Maps

KINERJA KEBERHASILAN BADAN USAHA KOPERASI

Description
Koperasi, diadopsi dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu cooperation yang berarti kerja sama. Koperasi merupakan sebuah badan usaha (organisasi ekonomi) yang dilandaskan atas dasar asas kekeluargaan dan prinsip gerakan ekonomi kerakyatan, dimana
Categories
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  1 KINERJA KEBERHASILAN BADAN USAHA KOPERASI Rila Putri Lesmana (NIM 180810201042) Meileni Nurhayati (NIM 180810201098) Koperasi, diadopsi dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu co-operation yang  berarti kerja sama. Koperasi merupakan sebuah badan usaha (organisasi ekonomi) yang dilandaskan atas dasar asas kekeluargaan dan prinsip gerakan ekonomi kerakyatan, dimana seluruh modal usaha, tujuan, hingga kegiatan operasionalnya ditujukan untuk mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan bersama di bidang ekonomi bagi anggotanya, yang tidak lain adalah masyarakat kecil. Di Indonesia sendiri, koperasi memiliki julukan  soko guru  (dalam Bahasa Jawa, soko berarti dari dan guru adalah penyalur ilmu) karena didirikan dengan tujuan untuk membantu dan menyejahterakan anggota yang merupakan masyarakat kecil, melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, yang hasilnya juga akan dialokasikan kembali pada anggotanya secara layak dan adil. Menurut Sitio dan Tamba, koperasi dapat dikatakn berhasil sebagai badan usaha secara umum dilihat dari jumlah aspek yang terdiri dari kelembagaan, keanggotaan,  jumlah usaha, modal yang di dapat, aset, dan SHU. Keberhasilan kinerja koperasi dinilai lebih kompleks dari penilaian keberhasilan kinerja badan usaha lain, karena koperasi tidak hanya berfokus pada satu aspek saja yaitu ekonomi, namun juga aspek sosial. Menurut Ibnoe Soedjono, dalam upaya memahami keberhasilan koperasi, diperlukan tolak ukur secara mikro. Penilaian akan  berhasil atau tidaknya badan usaha koperasi dapat dilihat dari sisi peran dan jumlah anggota, sisi operasional, dan efisiensi pengelolaan perusahaan.  2 II.2 Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keberhasilan Badan Usaha Koperasi  Menurut Sitio dam Tamba ada beberapa kriteria dalam keberhasilan kinerja koperasi: 1.   Koperasi dapat memberdayakan anggota dan masyarakat disekelilingnya. Hal ini dilakukan melalu peningkatan kualitas diri para anggotanya dengan melakukan  pengembangan potensi masing- masing individu terutama di bidang ekonomi dengan harapan dapat melakukan pembangunan dan peningkatan di bidang ekonomi dengan anggota-anggota maupun masyarakat sekitarnya. 2.   Koperasi dapat membawa kesejahteraan bagi anggota serta pada masyarakat luas. Koperasi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tingkat perekonomian individu saja, melainkan juga aspek sosial. Dimana mereka dituntut untuk mengangkat bahu  bersma-sama dengan para anggota lainya. Sehingga terwujudlah asas kekeluargaan tersebut. Kinerja Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Jumlah dan Peran Anggota   1.   Efek-Efek Ekonomis Koperasi Anggota memiliki peran penting, karena diibaratkan sebagai pemilik sekaligus  pelaksana dalam seluruh kegiatan yang dilakukan koperasi. Jumlah anggota dalam  badan usaha koperasi menjadi sumber kekuatan investasi, berupa sumbangan modal dari anggota dan kekuatan partisipan, berupa rapat anggota dan manajemen yang dilakukan anggota. Para anggota yang berdalih sebagai pemilik dana dalam bentuk simpanan akan mempertanyakan apakah dan yang telah disalurkan memiiki dampak yang bersifat  positif berupa profit Sedangkan sebagai anggota pengguna akan mempertanyakan kegiatan koperasi dalam pemenuhan kebutuhan barang dan jasa, apakah sudah memberikan untung atau tidak pelayanan koperasi yang mereka ikuti selama ini.  3 Pada dasarnya anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan badan usaha kopeasi karena: (1) koperasi memenuhi kebutuhannya, karna jika tidak orang akan berfikir dua kali untuk mendaftarkan dirinya ke dalam badau usaha ini terkecuali orang-orang tertentu. (2) Adanya penawaran-penawaran yang lebih menguntungkan di dalam koperasi disbanding badan usaha lainnya. Partisipasi anggota dapat dipandang dari beberapa hal antara lain: 1.   Partisipasi berdasarkan sifat Jika dipandang dari segi sifatnya, partisipasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1.   Partisipasi yang Dipaksakan. Merupakan situasi dimana seorang individu  bergabung dalam suatu kelompok atau kumpulan karena dorongan atau paksaan dari  pihak lain. 2.   Partisipasi Sukarela. Adalah keadaan dimana seorang individu bergabung dala suatu kelompok atau kumpulan karena adanya dorongan dari dalam diri sendiri atau kemauan hati karena kecintaannya. 3.   Partisipasi berdasarkan bentuk Dipandang dari bentuknya, partisipasi dapat dibagi menjadi dua: (1) partisipasi formal, dimana dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan aturan yang telah tertulis. (2) partisipasi informal, dalam partisipasi ini cukup dilakukan persetujuan melalui lisan dalam pelaksanaan kegiatannya. 4.   Partisipasi berdasarkan pelaksanaannya. Dipandang dari segi pelaksanaannya, partisipasi dapat dibedakan menjadi dua: 1.   Partisipasi langsung dapat dilakukan memberikan suara atau aspirasi dalam kegiatan rapat, memberikan kontribusi berupa modal melalui simpanan-simpanan, memilih pengurus koperasi, dan memanfaatka fasilitas koperasi lainnya. 2.   Partisipasi tidak langsung terjadi apabila terjadi hal-hal yang yang hanya dapat dilakukan pada kondisi tertentu seperti penyampaian aspirasi oleh anggota  4 kepada perwakilan koperasi provinsi untuk disampaikan di rapat koperasi tingkat nasional. 5.   Partisipasi berdasarkan segi kepentingannya. Dari segi kepentingan, partisipasi dalam badan usaha koperasi berupa partisipasi kontributis dan partisipasi intensif. Dimana hampir semua anggota melakukan kedua  partisipasi ini, sebagai akibat dari peran ganda yang dimiliki oleh anggota koperasi sebagai pemiliki yang berperan menghimpun modal melalui simpanan dan memiliki satu hak suara, serta sebagai pelanggan degan memanfaatkan fasilitas dan layanan yang ditawarkan koperasi. 2.   Efek Harga Dan Efek Biaya Tingkat partisipasi anggota yang telah dibicarakan sebelumnya di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah nilai manfaat pelayanan koperasi. Adanya motivasi utilitarian yang searah dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis ini dilakukan melalui berupa pemberian pelayanan oleh  badan usaha koperasi yang tepat, adanya pengurangan biaya tertentu dan atau  perolehan harga yang menguntungkan bagi anggota serta penerimaan bagian dari keuntungan (sisa hasil usaha) baik. Koperasi dapat dikatakan sebagi badan usaha yang baik karen mampu memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. 1.   Analisis Hubungan Efek Ekonomis Dengan Keberhasilan Koperasi Koperasi sebagai badan usaha perekonomian Indonesia tidak hanyak  berkonsentrasi pada permasalahan dalam memperoleh keuntungan atau profit. Disisi yang lain koperasi juga ingin memberika pelayanan yang terbaik atau disebut benefit oriented. Partisipasi anggota sangatlah penting bagi badan usaha koperasi. Melalui anggotanya koperasi mendapatkan laba dan dikembalikan lagi kepada anggota melalui pelayanan-pelayanan sehingga anggota merasakn manfaatnya 2.   Penyajian Dan Analisis Neraca Pelayanan Kebutuhan anggota koperasi semakin hari semakin bervariasi begitu juga  perubahan lingkungan koperasi. Hal ini menyebabkan perlunya peningkatan  5  pelayanan koperasi agar koperasi tetap diminati. Ada dua faktor utama mengapa koperasi harus meningkatkan pelayanan kepada anggotanya. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan para anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi. Bila koperasi dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan yang lebih sesuai dibanding pesaingnya, maka dapat mendorong tingkat partisipasi anggota terhadap koperasi untuk terus meningkat. Kinerja Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan  1. Efisiensi Koperasi Pandangan mengenai efisiensi sangat bervariasi, tergantung dari bagaimana sudut  pandang yang diambil. Namun, dari seluruh pemikiran tentang efisiensi, pada dasarnya tertuju pada hal yang sama, yaitu, suatu perusahaan akan bekerja secara efisien apabila dapat menghasilkan laba maksimum dari barng dan jasa yang diproduksinya. Koperasi sebagai sebuah badan usaha pada dasarnya tidak berbeda dengan badan usaha lainnya, sehingga tiak boleh dikatakan bahwa koperasi dapat bekerja secara tidak efisien untuk mencapai tujuan koperasi. Meskipun tidak bisa dipungkiri jika koperasi merupakan badan usaha kumpulan massa dan bukan kumpulan modal. Di dalam koperasi, diharapkan memiliki tingkat efisiensi yang seimbang dengan efektivitasnya, karena biaya yang dikeluarkan untuk pelayanan anggota berbanding lurus dengan besar keuntungan yang diterima koperasi dari pelayanan setempat. Sebagai suatu badan usaha, koperasi pun mengalami tahap pertumbuhan. Diawalai dari unit usaha kecil dengan anggota dan modal yag terbatas, kemudian  berkembang menjadi besar dan lebih besar. Seperti halnya koperasi Rochadale, koperasi pada mulanya merupakan kumpulan orang yang bergabung untuk tujuan sosial, kemudian melakukan kegiatan ekonomi sebagai wujud peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi para anggotanya. Dalam hal itu, koperasi Rochadale mengupayakan untuk menerapkan prinsip pekerjaan yang efisien, agar pengeluaran
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x