Small Business & Entrepreneurship

Karya Ilmiah

Description
Karya Ilmiah
Published
of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya yang sangat beragam, sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Walaupun demikian ada  beberapa budaya yang sama antara satu daerah dan daerah lain, yang membedakannya adalah istilah atau Bahasa yang digunakan untuk menyebut  budaya tersebut. Salah satu budaya yang hampir ada di semua daerah di Indonesia adalah  budaya kerja sama yang dalam Bahasa jawa disebut sebagai gotong royong sedangkan sebutan yang digunakan oleh masyarakat kei adalah maren. Maren dan gotong royong memiliki makna yang sama, yaitu kerja sama dalam artian yang luas. Cakupannya bukan saja kerja sama untuk kepentingan umum, tetapi juga untuk kepentingan pribadi seseorang. Misalnya adalah maren untuk kerja rumah, kebun, menangkap ikan, hajatan perkawinan, dan sebagainya. Istilah maren di kota Tual digunakan sebagai salah satu slogan daerah. Pencanangan kota Tual sebagai kota Maren agar pemerintah dan masyarakat, serta seluruh stok holder yang ada di sana, sama-sama membangun kota Tual sebagai kota yang berperadaban. Maren di kepulauan kei sudah ada sejak dahulu kala sebelum negara ini merdeka. Istilah ini sudah digunakan oleh para leluhur kei, dan diwariskan hingga  saat ini. Masyarakat kepulauan kei masih melestarikan salah satu budaya lokal ini, yang tidak hanya ada pada wilayah pedesaan tetapi juga masih ada di wilayah  perkotaan. Budaya maren di kota Tual melampaui batas latar belakang sosial. Artinya bahwa maren ini dilakukan oleh seluruh komunitas agama, suku dan ras yang ada di sana. Mereka saling bahu membahu, antar sesama tanpa memandang latar belakang agama, karena orang kei masih berpegang teguh pada adat istiadat. Bagi mereka seluruh orang kei adalah bersaudara. Maren atau gotong royong ini menjadi salah satu bagian dari budaya Indonesia. Dalam budaya Indonesia kerja sama sebagai suatu perilaku yang baik sehingga patut untuk dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal dan kekayaan  bangsa. Untuk itu kami tertarik untuk menulis karya tulis ilmiah ini tentang, Pelaksanaan Budaya Maren di Kota Tual   B.   Rumusan Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah makalah ini adalah,  bagaimana pelaksanaan budaya maren di kota Tual? C.   Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah: untuk mengetahui pelaksanaan  budaya maren di kota Tual.  BAB II KAJIAN TEORI A.   Pengertian Maren/Gotong Royong Maren berasal dari Bahasa kei yang artinya adalah kerja sama atau istilah yang paling umum dikenal di Indonesia adalah gotong royong. Maren digunakan oleh masyarakat yang mendiami kepulauan kei untuk suatu pekerjaan yang dilakukan secara bersama, baik itu pekerjaan untuk kepentingan umum maupun kepentingan orang lain (individu). Secara umum, pengertian gotong-royong dapat ditemukan dalam kamus  besar bahasa Indonesia yang m enyebutnya sebagai “bekerja bersama –   sama atau tolong- menolong, bantu membantu” (Tim Penyusun KBBI, 2002). Sedangkan dalam perspektif antropologi pembangunan, oleh Koentjaraningrat gotong royong didefinisikan sebagai pengerahan tenaga manusia tanpa bayaran untuk suatu proyek atau pekerjaan yang bermanfaat bagi umum atau yang berguna bagi pembangunan. Kata gotong dapat dipadankan dengan kata pikul atau angkat.Kata royong dapat dipadankan dengan bersama-sama. Jadi kata gotong royong secara sederhana  berarti mengangkat sesuatu secara bersama-sama atau juga diartikan sebagai mengerjakan sesuatu secara bersama- sama. Misalnya: mengangkat meja yang dilakukan bersama-sama, membersihkan selokan yang dilakukan oleh warga se RT, dan sebagainya. Jadi, gotong royong memiliki pengertian sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai tambah atau positif kepada setiap obyek, permasalahan atau kebutuhan orang banyak di sekelilingnya.  Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.Secara konseptual, gotong royong dapat diartikan sebagai suatu model kerjasama yang disepakati  bersama. Koentjaraningrat (1987) membagi dua jenis gotong royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia; gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti. Kegiatan gotong royong tolong menolong terjadi pada aktivitas  pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan  pada peristiwa bencana atau kematian. Sedangkan kegiatan gotong royong kerja  bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, yang dibedakan antara gotong royong atas inisiatif warga dengan gotong royong yang dipaksakan. Sistem tolong-menolong yang kita sebut juga gotong royong memang tidak selamanya diberikan secara rela dan ikhlas.Akan tetapi ada beberapa tigkat kerelaan tergantung dari jenis kegiatannya dalam kehidupan social. Dengan demikian dapat kita bedakan antara : gotong royong dalam kegiatan pertanian, gotong royong dalam kegiatan-kegiatan sekitar rumah tangga, gotong royong dalam mempersiapkan pesta dan upacara dan juga gotong royong saat terjadi musibah. Konsep gotong royong juga dapat dimaknai dalam konteks pemberdayaan masyarakat karena bisa menjadi modal sosial untuk membentuk kekuatan kelembagaan di tingkat komunitas, masyarakat negara serta masyarakat lintas  bangsa dan negara Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan. Hal tersebut juga dikarenakan di dalam gotong royong terkandung makna collective action to  struggle, self governing, common goal, dan sovereignty .Dalam perspektif sosio  budaya, nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk  perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa pamrih (mengharap balasan) untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu tertentu. Misalnya; petani secara bersama-sama membersihkan saluran irigasi yang menuju sawahnya, masyarakat bergotong royong membangun rumah warga yang terkena angin puting beliung, dan sebagainya. Bahkan dalam sejarah perkembangan masyarakat, kegiatan bercocok tanam seperti mengolah tanah hingga memetik hasil (panen) dilakukan secara gotong royong bergiliran pada masing-masing pemilik sawah.Budaya gotong royong adalah cerminan perilaku yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Bilamana dilakukan kajian di seluruh wilayah Indonesia, maka akan ditemukan praktek gotong royong tersebut dengan berbagai macam istilah dan  bentuknya, baik sebagai nilai maupun sebagai perilaku Perilaku masyarakat dalam kegiatan gotong royong menunjukkan bentuk solidaritas dalam kelompok masyarakat tersebut.Gotong royong merupakan ciri  budaya bangsa Indonesia yang berlaku secara turun-temurun sehingga membentuk  perilaku sosial yang nyata dalam tata nilai kehidupan sosial. Nilai tersebut menjadikan kegiatan gotong royong selalu terbina dalam kehidupan komunitas sebagai suatu warisan budaya yang patut untuk dilestarikan. Gotong royong sebagai nilai budaya. Dengan adanya nilai tersebut menjadikan gotong royong senantiasa dipertahankan dan diperlukan dalam
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x