Data & Analytics

KONSEPPENDIDIKANISLAMGHAZALIDANIBNUKHALDUN

Description
KONSEPPENDIDIKANISLAMGHAZALIDANIBNUKHALDUN
Published
of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  KONSEP PENDIDIKAN ISLAM AL GHAZALI DAN IBNU KHALDUN SERTA RELEVANSINYA PADA PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Hardika Saputra* *Dosen PGMI IAI Agus Salim Metro Lampung *Guru SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Lampung Abstract. Pendidikan Islam bukan sekedar proses penanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari akses negatif globalisasi. Tetapi yang  paling urgen adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan  pendidikan Islam tersebut mampu berperan sebagai kekuatan pembebasan dari himpitan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki  peran yang sangat penting dalam proses pembentukan individu yang yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkepribadian yang baik serta memilliki  pemahaman beragama yang tidak hanya dipahami tapi juga diterapkan dalam kehidupan. Keyword:   Pendidikan, Islam, Al Ghazali, Ibnu Khaldun, Globalisasi A.   PENDAHULUAN Sebagaimana kita ketahui bahwasannya pendidikan Islam memiliki peran aktif dalam pembentukan karakter anak didik. Namun pada era globalisasi seperti saat ini kehadiran pendidikan Islam masih bersifat formalitas belaka bukan berpuncak pada tuntutan dalam rangka melahirkan generasi insan kamil   sebagaimana tujuan akhir dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam bukan sekedar proses penanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari akses negatif globalisasi. Tetapi yang paling urgen   adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan pendidikan Islam tersebut mampu berperan sebagai kekuatan pembebasan dari himpitan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi. 1  Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembentukan individu yang yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkepribadian yang baik serta memilliki pemahaman beragama yang tidak hanya dipahami tapi juga diterapkan dalam kehidupan. 1  Moh. Shofan,  Pendidikan Berparadigma Profetik   (Jogjakarta: Ciputat Pers, 2002). hlm. 28.  Berbicara tentang pendidikan Islam, pastilah berbicara tentang konsep pendidikannya. Konsep-konsep pendidikan Islam yang ada dewasa ini tidak lepas dari bayang-bayang konsep pendidikan Islam di era klasik, yang terlahir dari pemikiran- pemikir para tokoh filosof pendidikan Islam. Cukup banyak tokoh-tokoh pendidikan Islam di era klasik yang menyumbangkan pemikiran-pemikirannya terhadap dunia pendidikan, salah satunya konsep pendidikan Islam itu sendiri. Di antara tokoh-tokoh pendidikan Islam yang lain, penulis mencoba menjabarkan konsep pendidikan Islam menurut Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun,  yang masing-masing dari kedua tokoh tersebut pasti memiliki pemikiran yang berbeda. Keduanya terkenal juga sebagai tokoh filosof dan pakar pendidikan yang pastinya memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam menyusun suatu konsep dan menetapkan tujuan pendidikan tergantung pada latar belakang dan bidang kajian pendidikan para tokoh tersebut. 2  Suatu rumusan konsep pendidikan maupun tujuannya harus mempunyai muatan subyektifitas dari yang merumuskannya, artinya setiap pemikiran dari seorang tokoh pasti menggambarkan tokoh tersebut, contohnya seperti tokoh pemikir pendidikan Islam yang seringkali mengaitkan tujuan suatu pendidikan dengan kebahagiaan yang abadi setelah kehidupan dunia,  yakni kebahagiaan di akhirat. Sedangkan jika dilihat dari pendidikan umum, biasanya hanya berorientasi pada masalah kehidupan dunia, seperti pekerjaan  yang akan didapat setelah menyelesaikan pendidikan. Berdasarkan uraian diatas yang merupakan gambaran untuk mengetahui lebih jauh dan lebih baik lagi mengenai konsep pendidikan dalam Islam, maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai “ Konsep Pendidikan Islam Al Ghazali dan Ibnu Khaldun Serta Relevansinya Pada Pendidikan di Era Globalisasi  ”.   B.   PEMBAHASAN 1.   Al-Ghazali a.   Biografi Al-Ghazali Abu Hamid bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali (lebih dikenal dengan sebutan al-Ghazali), lahir di Thus (wilayah Khurasan) pada 2  Abuddin Nata,  Filsafat Pendidikan Islam I   (Jakarta: Logos, 1997). hlm. 45.  tahun 450 H/1058 M. al- Ghazali memiliki keahlian berbagai disiplin ilmu, baik sebagai filsuf, sufi, maupun pendidik. Ia menyususn beberapa kitab dalam rangka menghidupkan kembali ilmu- ilmu agama (Ihya ulum al-din). 3  Sejak kecil, Al-Ghazali dikenal sebagai anak yang senang dengan ilmu pengetahuan. Sehingga tak mengherankan jika sejak masa anak-anak ia telah belajar kepada sejumlah guru di kota kelahirannya. 4  Imam Ghazali sejak kecilnya dikenal sebagai seorang anak pencinta ilmu pengetahuanndan penggandrung mencari kebenaran yang hakiki, sekalipun diterpa duka cita, dilanda aneka rupa duka nestapa dan sengsara. 5  Al-Ghazali memulai pendidikannya di wilayah kelahirannya, Tus dengan mempelajari dasar-dasar pengetahuan. Selanjutnya ia pergi ke Nisyafur dan Khurasan yang pada waktu itu kedua kota tersebut terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan terpenting di dunia Islam. Di kota Nisyafur inilah al-Ghazali berguru kepada Imam al-Haramain Abi al- Ma’ali al -Juwainy. 6   b.   Konsep Pendidikan Al-Ghazali Al-Ghazali mengatakan jika anak menerima ajaran dan kebiasaan hidup yang baik, maka anak itu menjadi baik. Sebaliknya jika anak itu dibiasakan melakukan perbuatan buruk dan dibiasakan kepada hal-hal  yang jahat, maka anak itu akan berakhlak jelek. 7   a)   Tujuan Pendidikan Menurutnya, tujuan pendidikan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan untuk mencari kedudukan yang menghasilkan uang. Karena jika tujuan pendidikan diarahkan bukan pada mendekatkan diri pada Allah SWT, akan dapat menimbulkan kedengkian, kebencian dan permusuhan. Pemikirannya tentang tujuan pendidikan Islam dapat diuraikan menjadi tiga: 3  Al-Rasyid dan Samsul Nizar,  Filsafat Pendidikan Islam  (Jakarta: Ciputat Press, 2005). hlm. 85. 4  Djalaludin dan Usman Said,  Filsafat Pendidikan Islam  (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1994). hlm. 139. 5  Abuddin Nata,  Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam  (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005). hlm. 82. 6  Abuddin Nata,  Filsafat Pendidikan Islam  (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005). hlm. 209. 7  Nata.  Ibid. hlm. 159-160.    1)    Tujuan mempelajari ilmu semata-mata untuk ilmu pengetahuan itu sendiri sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT. 2)    Tujuan utama pendidikan Islam yakni sebagai sarana pembentukan akhlak al- karimah. 3)    Tujuan pendidikan Islam untuk mengantarkan peserta didik mencapai kebahagian dunia dan akhirat. 8  Rumusan tersebut mencerminkan sikap kezuhudan dari Imam Ghazali terhadap dunia, merasa cukup dengan yang ada, dan lebih banyak memikirkan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Rumusan tujuan pendidikan beliau yang itu juga karena Al-Ghazali memandang dunia ini bukan merupakan hal yang penting, tidak abadi dan akan rusak, sedangkan maut dapat memutuskan kenikmatan kapan saja. 9  Al-Ghazali menempatkan dua hal penting sebagai orientasi pendidikan; pertama mencapai kesempurnaan manusia untuk secara kualitatif mendekatkan diri kepada Allah SWT, kedua, mencapai kesempurnaan manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. 10  Secara rincinya Al-Ghazali membagi tujuan pendidikan menjadi dua, yakni tujuan religius dan tujuan non-religius. Menurutnya tujuan pendidikan dilihat dalam kaitannya dengan sIstem pengajaran berdasarkan sifat pengetahuan yang dikaji, yakni ilmu-ilmu agama, non agama, dan sufi. Al-Ghazali dengan tegas menyatakan bahwa sekalipun ilmu-ilmu agama bisa membantu seseorang mendapatkan tujuan-tujuan duniawi, seperti jabatan, pengaruh, kekuasaan dan kekayaan, itu semua tidak boleh dijadikan sebagai tujuan dalam mempelajari ilmu-ilmu agama. Berbeda persoalan ketika yang dibicarakan adalah pendidikan di bidang ilmu-ilmu non-agama. Al-Ghazali secara gamblang menyatakan bahwa seseorang boleh mempelajari ilmu-ilmu 8  Nizar,  Filsafat Pendidikan Islam . Op.Cit. hlm. 91.   9  Nata,  Filsafat Pendidikan Islam . Op.Cit. hlm. 211-212 10   Asrorun Ni‟am Sholeh,  Reorientasi Pendidikan Islam Mengurai Relevansi Konsep Al- Ghazali  Dalam Konteks Kekinian , 3 ed. (Jakarta: Elsas, 2006). hlm. 79.  semacam kedokteran dan matematika untuk tujuan material dan kewibawaan. b)   Kurikulum Pendidikan Dalam menyususun kurikulum pelajaran, Al-Ghazali memberi perhatian khusus pada ilmu-ilmu agama dan etika sebagaimana dilakukannya terhadap ilmu-ilmu yang sangat menentukan bagi masyarakat. 11  Pendapat Al-Ghazali terhadap kurikulum dapat dilihat dari pandangannya mengenai ilmu pengetahuan yang dibaginya dalam beberapa sudut pandang. 12  Sebagaimana yang dikutip oleh Zainuddin dkk, dalam bukunya Seluk Beluk Pendidikan Dari Al-Ghazali yang dikutip dari Ihya Ulumuddin juz I bagian pembahasan ilmu pada bab kedua dan ketiga yang diterangkan secara luas dan mendalam mengenai Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan tatanan sosial masyarakat, Al-Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi tiga bagian, yaitu:    Berdasarkan tingkat kewajibannya    Berdasarkan sumbernya    Berdasarkan fungsi sosialnya. 13   Terkait dengan penjabaran ilmu di atas, Al-Ghazali juga menambahkan aspek- aspek pendidikan yang terbagi menjadi lima bagian:    Pendidikan keimanan    Pendidikan akhlak    Pendidikan akliah    Pendidikan Sosial    Pendidikan jasmaniah c)   Metode Pendidikan Al-Ghazali mengklasifikasikan metode pendidikan menjadi dua bagian:  pertama  , metode khusus pendidikan Agama, metode pendidikan agama ini memiliki orientasi kepada pengetahuan aqidah 11  Nata,  Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam . Op.Cit.  hlm. 216. 12  Nata,  Filsafat Pendidikan Islam .  Loc. Cit.,  hlm. 217. 13  Zinuddin dkk, Seluk Beluk Pendidikan Dari Al-Ghazali  (Jakarta: Bumi Aksara, 1991). hlm. 34.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x