
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  JURNAL RETONIKA DAN DAKWAH ISLAM Nurul Aini Email: ainiqr388@gmail.com  ABSTRAK Pada jurnal ini dalam retonika dakwah berdampingan dengan pberkembangnya dakwah Islam karena Islam ialah dakwah. Aktifitas yang dilakukan pada dakwah sendiri sudah ada sejak adanya Islam di kehidupan manusia karena Islam adalah agama dakwah, yang merupakan agama yang memberikan  persetujuan untuk membenarkan dan memberi kepercayaan apa yang difirmankan kepada Alah SWT. Dan juga membenarkan dan memohon permintaan yang diminta nabi-nabi Allah, juga mendukung dan saling mengingatkan kepada sesame manusia dan juga saling menolongnya. Penulis mengambil judul ini supaya dalam sesame agama tidak harus selalu menjatuhkan bahkan melukai. Dalam retotika dakwah ini mejelaskan tentang berbicara sesuai kaidah-kaidah Islam seperti sopan, saling menghargai, dan menyayangi. bukan untuk melukai melakukan kekerasan atau bahkan pembunuhan. Dalam jurnal Retonika Dakwah Dan Dakwah Islam ini penulis menjelaskan pngertian dari retonika dakwah dan dakah Islam serta metode yang telah digunakan dalam retonika dakwah. Kata kunci: Retonika, dakwah, Islam, Metode. A.   PENDAHULUAN Dalam aktifitas dakwah sendiri sudah sejak lama berdiri dan berkembang dengan adanya islam karena Islam merupakan agama dakwah. Yaitu agama yang dapat menasehati membenarkan juga memberikan kepahaman kepada semuanya sebagaimana yang elum diketahui. Allah mengutus para Nabi untuk menjadi penceramah untuk menyampaikannya kepada umat muslim semuannya supaya mereka patuh dan takut kepada Allah SWT. Allah SWT  membekalinya dengan ilmu yang tak pernah putus dari aktifitas dakwahnya yang disebut retonika. Agama Islam merupakan agama yang tanpa paksaan. Retonika merupakan praktis dan seni yang dimiliki hanya dengan orang orang tertentu saja yang memiliki nya. Oleh karena itu sebelum melaksanakan dari tempat ke tempat, para Nabi sebelumnya berdialog dengan yang memiliki pengetahuan retonika orator ang terbaik yaitu Allah SWT. B.   METODE PENELITIAN Penulis mengambil metode penelitian kualititatif dalam metode penelitian ini. Menurut Denzin dan Lincoln 1994, Pada penelitian kualitatif ini yang digunakan latar ilmiah dengamaksud unuk menemukan fenomena yang menggnakan metode yang ada. Jadi penulis memutuskan untuk menggunakan penelitian kualitatif selain snagat mudah dijangkau penulis  juga akan lebih focus kepada teori yang terdapat. Erikson (1968) memperjelas juga mengenai  penelitian kuaitatif yaitu penulis berusaha dalam menggambarkan secara naratif kehiatan yang dilakukan dari yang dilakukan terhadap kehidupan kesehariannya. Dalam penelitian ini lebih mudah dalam memahami karna terapat jelas teori yang menjelaskan didalamnya yang memudahkan pada penulis dan pembaca guna memahaminya. C.   PENGERTIAN RETONIKA DAKWAH Menurut Abdullah (2009). Orang suka berbicara banyak tidak selalu menunjukkan dia pandai dalam bicara. keterampilan oang yang suka banyak bicara sesukanya berbeda dengan orang yang memiliki keterampilan dalam berbicara, dapat dicapai dengan mencontoh orang yang imitation, dengan mempelajari retonika, dan dengan melakukan secara teratur. Dalam seni bicara di tuntut untuk dapat menguasai materi yang akan diucapkan tanpa salah kata atau makna nya. Karena  sebagian banyak seseorang dapat berfikir yang jernih/ berfikir waras. Dengan itu pengertian retonika tersebut sangat penuh dipengaruhi oleh masyarakat pada suatu tertentu. Retonika dikatakan Dakwah Islam perasaan saja, pada hal inni sangat tergantung dan  berdominan ditangan para retor yang dimagogi. Menurut Ahmad Yani, 2005. Retonika merupakan kata yang bersal dari bahasa inggris ‘’rethoric’’ yang artinya ilmu bicara. Dalam perkembangannya, netorika disebut sebagai seni  bicara atau secara khusus disebut dengan memberikan kesan yang diinginkan. Adapun dakwah  berasal dari bahasa arab yang memiliki arti mengajak, menyeru. Dakwah adalah mengubah suatu keadaaan apa adanya kepada suatu kondisi yang telah dikehendaki oleh Allah SWT. Jadi dapat disimpulkan pengertian dari ilmu dakwah ialah kepandaian dalam menyampaikan airan Islam secara lisan guna terwujudnya situasi dan keadan yang Islami. Islam ialah agama yang berdakwah yang memuat berbagai petunjuk agar manusia secara individu menjadi manusia yang baik, shalih, dan berwibawa. Islam juga mengajak para umatnya untuk selalu berprilaku baik, sehingga mampu membangun kehidupan yang adil, maju, bebas, dari bermacam ancaman, penindasan dan ketakutan. Muh Ali Aziz (2004). Menurut Awaluddin Pinnay (2005). Penyebaran Islam selama ini diseluruh penjuru dunia  pengaruh dari para da’ i yang handal dalam menyebarkan Islam. Islam dikatakan sebagai ilmu dakwah karena islam merupakan dakwah, penyebaran Islam yang santun, bijak, dan penuh dengan kasih dan sayang. Agama Isam sebagai ilmu dakwah mengajak orang untuk memahami makana keberanian tanpa ada rasa paksaan. Ajaran Islam juga disebarluaskan dari cara yang damai dan baik-baik, bukan melainkan dari kekerasan bahkan pembunuhan.  Dalam memahami dakwah secara bahasa yaitu dari aspek positif, merupakan ajakan pada di dunia dan akan diselamatkan di akhirat, karena begitu banyaknya dakwah secara istilahnya, memiliki pengertian yang berbeda-beda salah satunya dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan dakwah yaitu dengan mengajak seorang agar selalu beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa oleh Utusan-Nya dengan membenarkan tentang apa yang mereka  beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintah. Jadi dakwah sendiri merupakan suatu ajakan yang tidak ada unsur pemaksaan atau kekerasan dan agar seseorang beriman kepada Allah SWT. Ada juga menurut Bahiy al-kahuli (1952) menagatakan dakwah ialah memindahkan manusia dari satu situasi ke situasi yang lain yang lebih baik. Yunan Yusuf (2006). Menjelaskan dakwah itu sanagt luas maknanya yaitu pemindahan situasi pada aspek kehidupan manusia. Pemindahan situasi kepodohan ke situasi ilmuan, dari situasi miskin ke yang layak, dan dari situasi kebelakangan menjadi situasi kemajuan. Yunan menambahkan bagaimana cara hidup yang damai, sejahtera dan aman, dengan mengembangkan kreativitas individu dan juga masyarakat, dengan kata lain dakwah merupakan proses  pemberdayaan.   D.   METODE RETONIKA DAKWAH  Sudah cukup banyak metode dalam penggunaan dakwah namun tergantung pada kemauan, keahlian kesempatan, dan kemauan. Secara garis besar terdapat tiga bagian dalam metode  berdakwah: 1.   Hikmah (bijaksana)  yaitu suatu tindakan yang dilakukan berdasarkan pada yang benar karena telah disuport oleh keahlian dan pertimbangan dengan seksama sambil memperhatikan keadaan serta sasaran dalam mencapai tujuannya. 2.   Mau’izhah hasanah (nasihat yang baik): Dalam bertutur kata, berpendidik dan nasehat yang baik-baik. Pada dakwah yang satu ini ialah yang paling mudah dalam menyampaikan dakwah, selain mudah murah  juga dalam biaya, karena digunakan hanya pada objek hanya indra pendengar dan indra  penglihatan saja. seperti contoh seperti hal ya penyuluhan, ceramah dimasjid, kunjungan keluarga atau penataran. 3.   Mujadalah billati hiya ahsan (berdiskusi) Yaitu yang dimaksud pada dakwah diskusi disini ialah bertukar fikiran yang baik, mengindahkan kesopanan dan bukan melainkan mencari kemenangannya sendiri. Dalam diskusi ini bentuk-bentuknya seperti halnya seminar, debat, diskusi, dan lain sebagainya. (Masduki dan Shaleh Anwar, 2018). E.   KESIMPULAN Dapat disimpulkan dari pengertian diatas pada ilmu dakwah yaitu suatu keahlian atau kepandaian pada penyampaian aliran Islam yang secara lisan disampaikan kepada seseorang atau sekumpulan orang didalam majelis guna untuk mewujudkan suatu kedaan yang murni Islami nya. Pada dakwah ini menjalskan juga tentang pemindahan dari satu situasi ke situasi yang lainnya yaitu menjadi yang lebih baik. Dalam metode retonika dakwah ini terdapat tiga  pembagian yaitu Yang pertama yaitu bijaksana yaitu suatu tindakan yang benar berdasarkan keahlian dan  pertimbangan yang diperhatikan dengan tujuannya. Yang selanjutnya yaitu nasihat yang baik,
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x