Magazine

PEMELIHARAAN SUMBER DAYA MANUSIA PERUSAHAAN (MAINTENANCE)

Description
Pengertian, Tujuan, Metode Pemeliharaan, Hubungan Industrial Pancasila
Categories
Published
of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  PEMELIHARAAN SUMBER DAYA MANUSIA PERUSAHAAN (  MAINTENANCE ) A.   Pengertian Pemeliharaan Sumber Daya Manusia   Ada beberapa konsep pengertian pemeliharaan dari berbagai sumber buku antara lain: Landasan pertama yakni dalam kitab petunjuk bagi umat Islam (Al- Qur’an) telah terdapat beberapa konsep tentang pemeliharaan sumber d aya manusia (maintance), konsep ini didasarkan pada surah Al-Maidah ayat 11, Al- Hujarat yat 10, dan At-Taubah ayat 105. Konsep pola perilaku manajemen pemeliharaan sumber daya manusia yang dapat diterapkan dalam lembaga yang berorganisasi didasarkan pada penghormatan setiap individu sebagai potensi kapabilitas, pengalaman, hak, dan kewajiban masing-masing. Adanya kondisi saling menghormati antara pimpinan dan pekerja, hubungan kerjasama yang baik yang didasari kebijakan dan ketakwaan, komunikasi yang baik, dan sikap mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan pribadi. Fungsi pemeliharaan menyangkut perlindungan kondisi fisik, mental, dan emosi karyawan. Pemeliharaan adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunujang tercapainya tujuan perusahaan (MSDM, Hasibuan:179). Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa maintenance  adalah: suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjaga karyawannya dan mempertahankan kondisi fisik dan jiwa tenaga kerjanya dalam melakukan pekerjaannya untuk menggapai visi dan misi perusahaan. yang dimaksudkan dengan pemeliharaan disini adalah menjaga kemauan, keinginan, kesetiaan, dan kemampuan karyawan dalam melakukan pekerjaannya pada sebuah perusahaan. Untuk memelihara vitalitas atau kekuatan tenaga kerja maka perlu dilakukan usaha perlindungan fisik, jiwa, dan raga para karyawan dari berbagai ancaman yang merugikan.  Upaya pemeliharaan ini perlu dilakukan terus menerus karena SDM yang kurang mendapat perhatian dan pemeliharaan dari perusahaan akan menimbulkan masalah yaitu, semangat kerja dan prestasi karyawan akan merosot dan loyalitas karyawan menurun. Jika hal ini terjadi maka akan berakibat pada tingginya tingkat ketidak disiplinan karyawan. Oleh karena itu, suatu perusahaan yang ingin berkembang dan maju harus melakukan kegiatan pemeliharaan terhadap SDM yang bekerja diperusahaan. Karena dengan adanya pemeliharaan karyawan akan mengakibatkan pada tingkat produktivitas karyawan terhadap suatu perusahaan. B.   Tujuan Pemeliharaan Adapun yang menjadi tujuan dari pemeliharaan ( Hasibuan : 2006 ) adalah sebagai berikut : 1.   Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. 2.   Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan. 3.   Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn-over karyawan. 4.   Memberikan ketenangan, keamanan, dan kesehatan karyawan. 5.   Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya. 6.   Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan. 7.   Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis. 8.   Mengefektifkan pengadaan karyawan. C.   Metode Pemeliharaan  Pemilihan metode yang tepat bertujuan agar pelaksanaannya efektif dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi suatu perusahaan. Menurut Hasibuan dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia”, manajer seharusnya menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam melakukan tugas-tugasnya. Adapun metode-metode pemeliharaan antara lain: 1.   Komunikasi Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Dalam menyampaikan informasi, komunikasi sangat diperlukan. komunikasi berfungsi untuk  instructive, informative, influencing, dan evaluative. Komunikasi disebut efektif jika informasi disampaikan secara singkat, jelas, dapat dipahami dan dilaksanakan sama dengan maksud komunikator. Melalui komunikasi yang baik dan efektif maka permasalaha-permasalahan yang terjadi di dalam perusahaan dapat diselesaikan. Sesungguhnya komunikasi merupakan bentuk dari kehidupan manusia. Dalam proses komunikasi hendaklah memperhatikan etika dengan baik dan benar. Agar harapan dari apa yang disampaikan dapat dapat diterima dan direspon dengan baik pula dari lawan komunikasi. Etika tersebut adalah berkomunikasi dengan perkataan yang benar dan penyampaian yang dapt diterima dengan baik. Adapun panduan komunikasi dalam Islam terdapat pada surah An-Nisa ayat 9 dan 63, Al- Ahzab ayat 32, Al- Isyra’  ayat 23, dan Surat Thaha ayat 43-44. Konflik yang terjadi dapat diselesaikan melalui rapat dan musyawarah. Jadi, komunikasi sangat penting untuk menciptakan pemeliharaan karyawan dalam perusahaan. 2.   Insentif Menurut Hasibuan dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia”, insentif adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu berdasarakan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan produktivitas kerjanya. Adapun jenis insentif dalam buku Hasibuan terbagi atas dua yaitu: a.    Insentif positif   , adalah daya pendorong dengan memberikan hadiah material atau non material kepada karyawan yang prestasi kerjanya di atas prestasi standar. b.    Insentif negatif  , adalah daya pendorong dengan memberikan ancaman hukuman kepada karyawan yang prestasi kerjanya di bawah prestasi standar. Selain jenis-jenisnya, Insentif juga memiliki bentuk-bentuk insentif antara lain:  a.   Non material insentif, adalah daya pendorong yang diberikan kepada karyawan berbentuk penghargaan atau pengukuhan berdasarkan prestasi kerjanya. Misalnya piagam, piala, medali. b.   Sosial insentif, adalah daya pendorong yang diberikan pada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berupa fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, seperti promosi, mengikuti pendidikan atau naik haji. c.   Material insentif, adalah daya pendorong yang diberikan pada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berbentuk uang dan barang. material insentif ini bernilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Pemberian insentif yang adil dan terbuka akan menciptakan pemeliharaan yang baik dan selaras, sehingga loyalitas dan semangat kerja karyawan akan meningkat dan absensi serta tingkat keluar-masuk karyawan akan menurun. Jadi, pemberian insentif sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan dalam suatu perusahaan. 3.   Program Kesejahteraan Ekonomi Karyawan a.   Pengertian Kesehatan dan Keselatan Kerja Menurut Hasibuan dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia”, kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (material dan non material) yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan. Sementara itu, menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja. Kesejaheraan yang diberikan sangatlah berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan beserta keluarganya. Pemberian kesejahteraan akan menciptakan ketenangan, semangat kerja, dedikasi, disiplin, dan sikap loyal karyawan terhadap perusahaan sehingga labour turnover relatif rendah.  b.   Tujuan Kesejahteraan Kerja Pemberian kesejahteraan ini bertujuan mendorong agar tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat serta tidak melanggar peraturan legal pemerintah. Tujuan pemberian kesejahteraan antara lain; 1.   Untuk meningkatkan kesetiaan dan keterikatan karyawan kepada 2.   perusahaan. 3.   Memberikan ketenangan dan pemenuhan kebutuhan bagi karyawan 4.   beserta keluarganya. 5.   Memotivasi gairah kerja, disiplin, dan produktivitas kerja karyawan. 6.   Menurunkan tingkat absensi dan turnover karyawan. 7.   Menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang baik serta nyaman. 8.   Membantu lancarnya pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai kerjaan. 9.   Memelihara kesehatan dan meningkatkan kualitas karyawan. 10.   Mengefektifkan pengadaan karyawan. 11.   Membantu membantu melaksanakan program pemerintah dalam 12.   meningkatkan kualitas manusia Indonesia. 13.   Mengurangi kecelakaan dan kerusakan peralatan perusahaan. 14.   Meningkatkan status sosial karyawan beserta keluarganya c.   Program dan Jenis Kesejahteraan Jenis-jenis kesejahteraan yang diberikan adalah finansial dan nonfinansial yang bersifat ekonomis, serta pemberian fasilitas dan pelayanan. Pemberian kesejahteraan perlu diprogram dengan sebaik- baiknya, supaya bermanfaat dalam mendukung tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Hal ini penting supaya kesejahteraan yang pernah diberikan tidak ditiadakan karena akan mengakibatikan karyawan yang malas, disiplinnya merosot, kerusakan meningkat, bahkan turnover meningkat. Jenis kesejahterahaan yang akan diberikan harus selektif dan efektif mendorong terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan beserta keluarganya. Jadi penentuan jenis kesejahteraan harus hati-hati, bukan emosional. Program Kesejahteraan Ada tiga bentuk program kesejahteraan (pelayanan) karyawan, yaitu:
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x