Graphics & Design

PERANAN WALISONGO DI KESULTANAN CIREBON20191013 22335 whjvlx

Description
PERANAN WALISONGO DI KESULTANAN CIREBON 1. Sebagai pelopor penyebarluasan agama Islam kepada masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam di daerahnya masing-masing. 2. Sebagai para pejuang yang gigih dalam membela dan mengembangkan agama Islam
Published
of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  PERANAN WALISONGO DI KESULTANAN CIREBON 1.   Sebagai pelopor penyebarluasan agama Islam kepada masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam di daerahnya masing-masing.2.   Sebagai para pejuang yang gigih dalam membela dan mengembangkan agama Islam di masahidupnya.3.   Sebagai orang-orang yang ahli di bidang agama Islam.4.   Sebagai orang yang dekat dengan Allah SWT karena terus-menerus beribadah kepada-Nya,sehingga memiliki kemampuan yang lebih.5.   Sebagai pemimpin agama Islam di daerah penyebarannya masing-masing, yang mempunyai jumlah pengikut cukup banyak di kalangan masyarakat Islam.6.   Sebagai guru agama Islam yang gigih mengajarkan agama Islam kepada para muridnya.7.   Sebagai kiai yang menguasai ajaran agama Islam dengan cukup luas.8.   Sebagai tokoh masyarakat Islam yang disegani pada masa hidupnya. KESULTANAN CIREBON Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan  pelayaran antar pulau. Lokasinya di pantai utara  pulau Jawa    yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah    dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa danSunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa   maupun kebudayaan Sunda   .Sejarah Kesultanan Cirebon Menurut Sulendraningrat   yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari  ,Cirebon pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban  (Bahasa Sunda: campuran), karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat isadat, dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat nggal atau berdagang.Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi, pes, dan garam. Dari islah air bekas pembuatan terasi ( belendrang ) dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan cai-rebon  (Bahasa Sunda:, air rebon) yang kemudian menjadi Cirebon . Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penng di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantaramaupun  dengan bagian dunia lainnya. Selain itu, Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat. PERKEMBANGAN AWAL Ki Gedeng TapaKi Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) adalah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati, Cirebon. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. Sejak saat itu, mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat baru di desa Caruban.Ki Gedeng Alang-AlangKuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalahKi Gedeng Alang-alang. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya, diangkatlah Raden Walangsungsang, yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, yang tak lain adalah puteri dari Ki Gedeng Tapa. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat, Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi  penggantinya sebagai kuwu yang kedua, dengan gelar Pangeran Cakrabuana.Pangeran CakrabuanaPangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang pertamanya bernama Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Raden Walangsungsang, ia mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Rara Santang dan Raden Kian Santang.Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang - ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua NyaiCantring Manikmayang.Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut HajiAbdullah Iman, tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk CirebonHASIL-HASIL KEBUDAYAAN  Keraton Kasepuhan (Jawa Barat)   Keraton Kanoman (Jawa Barat)  Keraton Kacirebonan (Jawa Barat)  Masjid Agung Kasepuhan (Cirebon)  Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon (Jawa Barat)  kegiatan sastra, seperti suluk, kakain, dan naskah-naskah kuno lainnya   budaya masyarakat Kesultanan Cirebon, seperti keraton, masjid, pondok pesantren, naskah-naskah kuno, tradisi Panjang jimat  Babad Tanah Jawi  Babad Cirebon
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x