Law

Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Pegawai

Description
This study aims to determine the effect knowledge management influences employee performance at the Makassar Religious Training Center Office. Data collection uses primary data obtained from questionnaires using total sampling techniques. The
Categories
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Halaman 58 Authors: Adzima& Sjahruddin.~ Issue1(Agustus, 2019); 58~68http://doi.org/10.5281/zenodo.3459964 JURNALORGANISASIDANMANAJEMEN Issue 1 (Juli, 2019) PengaruhKnowledgeManagementTerhadapKinerjaPegawai FauzanAdzima& HermanSjahruddinfauzanadzimaa@gmail.com 1) Mahasiswi Program Studi Manajemenpada SekolahTinggiIlmuEkonomiBongaya Makassar 2) DosenProgram Studi Manajemen padaSekolahTinggi IlmuEkonomi BongayaMakassar  Abstract  This study aims to determine the effect knowledgemanagement influences employee performance at theMakassar Religious Training Center Office. Datacollection uses primary data obtained fromquestionnaires using total sampling techniques. The population is all employees of the Makassar ReligiousEducation Training Office, amounting to  53  people, whilethe samples taken are  53  respondents, but in the test there were only   40  questionnaires that were feasible tobe tested. The results of the questionnaire have beentested for validity and reliability, BLUE has also beentested (Best, Linear, Unbiassed and Estimated or Classical Assumption Test in the form of normality assumptions, autocorrelation assumptions, linearity assumptions, and heterocedasticity assumptions. Dataanalysismethods use simple regression techniques.The results showed that the proposed hypothesis wasaccepted because it showed positive and significant hypothesis test results. This means that knowledgemanagement has a positive and significant effect onemployee performance Keywords:  Knowledge Management, EmployeePerformance.  Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirispengaruh  knowledge management   terhadap kinerjapegawai pada Kantor Balai Diklat KeagamaanMakassar. Pengumpulan data menggunakan dataprimer yang diperoleh dari kuesioner denganmenggunakan teknik   total sampling . Populasinyaadalah seluruh pegawai Kantor Balai Diklat KeagamaanMakassar yang berjumlah sebanyak 53 orang,sedangkan sampel yang diambil berjumlah 53responden,akan tetapi dalam pengujian hanya terdapat 40 kuesioner yang layak untuk diuji. Hasil kuesionertersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya, jugatelah duji  BLUE (Best, Linear, Unbiassed and Estimated  atau Uji Asumsi Klasik berupa asumsi normalitas,asumsi autokorelasi, asumsi linearitas, dan asumsiheterokedastisitasnya. Metode analisis datamenggunakanteknik regresisederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesisyang diajukan diterima karena menunjukkan hasil ujihipotesis yang positif dan signifikan. Ini berarti bahwa knowledge management   berpengaruh positif dansignifikanterhadapkinerja pegawai.KataKunci:  Knowledge Management  ,Kinerja Pegawai Pendahuluan Dunia kerja modern saat ini telah memasuki erayang disebut   technology age, and information age . Erayang ditandai dengan perubahan paradigma daripekerjaan yang hanya mengandalkan fisik sematasebagai basis kerja menjadi pekerjaan yangberbasiskan pengetahuan  (knowledge work) . Teknologidan Informasi menjadi sebuah kata kunci penting di eraini. Teknologi yang membantu untuk lebih  Halaman 59 Authors: Adzima& Sjahruddin. ~ Issue1(Agustus,2019);58~68http://doi.org/10.5281/zenodo.3459964 memudahkan pekerjaan seorang pegawai dankumpulan informasi yang tersistematis dengan baik kemudian akan membentuk sebuah pengetahuan(Ikrahmawati, 2016). Pengetahuan inilah yang padaakhirnya menjadi basis penting di dalam jantung duniakerja modern saat ini. Dalam upaya meningkatkanpengetahuan tentunya harus di dukung denganpemberian pendidikan dan pelatihan untuk menambahkan pengetahuan manajemen pegawai agartercapainyakinerjayangmaksimal.Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK)Makassar merupakan unit pelaksana teknis BadanPenelitian dan Pengembangan Agama dan PendidikanPelatihanKegamaan (Balitbangdan DiklatKementerianAgama) BDK bertanggung jawab kepada kepalaBalitbang dan Diklat Kementerian Agama. Pembinateknis terhadap Balai Diklat Keagamaan dilaksanakanoleh Pusdiklat Administrasi dan Pusdiklat TenagaTeknis Keagamaan sesuai dengan bidang tugas masing-masing, dan pembinaan administrasi dilakukan olehsekretaris Badan Litbang dan Diklat. Berdasarkan Visidan Misi, maka Kepala Balai Diklat wajib menerapkanprinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dilingkungan Balai Diklat Keagamaan sebagai instansivertical maupun dengan satuan kerjanya yang ada dilingkungan kerja BDK Makassar, serta pemerintahdaerah setempat. Balai Diklat Keagamaan Makassarmemiliki wilayah kerja 3 (tiga) propinsi, yaitu: PropinsiSulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat. https://bdkmakassar.kemenag.go.id/  Kinerja Pegawai adalah suatu hasil kerja  yang dicapai oleh masing-masing pegawai yang dalampelaksanaan tugas pekerjaan berdasarkan ukuran danwaktu yang telah ditentukan guna mewujudkan tujuanorganisasi. Kinerja pegawai dalam suatu organisasidikatakan berkualitas dan berhasil dalam mencapaitujuan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yangberasal dari dalam organisasi seperti pendidikan danpelatihan, disiplin kerja, kompetensi pegawai yangsesuai dengan kemampuan pegawai dalammenyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya, sehinggamenghasilkan output yang berkualitas. Kinerja yangmaksimal dari seorang pegawai dapat diperoleh jikaorganisasi mampu mengarahkan dan mengembangkanpotensi yang dimiliki pegawainya dapat bekerja secaraoptimal. Pernyataan tersebut diperkuat oleh(Sedarmayanti, 2011) dalam (La Edy dan AgustinaRisambessy, 2018) “kinerja adalah hasil yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalamsuatu organisasi, sesuai dengan wewenang dantanggung jawab masing-masing dalam rangka upayamencapai tujuan organisasi bersangkutan sesuaidengan moral maupun etika”. Hal yang dapat membantu seorang pegawai untuk meningkatkankinerjanya dan mencapai tujuan organisasi adalahdengan cara menigkatkan pengetahuan manajemenpegawai. Knowlеdgе Managеmеnt   ialah suatu rangkaiankegiatan yang digunakan oleh organisasi baik instansimaupun perusahaan untuk mengidentifikasi,menciptakan dan menjelaskan dalam penerapanpengetahuan untuk digunakan kembali, agar dapat diketahui dan dipelajari sehingga mencapai tujuan organisasi. Untuk mеndapatkan knowlеdgе managеmеnt   yang maksimal tidak hanya cukup mеngеlola pеngеtahuan organisasi saja, mеlainkan mеngеmbangkan pеngеtahuan yang dimiliki sеtiap individu yang bеrada didalam organisasi. Ashok,(2011)berpendapat   knowledge management   adalah prosesyang efektif terkait dengan eksplorasi, oksploitasi danberbagi pengetahuan manusia yang menggunakanteknologi tepat guna dan lingkungan budaya untuk meningkatkanmodalintelektualdankinerjapegawai.Persaingan di dunia kerja sangat ketat sehinggamembuatseluruh pegawai tetapbertahan dan bersaing.Untuk itu salah satu cara yang dapat membantuseorang pegawai yaitu dengan meningkatkanpengetahuan atau  knowledge management   denganbaik.Dalam situasi kerja, pada umumnya tercipta suatusuasana yang kondusif yang di dalamnya terdapat pegawai yang memiliki prestasi kerja, semangat kerja,dan pengetahuan manajemen pegawai. Berdasarkanhasil pra-penelitian yang telah dilaksanakan di KantorBalai Diklat Keagamaan Makassar, bahwa fenomenayang terjadi di Kantor Balai Diklat KeagamaanMakassar yaitu terdapat beberapa pegawai yangmenghadapi tugas atau pekerjaan akan tetapi bertolak belakang dengan pendidikan formal yang dia dapatkan,sehingga pihak kantor harus memberikan pelatihan,pendidikan serta pengembangan pengetahuan yangsesuai dengan bidangnya masing-masing terutamadalam pemanfaatan teknologi yang harusdikembangkan di era saat ini, hal tersebut agar dapat memudahkan pekerjaan seorang pegawai dalammelaksanakan tugas. Pengetahuan yang dimaksudadalah  Eksplisit Knowledge  atau  KnowledgeManagement   agar mereka dapat meningkatkan kualitaskerjanya.Sebelum penelitian ini dilakukan, sudah terdapat penelitian terdahulu yang berkaitan dengan  knowledgemanagement   dengan metode penelitian ekspalanasikuantitatif. Penelitian tersebut dari Nata & Sri Budiani(2013) mengenai Pengaruh  Knowledge Management  Terhadap Kinerja Karyawan : Studi Kasus  DepartemenFront Office  Surabaya Hotel Plaza memiliki persamaandalam penelitian ini dengan terdahulu adalah indikator  Halaman 60 Authors: Adzima& Sjahruddin. ~ Issue1(Agustus,2019);58~68http://doi.org/10.5281/zenodo.3459964 yang digunakan yaitu  people, process and technology  akan tetapi terdapat perbedaan pada lokasi penelitianini yang bukan swasta melainkan kantor instansipemerintahan. Hasil dari penelitian ini memberikanpengaruh yang baik atau positif signifikan kepadakaryawan hotel. Faktor yang paling dominanmempengaruhi kinerja karyawanadalah technology. Namun (Nurpratama, 2016) mengatakan bahwaPengaruh  Knowledge Management   Terhadap Kinerjayang menghasilkan kesimpulan bahwa pada pengaruhlangsung  people, process, and technology   tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerjakaryawan. Namun pada pengaruh tidak langsung  personal knowlegde dan job procedure  berpengaruhsecarasignifikanterhadap kinerjakaryawan.Temuan peneliti terdahulu membuktikan bahwakapasitas sumberdaya manusia yang tinggi terbuktidapat meningkatkan kinerja karyawan (Amin, M. H.,Sjahruddin, H., & Alam, S., 2018). Serupa dengantemuan tersebut, bahwa semakin tinggi kompetensiyang dimiliki aparatur teknik akuntansi, maka semakintinggi kualitas pelaporan yang dihasilkannya (Sitepu, N.A., Sjahruddin, H., & Idris, M. H., 2017). Perbedaanpenelitian ini dengan terdahulu adalah konsep yangdigunakan yaitu  job procedure, personal knowledge and technology   serta lokasi penelitian. TinjauanPustaka1.TinjauanTeoritisa. PengertianManajemenSumberDayaManusia Keberhasilan dan kelangsungan hidup perusahaanmerupakan tugas utama yang dilakukan denganmenjaga dan meningkatkan sumber daya yangdimilikinya termasuk di dalamnya meningkatkankinerja pegawainya dengan diantaranya instansipemerintahan harus selalu mengutamakan tingkat pendidikan, dan motivasi yang berguna bagi pegawaidan intansi itu sendiri. Pengelolaan sumber dayamanusia juga tidak lepas dari faktor pegawai yangdiharapkan dapat berprestasi sebaik mungkin demimencapai tujuan organisasi. Pegawai merupakan aset utama organisasi dan mempunyai peran yang strategisdi dalam organisasi yaitu sebagai pemikir, perencana,dan pengendali aktivitasorganisasi.Menurut Kasmir (2016) manajemen sumber dayamanusia adalah sebuah proses pengelolaan manusia,melalui perencanaan, rekrutmen seleksi, pelatihan,pengembangan, pemberian kompensasi, karier,keselematan dan kesehatan serta menjaga hubunganindustrial sampai pemusatan hubungan kerja gunamencapai tujuan perusahaan dan peningkatankesejahteraan  stakeholder  . Banyak organisasi yangmenyebutkan bahwa konsep MSDM sebagai bentuk praktik-praktik manusia. Strategi yang mendasaripraktik-praktik perlu dipertimbangkan agar dapat memaksimalkan pengaruhnya terhadap kinerjaorganisasi 2. Knowledgea. PengertianKnowledge Secara umum pengertian  knowledge  adalah berbagaigejala yang ditemui dan diperoleh manusia melaluipengamatan akal. Pengetahuan muncul ketikaseseorang menggunakan akal budinya untuk mengenalibenda atau kejadian tertentu yang belum dilihat ataudirasakan sebelumnya. Pengetahuan adalah hasilpengindraan manusia atau hasil tahu seseorangterhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata,hidung, telinga, dan sebagainya). Dengan sendirinyapada waktu pengindraan sampai menghasilkanpengetahuan tersebut sangat dipengaruhi olehintensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2011)pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitandengan proses pembelajaran. Proses belajar inidipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam, sepertimotivasi dan faktor luar berupa sarana informasi yangtersedia,sertakeadaansocialbudaya.Dari definisi yang ada diatas dapat disimpulkanbahwa  knowledge  adalah sesuatu yang di dapatkanmelalui pembelajaran dimana faktor mempengaruhifaktor dari dalam seperti motivasi dan faktor dari luarberupa informasi atau maklumat yang diketahui sertadi sadari olehseseorang.Pengetahuan tercipta dari interaksi komponen tipepengetahuan. Menurut Nonaka (2004) dalamIkrahmawati (2016) terdapat dua tipe pengetahuandalam diri manusia yaitu pengetahuan  tacit (tacit knowledge)  dan pengetahuan  eksplisit (explicit knowledge). 3. KnowledgeManagement a.PengertianKnowledgeManagement  Pada Buku Pintar Dana Desa menjelaskan bahwabelanja desa adalah semua pengeluaran yangmerupakan kewajiban desa dalam satu tahun anggaranyang tidak akan diperoleh pembayarannya kembalioleh desa serta anggaran tersebut dipergunakan untuk penyelenggaraan kewenangan desa. Sesuai denganPeraturanPemerintahNomor43Pasal100Tahun2014Belanja Desa yang ditetapkan dalam APB Desadigunakandengan ketentuan:   Manajemen Pengetahuan ( knowledge management  )ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan olehorganisasi baik institusi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, danpenerapan pengetahuan untuk digunakan kembali,  Halaman 61 Authors: Adzima& Sjahruddin. ~ Issue1(Agustus,2019);58~68http://doi.org/10.5281/zenodo.3459964   diketahui, dan dipelajari sehingga dapat mencapaitujuan organisasi. Untuk mеndapatkan knowlеdgе managеmеnt   yang maksimal tidak hanya cukup mеngеlola pеngеtahuan organisasi saja, mеlainkan mеngеmbangkan pеngеtahuan yang dimiliki sеtiap individu yang bеrada didalam organisasi. Ashok, (2011) berpendapat   knowledge management  adalah proses yang efektif terkait dengan eksplorasi,oksploitasi dan berbagi pengetahuan manusia yangmenggunakan teknologi tepat guna dan lingkunganbudaya untuk meningkatkan modal intelektual dankinerja pegawai (Idris,M. H.,Jamali,H.,& Sjahruddin,H.(2019).Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa knowledge management   adalah proses ekplorasi,eksploitasi dan berbagi pengetahuan antar manusiadalam menggunakan teknologi dan pekerjaan yangsesuai dengan bidangnya masing-masing serta untuk meningkatkan intelektual sehingga dapat terciptanyahasil kinerja yang baik untuk instansi pemerintahan,perusahaandanorganisasi. b. FungsiKnowledgeManagement  Menurut Frappaolo dan Toms (2000) dalamIkrahmawati (2016) fungsi  knowladge management  dalamsuatuorganisasi ada lima,yaitusebagaiberikut: (1) Intermediation , (2)  Externalization, (3)Internalization, (4) Cognition, dan (5) Measurement  4. KinerjaPegawaia. PengertianKinerjaPegawai Istilah kinerja berasal dari kata  Job Performance prestasi kerja atau sesungguhnya yang dicapai olehseseorang.Menurut Sedarmayanti (2011) dalam La Edy danAgustina Risambessy (2018) kinerja adalah hasil yangdapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orangdalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dantanggung jawab masing-masing dalam rangka upayamencapai tujuan organisasi bersangkutan sesuaidenganmoralmaupunetika.Kinerja adalah suatu hasil kerja atau pencapaianoleh masing-masing pegawai yang dalam pelaksanaantugas pekerjaan berdasarkan ukuran dan waktu yangtelah ditentukan guna mewujudkan tujuan organisasi.Kinerja menjadi cerminan kemampuan danketerampilannya dalam pekerjaan tertentu yang akanberdampak padarewarddari instansi atau perusahaan b. ManfaatKinerjaPegawai Menurut Fahmi (2014) penilaian kinerja memilikibeberapamanfaatyaitu:1) Mengelola operasi organisasi secara efekrif danefisien melalui permotivasian pegawai secaramaksimum.2) Membantu pengambilan keputusan yangbersangkutan dengan pegawai, seperti: promosi,transferdan pemberitahuan.3) Mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan,pengembangan pegawai dan untuk menyediakankriteria seleksi serta evaluasi program pelatihankaryawan.4) Menyediakan umpan balik bagi pegawai mengenaibagaimanaatasanmerekamenilai kinerjamereka.5) Menyediakan satu dasar bagi distribusipenghargaan. Penelitianterdahulu Penelitian terdahulu yang menjadi referensidalam penelitianiniadalahsebagai berikut: Tabel1PenelitianTerdahulu Namadan TahunPenelitianTujuan danVariabelPenelitian Hasil PenelitianNata & SriBudiani(2013)Pengaruh KnowledgeManagement  TerhadapKinerjaKaryawan: StudiKasus DepartemenFront OfficeSurabaya PlazaHotel  1. Untuk mengetahuipengaruh knowledgemanagement  terhadap kinerjakaryawan:2. Variabel penelitiana) KnowledgeManagement,b) KinerjaKaryawan KnowledgeManagement   danKinerja Karyawanmemberikanpengaruh yang baik atau positif signifikankepada karyawanhotel. Faktor yangpaling dominanmempengaruhikinerja karyawanadalah  technology  .Wijayanti&Sundiman(2017)Pengaruh KnowledgeManagement  TerhadapKinerjaKaryawan (StudiEmpirisPada PT.SMSKabupatenKotawaringinTimur)1. Menganalisispengaruh KnowledgeManagement  terhadapKinerjaKaryawan2. Variabelpenelitian a) KnowledgeManagement  b) KinerjaKaryawan1. P ersonal knowledge  dan  job procedure memilikipengaruh positif signifikan padakinerja karyawan2. Pemanfaatanteknologimemilikipengaruh positif namun tidak signifikan padakinerja karyawanNurpratama(2016)Pengaruh KnowledgeManagement  TerhadapKinerjaKaryawan PT.PLN DistribusiJawaTimur1. MengetahuiPengaruh KnowledgeManagement  Terhadap KinerjaKaryawan2. Variabela) KnowledgeManagement b) Kinerja KaryawanTwrdapat pengaruhsignifikan secaraparsial variabel technology   terhadapkinerja karyawandan variabel technology   adalahvariabel yangmempunyaipengaruh palingdominan  Halaman 62 Authors: Adzima& Sjahruddin. ~ Issue1(Agustus,2019);58~68http://doi.org/10.5281/zenodo.3459964 Setiadi,Rubhasy,&Hasibuan(2011)PengaruhModel Goverment KnowledgeManagement System untuk MewujudkanTransparansidan PartisipasiPublikPadaInstansiPemerintahan1. MengetahuipengaruhModel Goverment KnowledgeManagement System untuk MewujudkanTransparansidanPartisipasiPublik 2. Variabela) ModelGovenrment KnowledgeManagement Systemb) Transparansic) PartisipasiPublik  Knowledgemanagement system memberikanpengaruh yangpositif signifikan terhadaptransparansi danpartisipasipublik  Sumber:HasilTelaahJurnal (2019) MetodePenelitian A.PendekatanPenelitian Pendekatan penelitian yang akan digunakanuntuk menganalisis penelitian ini adalah tipependekatan kuantitatif yang menganalisis data dalambentuk angka-angka kemudian membahasanya melaluiperhitungan dari skor atau nilai dari setiap variable,kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik yangdilakukan dengan bantuan program SPSS untuk membuktikan pengaruh antara variabel-variabel yangdiamati (Sugiyono,2009) B.TempatdanWaktuPenelitian Penelitian ini dlakukan pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Makassar, yang beralamat di Jalan SultanAlauddin Nomor 105a Kecamatan Tamalate KelurahanTamalate Kota Makassar. Penelitian ini berlangsungkuranglebih 2 bulan yaitu pada bulanMei-Juli 2019. C.PopulasidanSampel1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiriatas objek/subjek yang mempunyai kualitas dankarakteristik tertentu yang diterapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya(Sugiyono, 2013:115). Populasi dalam penelitian iniadalah pegawai pria dan wanita sebanyak 53 orang diKantorBalai DiklatKeagamaanMakassar 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dankarakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.(Sugiyono, 2013:116). Karena terbatasnya jumlahpopulasi penelitian, maka teknik penarikan sampeldilakukan dengan menggunakan teknik   total sampling dimana keseluruhan populasi digunakan sebagaisampeldala penelitian(53 orangpegawai). D.MetodePengumpulanData1.BentukPengumpulanData Dalam bentuk pengumpulan data ini penulismenggunakan  cross section,  yaitu data yangdikumpulkanpada suatuwaktu tertentu. 2.JenisData Jenis data yang digunakan dalam penelitian iniadalah data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti. 3. SumberData Jenis data yang digunakan adalah data sekunder.Data sekunder adalah data yang tidak didapatkansecara langsung oleh peneliti, data yang dimaksudberupa dokumen atau arsip-arsip yang dimiliki olehlembaga atau seseorang yang menjadi subjek penelitian.Data primer adalah data yang di peroleh secaralangsung dari sumber asli (tanpa perantara). Dataprimer yang digunakan dalam penelitian ini diperolehdari hasil penyebaran kuesioner yang disebarkan keseluruh pegawai di Kantor Balai Diklat KeagamaanMakassar. Data primer tersebut berupa data mentahdengan skala Likert untuk data tanggapan respondenmengenai  people ,  process , dan  technology   terhadap Kinerja Pegawai .Adapun Kriteria penilaian didasarkan padapengukuran skala Likert. Penentuan ini dihitungberdasarkan alternatif jawaban yang akan diberikanskor sebagai berikut:1) Sangat Buruk(SBR)/SangatRendah(SR) Point12) Buruk (BR)/Rendah (R) Point23) Netral(N) Point34) Baik (B)/Tinggi (T) Point45) SangatBaik(SB)/SangatTinggi (ST) Point5Untuk menentukan jawaban apakah sangat setujuBaik/Tinggi, setuju, netral dan tidak setuju/Buruk/Rendah terlebih dahulu ditentukan intervalnya.Berdasarkan alternative jawaban responden, makadapat ditentukan interval kelas, dengan cara skortertinggi – skor terendah, banyaknya bilangan, makadiperoleh: (5-1)/5 = 0,8 sehingga dengan demikiandapat diketahui kategori jawaban responden masing-masing variable yaitu:1) Skoruntukkategori sangat rendah = 1,00–1,802) Skoruntuk kategorirendah = 1,81–2,603) Skoruntuk kategoricukup = 2,61–3,404) Skoruntuk kategoritinggi = 3,41–4,20
Search
Similar documents
View more...
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x