Health & Lifestyle

Pengelolaan Lahan Pertanian Sawah Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Kampung Kuta Desa Karangpaningal Kecamatan tambaksari Kabupaten Ciamis

Description
ABSTRAK Kampung Kuta merupakan sebuah kampung adat yang terletak di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Masyarakat Kampung Kuta merupakan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat para leluhur dalam berbagai aspek
Published
of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  1 PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN SAWAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT ADAT KAMPUNG KUTA DI DESA KARANGPANINGAL KECAMATAN TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS Paddy Farmland Management Based on Local Wisdom in Culture Community of Kampung Kuta Karangpaningal Village Tambaksari Districts Ciamis Regency Dr. H. Nandang Hendriawan, M. Pd. 1 (nandanghendriawan2@gmail.com)  Slamet Nopharipaldi Rohman   2  (slametnr22@gmail.com)  Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya ABSTRAK Kampung Kuta merupakan sebuah kampung adat yang terletak di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Masyarakat Kampung Kuta merupakan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat para leluhur dalam berbagai aspek kehidupan. Sumberdaya alam yang ada hingga saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lahan pertanian sawah yang ada di Kampung Kuta merupakan kekayaan sumberdaya alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat adat Kampung Kuta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Pengelolaan lahan pertanian sawah berbasis kearifan lokal yang ada pada masyarakat adat Kampung Kuta menjadi keunikan tersendiri yang jarang ditemukan di wilayah lain. Alat-alat yang digunakan masyarakat adat Kampung Kuta masih menggunakan alat-alat tradisional seperti  pacul, arit, etem, dan sarong.  Terdapat berbagai ritual dan upacara-upacara adat yang harus dilakukan dalam kegiatan pertanian di Kampung Kuta. Pemanfaatan hasil pertanian sawah diorientasikan oleh masyarakat adat Kampung Kuta untuk ketahanan pangan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan lahan pertanian sawah berbasis kearifan lokal serta kondisi ketahanan pangan pada masyarakat adat Kampung Kuta. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumenter. Objek yang diteliti adalah pengelolaan lahan pertanian sawah berbasis kearifan lokal pada masyarakat adat Kampung Kuta dan subjek dalam penelitian ini adalah informan atau narasumber yang mengetahui tentang objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya kearifan lokal dalam  2 pengelolaan lahan pertanian sawah di Kampung Kuta kini sudah terpengaruhi oleh unsur teknologi yang modern namun tidak menghilangkan secara keseluruhan unsur kearifan lokal yang ada. Pemanfaatan hasil pertanian sawah ditujukan untuk ketahanan pangan masyarakat adat Kampung Kuta. Kata Kunci : Lahan Pertanian Sawah, Kearifan Lokal, Masyarakat  ABSTRACT Kampung Kuta is a traditional village in Karangpaningal Village Tambaksari  District Ciamis Regency. The community of Kampung is a community still holding the customs of ancestor in every aspect of life. The natural resources to day still used by indigenous people of Kampung Kuta to meet their daily needs. Existing rice farmland in the Kampung Kuta is a wealth of natural resources in use by the indigenous peoples of Kuta Village to meet their daily needs. Paddy farm management based on local wisdom of the indigenous people of Kuta Village into unique characteristics that are rerely found in other regions. Tools that using by indigenous Kuta Village still using tarditional tools such as Pacul, Arit, Etem, and Sarong. There are various rituals and traditional ceremonies to be performed in agricultural activities in the Kuta Village. Utilization of agricultural produce rice  fields oriented by indigenous village of Kuta for the food security of indigenous  peoples. The purpose of this research to determine the fields of agricultural land management based on local wisdom as well as food security conditions in the indigenous village of Kuta Karangpaningal. The method of research is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques are observation, interviews, literature studies and documentary studies. The object under study is the management of the farm the fields based on local wisdom of the indigenous  peoples of Kuta Village and the subjects in this research is an informant who know about the project of research. The results showed that local wisdom in the management of agricultural land in the village of kuta paddy has now been affected by the elements of local wisdom. Utilization of paddy crops intended for the food security of indigenous peoples Kuta’s village.    Keywords : Paddy Farmland, Local Wisdom, Community   1.   PENDAHULUAN Latar Belakang Lahan pertanian merupakan sumberdaya alam berupa lahan produktif yang diolah oleh petani sebagai media tumbuhnya tanaman yang dimanfaatkan oleh petani untuk dijadikan lahan produksi pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia akan pangan. Rita Hanafie, (2010 : 55) mendefinisikan lahan pertanian, yakni lahan yang dikuasai dan pernah  3 diusahakan untuk pertanian selama setahun yang lalu. Lahan tersebut mencakup lahan sawah, huma, ladang, tegal/kebun, kolam/tebat/empang, tambak, lahan perkebunan, hutan, dan lahan untuk penggembalaan/padang rumput. Pertanian berkelanjutan perlu dilakukan karena berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya pertanian untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupan sehari  –   hari namun tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam untuk masa depan. Ketahanan pangan perlu diperhatikan dan terus dijaga agar terwujudnya suatu kemandirian pangan, terjaminnya ketersediaan pangan yang cukup, aman, berkualitas, memiliki nilai gizi yang baik dan seimbang di tingkat lokal hingga tingkat nasional. Food Agriculture Organization (FAO)  (1997) dalam Hanafie (2010 : 272) mendefinisikan ketahanan pangan sebagai situasi di mana semua rumah tangga mempunyai akses, baik secara fisik maupun ekonomi untuk memperoleh pangan bagi seluruh anggota keluarganya dan rumah tangga tidak beresiko untuk mengalami kehilangan kedua akses tersebut. Dalam bidang pertanian teknologi memiliki peranan yang sangat penting. Sejak zaman dulu kegiatan pertanian telah dilakukan oleh nenek moyang manusia dengan sistem dan caranya sendiri yang tradisional. Namun dewasa ini seiring berkembangnya zaman, peranan teknologi bagi sektor pertanian semakin kuat, sehingga dapat mempengaruhi ketahanan pangan itu sendiri. Pemanfaatan lahan pertanian sawah oleh masyarakat merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat setempat. Berbagai mekanisme dalam pengelolaan lahan pertanian sawah dilakukan agar dapat menghasilkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas, sehingga ketahanan pangan masyarakat dapat terjamin. Penggunaan teknologi dalam bidang pertanian cenderung memakan modal yang tidak sedikit karena teknologi yang digunakan merupakan cara yang membutuhkan biaya yang sangat mahal seperti penggunaan traktor yang  4 harus disertai dengan biaya untuk bahan bakar minyak agar traktor dapat berfungsi, biaya perawatan mesin traktor, dan biaya operasional untuk pengoperasian traktor dalam mengelola lahan pertanian sawah yang tidak murah. Kabupaten Ciamis merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki luas 1.433,87 Km 2  dengan luas lahan pertanian sawah 35.474 Ha menjadikan daerah tersebut sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian yang cukup besar (Sumber : Pusdalisbang Provinsi Jawa Barat 2014). Hal tersebut berpengaruh terhadap kegiatan mata pencaharian sebagian warga di daerah Kabupaten Ciamis untuk bermata pencaharian sebagai petani. Kegiatan pertanian merupakan kegiatan yang sangat penting karena pertanian yang dilakukan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok salahsatunya kebutuhan akan beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat. Kebutuhan pangan pokok seperti beras yang begitu besar memerlukan suatu upaya berupa adanya kegiatan pertanian di tingkat lokal yang stabil dan berkelanjutan sehingga hal tersebut akan membantu pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Sistem pengelolaan lahan pertanian sawah masyarakat adat Kampung Kuta masih tradisional, alat-alat yang digunakan untuk kegiatan pertanian di lahan pertanian sawah seperti,  pacul, arit, etem, dan sarong merupakan alat-alat yang hingga kini masih digunakan untuk mengelola tanaman padi. Setiap proses dalam kegiatan pertanian di Kampung Kuta terdapat ritual-ritual tertentu yang harus dilakukan. Upacara-upacara adat seperti  Hajat Bumi dan  Nyuguh merupakan upacara yang harus dilaksanakan. Masyarakat adat Kampung Kuta memiliki keyakinan bahwasannya apabila upacara-upacara tersebut tidak dilakukan maka akan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan yakni berupa kerusakan atau gagal panen. Hasil pertanian sawah yang ada khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adat Kampung Kuta sendiri. Panen padi dalam satu tahun rata-rata hanya dua kali panen, hasil panen disimpan oleh masyarakat adat Kampung Kuta di  Leuit   atau lumbung padi sebagai bahan pangan cadangan  5 mereka, namun sekarang ada yang namanya Goah atau tempat penyimpanan padi namun terdapat di dalam rumah. Terdapat keunikan lain dalam pemanfaatan hasil panen padi yang dilakukan oleh masyarakat adat Kampung Kuta, yakni untuk pemisahan beras dan gabah pertama dengan menggunakan  Lisung dan  Alu . Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penulis tertarik untuk meneliti lebih mendalam mengenai pengelolaan lahan pertanian sawah masayarakat adat yang ada di Kampung Kuta. Penelitan ini penulis tuangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul “Pengelolaan Lahan  Pertanian Sawah Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat  Kampung Kuta di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari  Kabupaten Ciamis”.   Rumusan Masalah  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, berikut ini rumusan masalah penelitian ini : 1.   Kearifan lokal apa sajakah yang dilakukan dalam pengelolaan lahan pertanian sawah masyarakat adat Kampung Kuta di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis ? 2.   Bagaimanakah kondisi ketahanan pangan masyarakat adat Kampung Kuta di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut : 1.   Untuk mengetahui kearifan lokal yang dilakukan dalam pengelolaan lahan pertanian sawah masyarakat adat Kampung Kuta di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. 2.   Untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan masyarakat adat Kampung Kuta di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis.
Search
Similar documents
View more...
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x