Humor

KRISIS EKONOMI DAN RESESI EKONOMI

Description
KRISIS EKONOMI DAN RESESI EKONOMI
Categories
Published
of 12
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  KRISIS EKONOMI DAN RESESI EKONOMI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Sistem Ekonomi Indonesia Pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang Oleh : Diky Wahyudi 18102006 Dosen Pembimbing: SHAHRIL BUDIMAN S.SOS M.PM PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNG PINANG 2019/2020  KRISIS EKONOMI Pengertian Krisis Ekonomi  Definisi menurut Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mendefinisikan krisis sebagai suatu situasi yang genting dan gawat, mengenai suatu kejadian atau peristiwa-peristiwa yang menyangkut kehidupan .Krisis ekonomi juga merupakan peristiwa dimana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan atau penurunan dan mempengaruhi sektor lainnya diseluruh dunia. Sedangkan Menurut ahli ekonomi, pengertian krisis ekonomi secara sederhana adalah suatu keadaan dimana sebuah Negara yang pemerintahnya tidak dipercaya lagi oleh rakyatnya, khususnya masalah finansial. Rakyatnya tidak mau lagi menyimpan uang di bank-bank yang ada, sehingga bank-bank mengalami kesulitan uang tunai. Jika itu terjadi maka bank sentral akan mencairkan asetnya untuk menalangi semua bank-bank itu. Setelah itu maka harga-harga naik seiring dengan banyaknya uang tunai di masyarakat akibat bank kelebihan uang tunai. Jika keadaan itu terjadi maka negara memasuki masa krisis. Negara tidak mampu membayar hutangnya sehingga hutangnya sudah jauh diatas PDBnya. Maksudnya, ketika Indonesia mempunyai hutang terhadap negara lain dan bunga dari hutang tersebut semakin bertambah setiap tahunnya, tetapi pendapatan Indonesia tidak mengalami pertambahan akibat krisis ekonomi,sehingga membuat Indonesia mengalami kesulitan untuk membayar hutang-hutangnya. Faktor-faktor penyebab terjadinya krisis ekonomi 1.   Nilai Tukar Rupiah, Perubahan nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi sebuah negara. Ini di karenakan para pengusaha yang selalu bertransaksi export dan import akan mengalami kerugian karena krisis yang terjadi. Tentunya perubahan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh beberapa  faktor internal di Negara adikuasa yaitu Amerika, tentunya berpengaruh ke Negara lain yang bukan Negara berkembang seperti Amerika.   2.   Gejolak politik, Seperti yang pernah terjadi di Indonesia gejolak politik ketika Mantan Presiden Soeharto dilengserkan, dampaknya pun cukup luas sehingga membuat hampir sebagian investor asing hampir tidak percaya kembali untuk menanamkan modalnya di Indonesia. ini dikarenakan kondisi Indonesia saat itu sedang tidak kondusif.   3.   Adanya Oknum, Oknum yang dimaksud tidak hanya oknum penjahat saja namun juga namun juga oknum yang terbiasa menimbun bahan pokok seperti tabung gas 3kg dan sejenisnya sehingga dengan kelangkaan tersebut harga menjadi naik dan oknum tersebut mengambil keuntungan dengan menjual tabung gas 3kg sudah dengan isinya dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.   4.   Demonstrasi, Mungkin sebagian masyarakat yang melakukan orasi untuk menyalurkan aspirasinya memang baik, namun jika orasi dengan cara melakukan demonstrasi disertai anarkis tidaklah etis. ini dikarenakan peristiwa tersebut dapat mempengaruhi gejolak ekonomi Negara tersebut.   5.   Tindak Kriminalitas, Banyaknya tindak kriminalitas yang terjadi dapat membuat kondisi tidak kondusif khususnya bagi investor asing untuk menanamkan modal asing di Negara tersebut. untuk itulah kesatuan polisi didalam sebuah negara berperan  penting menjaga stabilitas keamanan Negara.  Akibat Krisis Ekonomi (prediksi) 1)   Kemiskinan Merajalalela. Pada rezim Soeharto keberhasilan mengurangi  jumlah penduduk miskin selama 30 tahun kini bagai tak berbekas. Krisis ekonomi selama 10 bulan sudah memaksa puluhan juta penduduk Indonesia kembali terpuruk hidup dibawah garis kemiskinan, pemicu utamanya adalah meroketnya harga-harga kebutuhan pokok, terutama pangan. Hal ini disebabkan karena ternyata unsur pangan didalam perhitungan angka garis kemiskinan teramat dominan, yaitu lebih dari 80% akibatnya, kenaikan harga pangan menjadi sangat pekat terhadap jumlah orang miskin. 2)   Kebangkrutan masal dunia usaha Memburuknya indikator-indikator makroekonomi telah merambah ke sendi-sendi dunia usaha, sehingga membuat denyut nadi sector usaha kini melemah. Ketergantungan yang cukup tinggi pada bahan baku impor membuat kalkulasi biaya produksi membengkak. Selain itu, pengusaha kesulitan membuat kalkulasi biaya produksi dan menentukan harga jual produk karena pergerakan kurs yang sangat berfluktuasi. Muncul pula masalah keterbatasan saran transportasi dan kalangan peti kemas. Persoalan belum berhenti, karena kalaupun telah berhasil menjual produknya, mereka bingung dalam menempatkan dananya di btengah kemelut perbankan yang justru semakin memburuk. Dampak Krisis Ekonomi Bagi Masyarakat, Terjadinya kesenjangan antara penghasilan masyarakat dimana kebutuhan masyarakat yang lagi marak-  maraknya Harga barang yang naik cukup tinggi, yang mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapat barang-barang kebutuhan pokoknya.Kemudian Harga BBM naik yang sangat meresahkan bagi masyarakat . Dorongan tersebut berasal dari lonjakan harga minyak dunia yang mendorong dikeluarkannya kebijakan subsidi harga BBM. Tekanan inflasi makin tinggi akibat harga komoditi global yang tinggi.  Bagi Dunia Usaha, Kebangkrutan Massal Dunia Usaha Memburuknya indikator-indikator makro ekonomi telah merambah ke sendi-sendi dunia usaha, sehingga membuat denyut nadi sektor usaha kini melemah.Ketergantungan yang cukup tinggi pada bahan baku impor membuat biaya produksi membengkak. Selain itu, pengusaha kesulitan membuat kalkulasi biaya produksi dan menentukan harga jual produk karena pergerakan kurs yang sangat berfluktuasi. Muncul pula masalah-masalah keterbatasan saran transportasi dan kelangkaan peti kemas. Persoalan belum berhenti, karena kalaupun telah berhasil menjual produknya, mereka bingung dalam menempatkan dananya di tengah kemelut perbankan yang justru semakin memburuk. Suku bunga nominal yang sudah sangat tinggi, sekitar 70%, yang tidak mungkin dapat di pikul pelaku bisnis manapun. Alasannya, pada waktu bersamaan tingkat inflasi telah meroket ke tingkatan yang mendekati tingkat suku bunga nominal. Masalah yang menerpa dunia usaha begitu bertubi-tubi, ditambah pula dengan persoalan-persoalan politik yang seketika berimbas sangat nyata. Bagi Pemerintah, Salah satu contoh   didalam bidang infrastruktur, khususnya sektor transportasi, berkurangnya anggaran pemerintah akibat krisis keuangan global mengakibatkan semakin tidak terpenuhinya kebutuhan pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur transportasi. Di sisi lain terjadi kenaikan biaya transportasi akibat terdepresiasinya nilai rupiah dan inflasi. Hal ini telah mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat kinerja infrastrukur transportasi dalam mendukung kegiatan ekonomi, antara lain
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x