Concepts & Trends

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM PENGISIAN OTOMOTIF MELALUI APLIKASI MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID OS DEVELOPMENT OF AUTOMOTIVE CHARGING SYSTEM MODULE THROUGH MOBILE LEARNING APPLICATION BASED ANDROID OS

Description
Abstrak: Sebagai alternatif pembelajaran sekaligus inovasi, Miarso (2007: 542) menyatakan bahwa penggunaan teknologi pendidikan diyakini dapat mengatasi masalah dalam pembelajaran. Salah yang menjadi tren di dunia pendidikan adalah mobile learning.
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM PENGISIAN OTOMOTIFMELALUI APLIKASI  MOBILE LEARNING  BERBASIS ANDROID OS  DEVELOPMENT OF AUTOMOTIVE CHARGING SYSTEM MODULE THROUGH  MOBILE LEARNING APPLICATION BASED ANDROID OS Feber Widianto, Abdurrahman & HadromiPendidikan Teknik Otomotif, Teknik Mesin, Universitas Negeri Semarangfeber.widie@gmail.com Abstrak: Sebagai alternatif pembelajaran sekaligus inovasi, Miarso (2007: 542) menyatakan bahwapenggunaan teknologi pendidikan diyakini dapat mengatasi masalah dalam pembelajaran.Salah yang menjadi tren di dunia pendidikan adalah mobile learning . Penggunaan mediapembelajaran yang dapat dikembangkan dengan mobile learning  salah satunya adalah modulpembelajaran untuk materi sistem pengisian otomotif. Dalam penelitian ini langkah-langkahpenelitian dan pengembangan produk dalam penelitian ini menggunakan modelpengembangan 4D Model (Haviz, 2013: 38). Metode pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan angket penelitian yang ditujukan untuk pengguna yaitu mahasiswa, ahli media,dan ahli materi. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan sebuah media pembelajaran sistempengisian otomotif berupa aplikasi mobile learning berbasis android operating system .Pembuatan aplikasi mobile learning ini menggunakan software Adobe Corel Draw  sebagaiaplikasi graphic design  dan framework Ionic  sebagai library  pemrograman. Berdasarkanpenilaian dari ahli media dan ahli materi, menunjukkan data bahwa produk penelitian aplikasi mobile learning modul sistem pengisian otomotif ini memperoleh persentase penilaiansebesar 74.7025% yang berada pada kriteria valid sehingga layak digunakan sebagai mediapembelajaran. Sementara itu, penilaian terhadap respon pengguna, menunjukkan bahwarespon pengguna terhadap produk penelitian aplikasi  mobile learning  modul pembelajaransistem pengisian otomotif mendapat persentase penilaian sebesar 86.33%.  Kata kunci:  a  plikasi android, mobile learning, modul sistem pengisian Abstract : As an alternative to learning as well as innovation, Miarso (2007: 542) states that the use ofeducational technology is believed to be able to overcome problems in learning. One of thetrends in the world of education is mobile learning. The use of learning media that can bedeveloped with mobile learning is one of them is a learning module for automotive chargingsystem material. In this study the steps of research and product development in this studyusing the 4D Model development model (Haviz, 2013: 38). Data collection methods in thisstudy used a research questionnaire aimed at users, namely students, media experts, andmaterial experts. The purpose of this study is to create a learning media for automotivecharging systems in the form of mobile learning applications based on the Android operatingsystem. Making this mobile learning application using Adobe Corel Draw software as agraphic design application and Ionic framework as a programming library. Based on theassessment of media experts and material experts, the data shows that the mobile learningapplication module of the automotive filling system research product obtained a percentageof assessment of 74.7025% which is in the valid criteria so it is suitable to be used as alearning media. Meanwhile, the assessment of user responses, shows that the user's responseto the research product of the mobile learning application module of the automotive charginglearning system gets a percentage of 86.33%.  Keywords:   android application, mobile learning, module of charging system 1  PENDAHULUAN Pembelajaran pendidikan kejuruanmerupakan kombinasi dari pembelajaranteori dan praktik. Secara umum,pendidikan kejuruan menekankan padapembelajaran praktik. Namun, kenyataandalam proses belajar mengajar mediapembelajaran praktik menunjukkanberbagai keterbatasan yang mengakibatkanlaju penguasaan siswa untuk mencapaitujuan pembelajaran menjadi terhambat(Murdani dan Hadromi, 2016: 305). Sebagai alternatif pembelajaransekaligus inovasi, Miarso (2007: 542)menyatakan bahwa penggunaan teknologipendidikan diyakini dapat mengatasimasalah dalam pembelajaran. Salah yangmenjadi tren adalah mobile learning .  Mobile   learning  memiliki banyakdefinisi yang berbeda dan dikenal denganbanyak julukan, seperti  M-learning, U-learning, personalized learning, learningwhilemobile, ubiquitous learning, anytime/ anywhere learning , dan handheld   learning (Mehdipour dan Zerehkafi. 2013: 93).  Mobile learning  memiliki peranpenting dalam pendidikan, terkhususdalam pendidikan kejuruan. Dimana,keberadaannya dapat membuat suatupembelajaran menjadi terlihat lebih nyata,peserta belajar bebas untuk belajar tanpaada batasan dan perolehan informasisesering yang mereka suka (Rahman danHashim, 2011: 13). Pengembangan danpemanfaatan mobile learning  padadasarnya digunakan karena memilikikeunggulan pada   sisi   fleksibelitas . Mobilelearning dapat digunakan dimanapun,kapanpun, dan tanpa bergantung ruangkelas.  Mobile   learning  menjadi perhatiankhusus dunia, hingga di negara-negarabesar Eropa mendirikan organisasi khususpengembangan mobile learning . Perhatianterkait pemanfaatan mobile learning menjadi prioritas beberapa institusi kelasinternasional. MoleNET, menjadi salahsatu institusi terbesar di Eropaberkedudukan di UK ( United Kingdom )yang berfokus pada pengembangan mobilelearning dalam bidang pendidikan danprofesional. Institusi lain yang turutmengembangkan mobile learning ,diantaranya adalah Mobile in Salford,University of Leeds Medical School,Priory School, Apps for Good yang beradadi UK; Presemo di Finlandia; WapEduc diPrancis; Envi Game di Republik Ceko;  Distance Learning for Apprentices  yangpengembangannya sekaligus berada dibeberapa negara yaitu Denmark, Jerman,Portugal, Spanyol dan Turki; sertaBlackberry Academic Program yangpengembangannya berada di banyaknegara di Eropa (UNESCO, 2012). Pemanfaatan mobile learning menjadi menjanjikan jika diterapkan padamedia pendidikan berupa modulpembelajaran. Modul pembelajarandisebut juga media belajar mandiri yang didalamnya dilengkapi petunjuk untukbelajar sendiri, dimana kegiatan belajarmengajar tetap dapat dilaksanakanmeskipun tanpa kehadiran pengajar secaralangsung (Direktorat TenagaKependidikan Ditjen PMPTK, 2008: 3). Fungsi media pembelajaran adalahsebagai alat bantu mengajar yang turutmempengaruhi iklim, kondisi, danlingkungan belajar yang ditata dandiciptakan oleh pengajar (Arsyad, 2007:15). Sebagai media pembelajaran,kelebihan mobile learning  sangat cocokuntuk mengoptimalisasikan prosespembelajaran dalam dunia kejuruan. Olehkarena itu, pemanfaatan mobile learning dalam dunia pendidikan kejuruan perludigarap dengan lebih serius. Sehinggadibutuhkan penelitian dan pengembangan mobile learning  untuk menciptakan mediapembelajaran yang lebih efektif, efisien,dan fleksibel. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodepenelitian dan pengembangan yang dalambahasa inggris dikenal dengan researchand development   (R&D), yaitu metode 2  penelitian yang digunakan untukmenghasilkan produk tertentu dan mengujikeefektifan produk tersebut. Dalampenelitian ini langkah-langkah penelitiandan pengembangan produk dalampenelitian ini menggunakan modelpengembangan 4D Model (Haviz, 2013:38). Pada tahap pendefinisan, langkah-langkah yang dilakukan meliputi (1)menganalisis materi sistem pengisianuntuk menyusun naskah modul, (2)merumuskan tujuan pembelajaran yangdisesuaikan dengan naskah modul, dan (3)menganalisis kebutuhan penelitian, yaitukebutuhan terhadap perangkat keras danperangkat lunak selama proses penelitian. Pada tahap perancangan, langkah-langkah yang dilakukan meliputi (1)menyusun naskah modul berdasarkananalisis materi, yaitu memuat 8 materikegiatan belajar, (2) membuat aplikasimobile learning menggunakan software Adobe Corel Draw  sebagai media desaindan framework Ionic  sebagai library pemograman aplikasi, dan (3) memvalidasidesain awal rancangan aplikasi mobilelearning berdasarkan rancangan materiyang disajikan dan desain aplikasi. Pada tahap pengembangan,langakah-langkah yang dilakukan meliputi(1) menguji coba aplikasi mobile learning kepada para ahli, yaitu ahli media dan ahlimateri dengan responden masing-masingsebanyak dua ahli, (2) menguji cobaaplikasi mobile learning  terhadap responpengguna, yaitu mahasiswa dengan jumlahresponden sebanyak 20 mahasiswa yangdipilih secara acak, dan (3) merevisi hasiluji coba yang telah dilakukan berdasarkanangket penilaian ahli media dan materi. Pada tahap penyebaran, aplikasiyang sudah direvisi akan disebarkanmelalui  play store , sehingga bisa secarabebas di download dan digunakan sebagaialternatif media pembelajaran pendidikankejuruan. Subjek Uji Coba Subjek uji coba, pada penelitian inisubjek validator para ahli merupakan parapengajar di instansi pendidikan dengantingkat yang berbeda, yaitu Dosen diProgram Studi Pendidikan TeknikOtomotif Universitas Negeri Semarang,dan Guru di Sekolah Menengah KejuruanWidya Praja Ungaran jurusan TeknikKendaraan Ringan. Sementara itu, subjekresponden pengguna merupakanMahasiswa Program Studi PendidikanTeknik Otomotif Universitas NegeriSemarang, dengan jumlah respondensebanyak 20 mahasiswa yang dipilihsecara acak/ random. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data padapenelitian ini menggunakan angketpenilaian yang ditujukan untuk validatorpara ahli, yaitu ahli media dan materi, daninstrumen untuk responden pengguna. Angket penilaian ahli mediadigunakan untuk mengetahui kelayakanaplikasi mobile learning  ditinjau dari segidesain media, dengan penilaian terhadapaspek tampilan aplikasi, aspek bahasa, danaspek usability. Angket penilaian ahli materidigunakan untuk mengetahui kelayakanaplikasi mobile learning  ditinjau dari segimuatan materi sistem pengisian otomotif,dengan penilaian terhadap aspek isi materi,aspek kelengkapan modul, dan aspekusability. Angket penilaian terhadap responpengguna digunakan untuk mengetahuirespon pengguna yaitu mahasiswaterhadap aplikasi mobile learning  sebagaimedia pembelajaran, dengan aspekpenilaian yaitu aspek panyajian materi,aspek minat dan ketertarikan media, danaspek usability. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari instrumenpenelitian ini berupa data kuantitatif dankualitatif. Teknik analisis data padapenelitian ini menggunakan teknik analisiskuantitatif dengan cara menghitung rata-rata penilaian responden denganmengubah menjadi skor dengan skalalikert dengan empat interval kategori, yaitu 3  sangat baik = 4, baik = 3, kurang = 2, dansangat kurang = 1. Hitung persentasedengan membagi jumlah skor penilaianyang diperolah dengan jumlah skormaskimal di tiap angket penilaian. Kemudian, total persentase penilaiandicocokan dengan tingkat kevalidankelayakan berdasarkan tabel 1. Tabel 1. Tingkat Validitas Kelayakan Interval (%)Tingkat Validitas 80 - 100Sangat Valid66 -79Valid56 - 65Cukup Valid 40 - 55Kurang Valid< 40Tidak ValidHasil rata-rata skor dikonversimenjadi persentase dijadikan rekomendasidalam menentukan kelayakan produkpengembangan. Tingkat kelayakan inidinilai berdasarkan angket penilaian ahlimedia, ahli materi dan respon penggunasebagai data skor penilaian. HASIL PENELITIANPenyusunan Naskah Modul  Pembuatan aplikasi mobile learning modul pembelajaran sistem pengisianotomotif pada dasarnya adalahmengkonversi media buku modul sebagaimedia pembelajaran berupa aplikasi mobile learning  ditambah denganbeberapa fitur pendukung untukmeningkatkan kualitas pembelajaran. Naskah yang disusun berdasarkanbeberapa referensi disajikan dalam 8kegiatan belajar yang terdiri atas (1)Pengenalan sistem pengisian otomotif, (2)Identifikasi komponen sistem pengisiankonvensional, (3) Identifikasi komponensistem pengisian elektronik, (4) Cara kerjasistem pengisian konvensional, (5) Carakerja sistem pengisian elektronik bagian 1,(6) Cara kerja sistem pengisian elektronikbagian 2, (7) Troubleshooting  sistempengisian otomotif, dan (8) Overhaul sistem pengisian otomotif. Pembuatan Aplikasi  Mobile Learning Gambar 1. Halaman Menu UtamaMenyesuaikan struktur penyusunansebuah modul pembelajaran. Pada halamanutama aplikasi memuat menupendahuluan, menu tes awal, menupetunjuk penggunaan, menu pembelajaran,menu informasi, dan menu bantuan. Gambar 2. Halaman PembelajaranPada menu pembelajaran terdiri atasdaftar isi, materi, rencana pembelajaran,tugas, tes, dan monitoring pembelajaran.Pada menu inilah kegiatan pembelajarandilakukan. Gambar 3. Halaman materiPada halaman ini memuat 8 materikegiatan belajar yang disusun secarabertahap per sub-bab pembahasan. Setiap 4  materi dapat diakses hanya jika penggunatelah menyelesaikan mempelajari materisebelumnya dengan melakukan konfimasimelalui tombol selesai yang berada diakhirtiap materi. Gambar 4. Halaman rencanapembelajaranPada menu ini pengguna diajakuntuk dapat mengatur sendiri kegiatanbelajarnya. Menu ini harus diaksesberdasarkan petunjuk pengajar. Gambar 5. Halaman tes onlineMenu ini merupakan tes onlinemenggunakan fitur google form . Menu inimemungkinkan pengguna melakukan tessecara online dan memudahkan pengajaruntuk mengkonversi hasil tes pesertabelajar. Gambar 6. Halaman monitoringMenu ini merupakan monitoringyang digunakan untuk mengecek progrespembelajaran pengguna. Menu ini akansecara otomatis memberikan tanda centangdengan artian telah selesai pada fiturmateri, tugas, dan tes apabila penggunatelah menyelesaikan. Menu ini terhubungdengan tombol selesai yang berada di fiturmateri, tugas dan tes. Data Uji Coba Tabel 2. Hasil Penilaian Ahli MediaAhliMediaAspekTampilanAplikasiAspekBahasaAspekUsability185.71%75%75%275%67.86%70%Total80.36%71.43%72.5%Berdasarkan penilaian ahli mediadengan 19 indikator penilaian,menunjukkan bahwa aplikasi mobilelearning  modul pembelajaran sistempengisian otomotif mendapatkan skor totalsebanyak 114 dengan persentase totalsebesar 75%, dengan penilaian oleh ahlimedia 1 sebesar 78.95% dan ahli media 2sebesar 71.05%. Hal tersebut,menunjukkan tingkat kelayakan aplikasi mobile learning berada pada kriteria valid.Tabel 3. Penilaian Ahli MateriAhliMateriAspekIsiMateriAspekKelengkapanModulAspekUsability175%75%75%272.73%70%70%Total73.87%72.5%72.5%Berdasarkan penilaian ahli materidengan 21 indikator penilaian,menunjukkan bahwa apikasi mobilelearning modul sistem pengisian otomotifmendapat skor total sebanyak 125 denganpersentase total sebesar 74.405%, denganpenilaian oleh ahli maeri 1 sebesar 75% 5
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x