Crafts

Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Budaya Terpadu dan Kawasan Srategis Konservasi Warisan Budaya di Kota Makassar

Description
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Budaya Terpadu dan Kawasan Srategis Konservasi Warisan Budaya di Kota Makassar
Categories
Published
of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kawasan Budaya Terpadudan Kawasan Srategis Konservasi Warisan Budaya di Kota Makassar The Necessity of the Public Participants in Developing the Integrated Culture Area and Strategic Area of Conservation of Cultural Heritage in Makassar  Yadi Mulyadi Staf Pengajar Jurusan ArkeologiFakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. email : lumiday@yahoo.com ABSTRACT Participations of public in the effort conservation of culture heritage is one of priority whichmust be reached in every exploiting activity of culture pledge object which with vision of conservation. Including government plan of town Makassar which will do expansion of integrated culture area and strategic area of conservation of culture heritage need to besupported by all component, good of academician, practitioner and culture observer,government officer and government functionary, self-supporting private sector and institute of  public as presentation of reality from participation of public. This thing need to be done, because rightful owner public from culture heritage.Conservation effort done shall affect at the increasing of awareness of urban communityMakassar for the importance of existence of cultural heritage pledge so that public later whichwill play more and, government ready to and observes so that doesn't go out from applicablelaw corridor about conservation. Investment of public in activity of conservation of cultural pledge object in Makassar, in harmony with government concept which in stretcher now thatis concept Good Governance. Key words:  participations, conservation, culture heritage Partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian warisan budaya merupakan salah satu prioritas yang harus tercapai dalam setiap kegiatan pemanfaatan benda cagar budaya yang berwawasan pelestarian. Termasuk rencana pemerintah kota Makassar yang akan melakukan pengembangan kawasan budaya terpadu dan kawasan strategis konservasi warisan budaya perlu didukung oleh seluruh komponen, baik akademisi, praktisi dan pemerhati budaya, aparatdan pejabat pemerintahan, swasta dan lembaga swadaya masyarakat sebagai wujud nyata dari partisipasi masyarakat. Hal ini perlu dilakukan, karena masyarakatlah pemilik syah dariwarisan budaya.Upaya pelestarian yang dilakukan haruslah berdampak pada meningkatnya kesadaranmasyarakat kota Makassar akan pentingnya keberadaan bangunan-benda cagar budayasehingga masyarakatlah nanti yang akan lebih berperan serta, pemerintah tinggal mengayomidan mengawasi sehingga tidak keluar dari koridor hukum yang berlaku tentang pelestarian.Penyertaan masyarakat dalam kegiatan pelestarian benda cagar budaya di Makassar, selarasdengan konsep pemerintahan yang di usung sekarang yaitu konsep Good Governance Kata kunci:  partisipasi, pelestarian, warisan budaya 1  I. Pendahuluan Dalam salah satu rubrik di harian Tribun Timur medio Februari 2006, WalikotaMakassar menyebutkan tentang rencana penataan kota Makassar tahun 2005-2015 yangsementara ini masih dalam proses pengkajian di Bappeda kota Makassar. Salah satu poinnyaadalah berkaitan dengan pengembangan Kawasan Budaya Terpadu dan Kawasan StrategisKonservasi Warisan Budaya. Rencana tersebut tentu saja merupakan langkah yang positif yang diambil oleh pemerintah kota Makassar dan mencerminkan kepedulian yang sangattinggi pemerintah kota terhadap sejarah budaya dan eksistensi kota Makassar sebagai kota tua bersejarah yang kini menjelang usianya yang ke 401 tahun November 2008 nanti. Langkahtersebut tentu saja membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat kota Makassar,sehingga rencana pengembangan kawasan terpadu dan kawasan strategis tersebut berdampak  positif terhadap perkembangan kota Makassar dan masyarakat Makassar pun merasakanmanfaatnya secara langsung.Sebagai salah satu kota tua yang terdapat di Indonesia, kota Makassar tentu saja telahmelalui perjalanan sejarah yang begitu panjang dan menyisakan kita tinggalan-tinggalan budaya dan sejarah yang memiliki nilai historis tinggi sebagai penanda identitas jati diri kotaMakassar. Tinggalan budaya yang ada atau yang dikenal dengan sebutan Benda Cagar Budaya jika mengacu pada Undang-Undang No. 5 tahun 1992 tentang Cagar Budaya, tentusaja sudah ‘menunggu’ saat dimana pemerintah kota Makassar memperlihatkankepeduliannya akan keberadaan dan kelestarian benda cagar budaya yang ada di kotaMakassar. Berdasarkan data hasil inventarisasi Benda Cagar Budaya-yang juga merupakantinggalan arkeologi-yang telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan PurbakalaMakassar maupun Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, kotaMakassar memilki ratusan Benda Cagar Budaya, mulai dari tinggalan dari masa kerajaan, bangunan-benda cagar budaya bearsitektur Indis,  Pecinan Town sampai komplek makam2  kuno yang bersejarah. Sehingga langkah pemerintah kota Makassar untuk mengembangkanKawasan Strategis Konservasi Warisan Budaya merupakan suatu langkah yang sangat tepatuntuk pelestarian benda cagar budaya yang memang membutuhkan untuk dikonservasi dandilestarikan. Dalam tulisan ini, benda cagar budayanya difokuskan pada bangunan kolonialyang terdapat di kota Makassar tua.Dalam upaya pengembangan kawasan tersebut, kita dapat merujuk pada UU RI No. 5tahun 1992 dan PP RI No. 10 tahun 1993, yang secara jelas termaktub bahwa benda cagar  budaya dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Merujuk pada produk hukum tersebut,sebagaimana yang tertuang dalam pasal-pasalnya, maka pemanfaatan benda cagar budayasebagai obyek wisata adalah sah secara hukum. Pemanfaatan benda cagar budaya sebagaiobyek wisata sebagaimana yang diatur dari kedua produk hukum tersebut, harus tetapmenjaga kelestarian dari benda cagar budaya itu sendiri. Dalam UU RI No. 5 tentangKepariwisataan, juga diatur secara jelas bahwa pembangunan kepariwisataan harus tetapmenjaga kelestarian budaya.Selain itu, partisipasi masyarakat menjadi hal yang penting guna mencapai hasil yangmaksimal dalam pengembangan kawasan budaya tersebut. Pemetaan sebaran benda cagar  budaya yang terdapat di kota Makassar dapat menjadi langkah awal untuk memulai upaya pengembangan Kawasan Budaya Terpadu dan Kawasan Strategis Konservasi WarisanBudaya. II. Distribusi Benda Cagar Budaya Kota Makassar Mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan Asmunandar tahun 2006 dalam rangka penyelesaain tesisnya, terdapat 74 bangunan yang termasuk katagori benda cagar budaya yangada di kota lama Makassar (lihat Tabel 1.). Setelah mengetahui lokasi, fungsi dan gaya3  arsitektur bangunan, maka selanjutnya dilakukan urut-urutan bangunan berdasarkan kronologiangka tahun dibangun. (lihat Asmunandar, 2006:68). Upaya ini dilakukan untuk mengetahuisecara lebih jelas pola perkembangan Kota Makassar  Tabel 1. Daftar bangunan-bangunan di wilayah kota lama Makassar berdasarkan kronologi NoNama BangunanTahunLetak1Benteng Rotterdam 1545/1673Jalan Ujung Pandang2Jaringan Jalan Abad ke-17 dan awalabad ke-19Di sekitar Rotterdam dantimur laut koningsplein 3Kompleks Makam Raja-raja Talloabad ke-18Jalan sultan Abdullah4Klenteng Ma Tjo Poh Ibu AgungBahari1738Jalan sulawesi5Rumah Abu Famili Nio1750-an Jalan Sulawesi6Klenteng Kwan Kong1810Jalan Sulawesi7Vihara Istana Naga Sakti 1860Jalan Sulawesi8Gereja Immanuel 1885Jalan Balai Kota9Rumah Kediaman ResidenGubernur1885Jalan Jenderal Ahmad Yani10Gereja Katedral1892Jalan Kajaolalido11Societeit de Harmonie1896Jalan Riburane12Rumah Leluhur Marga Thoeng1898Jalan Sulawesi13Rumah Abu Tung Abadi1898Jalan Sulawesi14Rumah Mayor Thoeng akhir abad ke-19Jalan Sulawesi15Apartemen Sarang Lebah akhir abad ke-19Jalan Usman Jafar16Sekolah Dasar Lariang Bangi1906Jalan G. Latimojong17Sekolah Dasar Timor1907Jalan Timor18Mesjid Arab1907Jalan Lombok19Rel Keretaawal abad ke-20Jalan Tentara Pelajar danJalan Veteran20Apartemen Sarang Semut awal abad ke-20Jalan Ince Nurdin21SMP Negeri 61910Jalan Jenderal Ahmad Yani22Kantor Direktorat JendralAnggaran1910Jalan Riburane23SMU Negeri 161910Jalan Amannagappa24Bioskop Ratu1914Jalan Lembeh25Sekolah Kejuruan Pelayaranuntuk Pribumi1915Jalan Rajawali26Kantor Pengadilan NegeriMakassar1915Jalan Kartini27Asrama Lompobattang 1915Jalan Rajawali28Rumah Tahanan Militer 1915JalanRajawali29Kompleks Purnawirawan KodamVII Wirabuana1915Jalan Rajawali30Museum Kota Makassar1918Jalan Balai Kota31Kantor Kamar Dagang danIndustri1920Jalan Jenderal Ahmad Yani32Percetakan Makassar NV. OGEM 1920Jalan Jenderal Ahmad Yani33Menara air 1920Jalan Ratulangi34 Rathkamp 1920Jalan Jenderal Ahmad Yani35Sekolah Kwan Bung 1920Jalan Ranggong36Rumah tinggal 1920-anJalan Bacan37Rumah tinggal 1920-anJalan Sumba38Rumah Sakit Jiwa   1920Jalan Lanto Dg Pasewang39Gedung KMT1920Jalan Lembeh40Kantor Pos Divisi Ekspedisi1925Jalan Balai Kota 4  41Rumah Tinggal 1925Jalan bacan42Gedung MULO 1927Jalan Jenderal Sudirman43Wisma Corimac  1927Jalan Jenderal Sudirman44Rumah Tinggal1928Jalan Lombok45Rumah Tinggal1928Jalan Balai Kota46Gereja Katholik Susteran 1928Jalan Lamadukelleng47Aula SMU Katolik Makassar1928Jalan Lamadukelleng48Rumah tinggal1920-anJalan Bacan49Rumah tinggal1920-anJalan Bacan50Rumah tinggal1920-anJalan Sumba51Tjian Rijan & Co 1920-anJalan Lombok52Gudang Beras1920-anJalan Ternate53Kantor CV. Angin Timur1920-anJalan Sangir54SMU Kartika Chandra Kirana1920-anJalan Sungai Tangka54Hotel Empress1930Jalan Kajaolalido55Rumah Tinggal 1931Jalan Daeng Tompo56Rumah Jabatan WalikotaMakassar1933Jalan Penghibur57Sekolah Frater   atau Menalia 1934Jalan Thamrin58Kantor Polisi Militer1935Jalan Jenderal Sudriman59Rumah Tinggal 1935Jalan Datu Museng60Rumah Jabatan Gubernur1937Jalan Jenderal Sudirman61Rumah Sakit Bersalin Sentosa1938Jalan Jenderal Sudirman62Kantor Walikota Makassar1938Jalan Jenderal Sudirman63Rumah Tinggal 1938Jalan Daeng Tompo64Rumah Sakit Stella Maris1938Jalan Penghibur65Kompleks Perwira Kodam VIIWirabuana1938Jalan Sungai Tangka66SMP Negeri 5 1930-anJalan Sumba67Kantor Direktorat Jenderal Pajak 1940Jalan Slamet Riyadi68Sekolah Frateran 1940Jalan Kajaolalido69Kantor Pos dan Telegram1940Jalan Balai Kota70Bunker Jepang1942Jalan Amanagappa71 Queenshead  1946Jalan Balai Kota, JalanManggis, Jalan SungaiTangka, Jalan Amanagappadan Jalan Rajawali72Rumah Wakil Gubernur Sul-Sel 1946Jalan Sultan Hasanuddin73Fasilitas Dermaga Rekreasi Layar 1950Jalan Ujung Pandang74Rumah Tinggal1954Jalan Arif Rate  Jika kita kaji lebih mendalam tabel di atas, terlihat bahwa Kota Makassar sebagai kotalama yang diarsiteki oleh bangsa Belanda. Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya BentengUjung Pandang dan sekitarnya sebagai permukiman baru menggantikan Benteng Somba Opusebagai ibukota Kerajaan Makassar. Benteng Ujung Pandang yang diganti namanya menjadiBenteng Rotterdam kemudian menjadi hunian orang-orang Belanda sekaligus tempatmenjalankan pemerintahan kolonial di Kota Makassar. Pada bagian utara Benteng Rotterdam, berkembang menjadi kawasan hunian pedagang yang berasal dari Tionghoa atau yang5
Search
Similar documents
View more...
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x