Instruction manuals

Kepemimpinan Islam

Description
Pengertian Kepemimpinan dalam pandangan islam yang dirumuskan oleh penyusun dari berbagai sumber yang tercantum pada daftar pustaka
Published
of 18
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya  panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang Pemimpin yang baik menurut Islam. Makalah ilmiah ini telah saya susun dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam  pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat mengevaluasi makalah ilmiah ini. Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang Pemimpin yang baik menurut Islam dapat memberikan manfaat baik kepada saya maupun terhadap pembaca. Jatinangor, 01 Juli 2019 Penyusun    DAFTAR    ISI  KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG 1.2   IDENTIFIKASI MASALAH 1.3   PERUMUSAN MASALAH BAB II TINJAUAN TEORI & NORMATIF BAB III PEMBAHASAN BAB IV PENUTUP 4.1 KESIMPULAN 4.2 SARAN DAFTAR PUSTAKA    BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi (George R. Terry (1972:458).  Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari  proses internal dalam diri seseorang. Manusia diciptakan oleh Allah SWT kemuka bumi ini, sebagai khalifah  (pemimpin) dimuka bumi ini, oleh sebab itu maka manusia tidak terlepas dari perannya sebagai pemimpin, dimensi kepemimpinan merupakan peran sentral dalam setiap upaya pembinaan. Hal ini telah  banyak dibuktikan dan dapat dilihat dalam gerak langkah setiap organisasi. Peran kepemimpinan begitu menentukan bahkan seringkali menjadi ukuran dalam mencari sebab-sebab jatuh bangunnya suatu organisasi. Dalam menyoroti pengertian dan hakikat kepemimpinan, sebenarnya dimensi kepemimpinan memiliki aspek-aspek yang sangat luas, serta merupakan proses yang melibatkan berbagai komponen didalamnya dan saling mempengaruhi. 1.2 IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan hal tersebut di atas akhirnya dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai  berikut : 1.   Menjadi pemimpin merupakan tanggung jawab setiap manusia 2.   Dibutuhkan keahlian yang mampu memimpin orang lain 3.   Manfaat seorang pemimpin dalam organisasi 1.3 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan identifikasi masalah di atas akhirnya dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut : 1.   Bagaimana pemimpin yang baik menurut pandangan islam 2.   Prinsip-Prinsip Kepemimpinan dalam Islam  BAB III TINJAUAN TEORI & NORMATIF Secara etimologi kepemimpinan berarti Khilafah, Imamah, Imaroh, yang mempunyai makna daya memimpin atau kualitas seorang pemimpin atau tindakan dalam memimpin. Sedangkan secara terminologinya adalah suatu kemampuan untuk mengajak orang lain agar mencapai tujuan-tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, kepemimpinan adalah upaya untuk mentransformasi-kan semua potensi yang terpendam menjadi kenyataan. Tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin adalah menggerakkan dan mengarahkan, menuntun, memberi mutivasi serta mendorong orang yang dipimpin untuk  berbuat sesuatu guna mencapai tujuan. Sedangkan tugas dan tanggungjawab yang dipimpin adalah mengambil peran aktif dalam mensukseskan pekerjaan yang dibebankannya. tanpa adanya kesatuan komando yang didasarkan atas satu perencanaan dan kebijakan yang jelas, maka rasanya sulit diharapkan tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai dengan baik. Bahkan sebaliknya, yang terjadi adalah kekacauan dalam pekerjaan. Inilah arti penting komitmen dan kesadaran bersama untuk mentaati pemimpin dan peraturan yang telah ditetapkan. Rasulullah SAW bersabda :    ىو      أ   ا   ش   ى   جر   و            حصأ      ه      نخ      و   هر    Artinya: Barang siapa yang memimpin suatu urusan kaum muslimin lalu ia mengangkat seseorang pada hal ia menemukan orang yang lebih pantas untuk kepentingan ummat islam dari orang itu, maka dia telah berhianat kepada Allah dan Rasul-Nya. ( HR. Hakim)  عْّاَو    َّطاَو   ّِَْِ   ِِََو   َِِْؤ  ْا   ِ  َْا   ِِجَْاَو  , ْََو   يِَو   ََِْا   عََتْجَ    سّا   هْََ   ا  ضَرَو   هِ . ْََو     َََغ   ِفْّِب   ىّتَ   َرَص    َِَخ   يِ    َو   َِَ   اَِِْؤ  ْ .  Artinya: “Wajib mendengar dan taat kepada imam dan amirul mukminin, baik pemimpin tersebut adalah pemimpin yang baik atau pemimpin yang jahat (fajir). Siapa saja yang memegang kepemimpinan (khilafah), manusia pun bersepakat dan meridhai, (maka wajib ditaati). Atau siapa saja  yang berhasil mengalahkan (pemimpin sebelumnya yang sah, pen.) dengan pedang sehingga berhasil diangkat sebagai khalifah dan disebut sebagai amirul mukminin, (maka wajib untuk ditaati).”   (  Syarh Ushuul I’tiqaad Ahlus Sunna h li Laalikaai, 1/161) ّنَ   يِّا    –    ىّَص    ّ   هْََ   ّََو    –    َََ   ََطِ   ّِَْا   َِد  جْَْا   َِ  ْَْا   َِذّا     َ    نَطْ     َنو  رِْَ   هِ   ىََ   ََِ   ِسّا   َ   ََطِ    و  ْَ   ََو    ل  ْَ ََو   ْَ   َْَ    هَ    نَطْ   ََو    ةَرْ  ق  (9) ىََ    ءْيَش    ْصَ    Artinya : “Sesungguhnya Nabi   shallallahu ‘alaihi wa sallam   memerintahkan untuk mentaati pemimpin  yang diketahui keberadaannya dan diketahui (siapakah dia orangnya), yaitu yang memiliki kekuasaan (power) untuk mengatur urusan manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam   tidak memerintahkan untuk mentaati ulil amri yang wujudnya saja tidak ada, atau tidak diketahui (siapakah dia dan di manakah keberadannya), dan juga tidak memiliki kekuasaan dan power sama sekali.”   (  Minhajus  Sunnah An-Nabawiyyah, 1/115)  BAB III PEMBAHASAN Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan dapat di artikan proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada pegawainya. Kepemimpinan merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin, karena seorang pemimpin harus berperan sebagai organisator kelompoknya untuk mencapai yang telah ditetapkan. Kepemimpinan bisa didefinisikan sebagai suatu proses untuk mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang  berhubungan dengan penugasan karyawan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan  perusahaan. Adapun pengertian kepemimpinan Islam adalah cara-cara memimpin, mengatur, mengarahkan umat / rakyat yang sesuai dengan syariat Islam. kepemimpinan merupakan   amanah dan tanggungjawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada anggota-anggota yang dipimpinnya, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Jadi, pertanggungjawaban kepemimpinan dalam Islam tidak hanya  bersifat horizontal-formal   sesama manusia, tetapi bersifat vertical-moral  , yakni tanggungjawab kepada Allah Swt di akhirat nanti. Seorang pemimpin akan dianggap lolos dari tanggungjawab formal di hadapan orang-orang yang dipimpinnya, tetapi belum tentu lolos ketika ia bertanggungjawab di hadapan Allah Swt. Kepemimpinan sebenarnya bukan sesuatu yang mesti menyenangkan, tetapi merupakan tanggungjawab sekaligus amanah yang amat  berat yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Allah Swt berfirman: “Dan  orang-orang yang memelihara amanah (yang diembankannya) dan janji mereka, dan orang-orang yang memelihara sholatnya, mereka itulah yang akan mewarisi surga firdaus, mereka akan kekal di dalamnya”  (QS.Al Mukminun 8-9)  Seorang pemimpin harus bersifat amanah, sebab ia akan diserahi tanggungjawab. Jika  pemimpin tidak mempunyai sifat amanah, tentu yang terjadi adalah penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk hal-hal yang tidak baik. Itulah mengapa nabi Muhammad SAW juga mengingatkan agar menjaga amanah kepemimpinan, sebab hal itu akan dipertanggungjawabkan, baik didunia maupun diakhirat.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x