Self-Help

MAKALAH KRISIS DAN RESESI EKONOMI

Description
MAKALAH KRISIS DAN RESESI EKONOMI
Categories
Published
of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  “ MAKALAH KRISIS DAN RESESI EKONOMI ”   Disusun oleh: NAMA: RINI WARSITA NIM: 18102072 PRODI: ILMU PEMERINTAHAN PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK RAJA HAJI TANJUNG PINANG 2019   BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   Latar belakang Krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia menimbulkan permasalahan yang kompleks. Krisis ekonomi telah menyebabkan perekonomian Indonesia yang pada awalnya bertumbuh pesat tiba-tiba bergejolak. Sehingga menimbulkan terjadinya tingkat inflasi yang tinggi. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia  pada tahun 1998 telah membuat beberapa  bank konvensional dilikuidasi karena tidak mampu melaksanakan kewajiban terhadap nasabahnya akibat dari kebijakan suku bunga yang tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah selama krisis  berlangsung. Menurut Hatta (2008), secara empiris pengaruh inflasi terhadap  pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari krisis tahun 1997-1998 yang mengakibatkan terganggunya sektor riil. Krisis ini diawali dari krisis di sektor moneter (depresiasi nilai tukar rupiah dengan dolar) yang kemudian merambat kepada semua sektor tanpa terkecuali. Tingkat inflasi ketika itu sebesar 77,60% yang diikuti pertumbuhan ekonomi minus 13,20%. Adapun terganggunya sektor riil tampak pada kontraksi  produksi pada hampir seluruh sektor  perekonomian. Krisis ekonomi atau yang sering disebut dengan nama krisis moneter merupakan suatu peristiwa atau kondisi menurunya ekonomi suatu  Negara. Beberapa Negara pernah mengalami yang namanya krisis dalam  perekonomian negaranya. Karena krisis merupakan kejadian yang simultan dan memiliki effek yang akan menyebar keberbagai Negara. Banyak yang menyebutkan bahwa Krisis moneter merupakan hasil dari ekonomi kapitalis yang sepenuhnya bergantung pada sistem pasar yang ada. Akibatnya pasar tidak terkendali dan mengakibatkan terjadinya krisis. Sebagian besar negara-negara di dunia pernah mengalami krisis ekonomi, bahkan AS juga pernah mengalaminya. Indonesia pun tidak dapat mengelak dari permasalah tersebut, dimana Indonesia dilanda oleh suatu krisis ekonomi yang diawali dari krisis nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada  pertengahan tahun 1997. Sejak  berdirirnya orde baru tahun 1966-1998, terjadi krisis rupiah pada pertengahan tahun 1997 yang berkembang menjadi suatu krisis ekonomi yang besar. Krisis  pada tahun ini jauh lebih parah dan kompleks dibandingkan dengan krisis-krisis sebelumnya yang pernah dialami oleh Indonesia. Dengan kata lain,  perubahan pada faktor makro ekonomi akan mempengaruhi tingkat resiko saham dan tingkat resiko saham ini akan  berdampak pada return saham tersebut. Hal ini menuntut para Investor untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap keputusan investasi yang akan dipilih, terutama investasi di pasar modal karena harus lebih memperhatikan faktor  –   faktor makroekonomi tersebut terhadap  perkembangan perusahaan yang akan dipilih sebagai objek investasi.  Memburuknya kondisi makroekonomi suatu negara seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, tingkat suku bunga SBI dan kurs rupiah terhadap dollar Amerika sebagai resiko sistematis yang tidak dapat dihindari mempengaruhi  produktivitas perusahaan  –   perusahaan di Indonesia. 1.2. Rumusan masalah 1.1.1 Pengertian krisis ekonomi Krisis ekonomi merupakan peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia. Ini dapat kita lihat bahwa negara adidaya yang memegang kendali ekonomi pasar dunia yang mengalami keruntuhan besar dari sektor ekonominya. Bencana pasar keuangan akibat rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri Paman Sam satu per satu, tinggal menunggu waktu saja. Bangkrutnya Lehman Brothers langsung mengguncang bursa saham di seluruh dunia. Krisis ekonomi adalah istilah yang digunakan pada  bidang ekonomi dan mengacu pada  perubahan drastis pada perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi secara cepat tersebut mengarah pada turunnya nilai tukar mata uang dan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Krisis ekonomi dapat melanda suatu negara apabila perubahan perekonomian sudah tidak dapat dibendung lagi. menurut ahli ekonomi, pengertian krisis ekonomi secara sederhana adalah suatu keadaan dimana sebuah negara yang  pemerintahnya tidak dipercaya lagi oleh rakyatnya, khususnya masalah finansial. rakyatnya tidak mau lagi menyimpan uang di bank-bank yang ada, sehingga  bank-bank mengalami kesulitan uang tunai. jika itu terjadi maka bank sentral akan mencairkan asetnya untuk menalangi semua bank-bank itu. setelah itu maka harga-harga naik seiring dengan  banyaknya uang tunai di masyarakat akibat bank kelebihan uang tunai. jika keadaan itu terjadi maka negara memasuki masa krisis. negara tidak mampu membayar hutangnya sehingga hutangnya sudah jauh diatas PDB-nya.maksudnya, ketika suatu negara mempunyai hutang terhadap negara lain dan bunga dari hutang tersebut semakin  bertambah setiap tahunnya, tetapi  pendapatan negara tersebut tidak mengalami pertambahan akibat krisis ekonomi, sehingga membuat negara tersebut mengalami kesulitan untuk membayarhutang-hutangnya berdasarkan  pengertian tentang krisis dan ekonomi yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa krisis ekonomi adalah suatu peristiwa yang genting dan  penuh dengan kemelut tentang tatanan kehidupan perekonomian suatu Negara yang merupakan faktor dasar bidang kehidupan manusia yang bersifat materil. Jika ekonomi suatu negara sudah sampai  pada tahap ini, maka pemulihan ekonomi akan lebih sulit dilakukan.. negara merupakan topik yang umum diperbincangkan dan erat kaitannya dengan kebijakan moneter suatu negara. Perekonomian suatu negara tidak terlepas dari campur tangan pemerintahan (petinggi negara) dalam menyusun regulasi atau kebijakan untuk meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan. Jika ekonomi suatu  negara sudah sampai pada tahap ini, maka  pemulihan ekonomi akan lebih sulit dilakukan.. negara merupakan topik yang umum diperbincangkan dan erat kaitannya dengan kebijakan moneter suatu negara. Perekonomian suatu negara tidak terlepas dari campur tangan  pemerintahan (petinggi negara) dalam menyusun regulasi atau kebijakan untuk meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan. Krisis juga istilah lama dalam teori siklus bisnis, merujuk  pada perubahan tajam menuju resesi, titik  balik ditandai oleh kemajuan atau kemunduran yang tajam. Menurut Kamus  besar Bahasa Indonesia krisis adalah keadaan yang berbahaya, keadaan genting, kemelut, dengan suram dalam  berbagai hal seperti ekonomi dan moral. Krisis ekonomi adalah transisi yang tajam dimana terjadi penurunan siklus bisnis dan secara umum memperlambat kegiatan perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi secara cepat tersebut mengarah pada turunnya nilai tukar mata uang dan harga kebutuhan  pokok yang semakin tinggi. Krisis ekonomi dapat melanda suatu Negara apabila perubahan ekonomi sudah tidak dapat dibendung lagi. 1.1.2 Faktor Penyebab Krisis Ekonomi  penyebab utama dari terjadinya krisis yang  berkepanjangan ini adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sangat tajam, meskipun ini bukan faktor satu-satunya, tetapi ada banyak faktor lainnya yang berbedamenurut sisi pandang masing-masing pengamat. Berikut ini diberikan rangkuman dari berbagai faktor tersebut menurut urutan kejadiannya: 1. Dianutnya sistim devisa yang terlalu bebas tanpa adanya pengawasan yang memadai,memungkinkan arus modal dan valas dapat mengalir keluar-masuk secara  bebas berapapun jumlahnya. Kondisi di atas dimungkinkan, karena Indonesia menganut rezim devisa bebas dengan rupiah yang konvertibel, sehingga membuka peluang yang sebesar-besarnya untuk orang bermain di pasar valas. Masyarakat bebas membuka rekening valas di dalam negeri atau di luar negeri. Valas bebas diperdagangkan di dalam negeri, sementara rupiah juga bebas diperdagangkan di pusat-pusat keuangan di luar negeri. 2. Tingkat depresiasi rupiah yang relatif rendah, berkisar antara 2,4% (1993) hingga 5,8% (1991) antara tahun 1988 hingga 1996, yang berada di bawah nilai tukar nyatanya, menyebabkan nilai rupiah secara kumulatif sangat overvalued. Ditambah dengan kenaikan pendapatan penduduk dalam nilai US dollar yang naiknya relatif lebih cepat dari kenaikan pendapatan nyata dalam Rupiah, dan produk dalam negeri yang makin lama makin kalah bersaing dengan produk impor. Nilai Rupiah yang overvalued berarti  juga proteksi industri yang negatif. Akibatnya harga barang impor menjadi relatif murah dan produk dalam negeri relatif mahal, sehingga masyarakat memilih barang impor yang kualitasnya lebih baik. Akibatnya  produksi dalam negeri tidak berkembang, ekspor menjadi kurang kompetitif dan impor meningkat. Nilai rupiah yang sangat overvalued ini sangat rentan terhadap serangan dan permainan spekulan, karena tidak mencerminkan nilai tukar yang nyata. 3. Akar dari segala permasalahan adalah utang luar negeri swasta jangka pendek dan menengah sehingga nilai tukar rupiah mendapat tekanan yang berat karena tidak tersedia cukup devisa untuk membayar utang yang jatuh tempo beserta bunganya ditambah  sistim perbankan nasional yang lemah. Akumulasi utang swasta luar negeri yang sejak awal tahun 1990-an telah mencapai  jumlah yang sangat besar, bahkan sudah jauh melampaui utang resmi pemerintah yang  beberapa tahun terakhir malah sedikit  berkurang (oustanding official debt). 4. Permainan yang dilakukan oleh spekulan asing yang dikenal sebagai hedge funds tidak mungkin dapat dibendung dengan melepas cadangan devisa yang dimiliki Indonesia  pada saat itu, karena praktek margin trading, yang memungkinkan dengan modal relatif kecil bermain dalam jumlah besar. Dewasa ini mata uang sendiri sudah menjadi komoditi  perdagangan, lepas dari sektor riil. 5. Kebijakan fiskal dan moneter tidak konsisten dalam suatu sistim nilai tukar dengan pitabatas intervensi. Sistim ini menyebabkan apresiasi nyata dari nilai tukar rupiah dan mengundang tindakan spekulasi ketika sistim batas intervensi ini dihapus  pada tanggal 14 Agustus 1997 tidak adanya kebijakan pemerintah yang jelas dan terperinci tentang bagaimana mengatasi krisis dan keadaan ini masih berlangsung hingga saat ini. Ketidak mampuan  pemerintah menangani krisis menimbulkan krisis kepercayaan dan mengurangi kesediaan investor asing untuk memberi  bantuan finansial dengan cepat . 6. Defisit neraca berjalan yang semakin membesar, yang disebabkan karena laju  peningkatan impor barang dan jasa lebih  besar dari ekspor dan melonjaknya  pembayaran bunga pinjaman. Sebab utama adalah nilai tukar rupiah yang sangat overvalued, yang membuat harga barang- barang impor menjadi relatif murah dibandingkan dengan produk dalam negeri. Menurut Identifikasi Pakar  : 1. Adanya productivity gap (kesenjangan produktifitas) yang erat  berhubungan dengan lemahnya alokasi aset ataupun faktor - faktor  produksi. 2. Fenomena diequilibrium trap (jebakan ketidak seimbangan)  berkaitan tentang ketidakseimbanagan struktur antar sektor produksi. 3. Fenomena loan addiction (ketergantungan pada hutang luar negeri imbas dari perilaku para  pebisnis yang sering beraktifitas dalam bentuk mata uang asing (foreign currency) Hal ini menyebabkan Krisis Keuangan Global Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat  bermula dari krisis kredit perumahan di Amerika Serikat. Amerika Serikat  pada tahun 1925 telah menetapkan undang-undang mengenai Mortgage (Perumahan). Peraturan tersebut  berkaitan dengan sektor properti, termasuk kredit kepemilikan rumah yang memberikan kemudahan bagi  para kreditur. Banyak lembaga keuangan pemberi kredit properti di Amerika Serikat menyalurkan kredit kepada masyarakat yang sebenarnya secara finansial tidak layak memperoleh kredit yaitu kepada masyarakat yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kredit yang mereka lakukan. Situasi tersebut memicu terjadinya kredit macet di sektor  properti (subprime mortgage). Kredit macet di sektor properti tersebut
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x