Presentations

Pj revisi

Description
Pj revisi
Categories
Published
of 12
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  I.   TUJUAN 1.   Praktikan dapat membedakan sungai, hutan, gunung yang ada di citra foto. 2.   Praktikan dapat mengetahui citra melalui identifikasi rona/warna, tekstur, bayangan, asosiasi, pola,situs dan ukuran dari citra. II.   ALAT DAN BAHAN 1.   Citra foto. 2.   Mika. 3.   Spidol OHP ukuran F warna merah, hijau, biru, hitam. 4.   Paper clip. III.   LANDASAN TEORI Pengertian Citra Pengertian dari citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lain. Atau gambaran obyek sebagai hasil pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan oleh sebuah lensa atau cermin terhadap obyek. Macam-macam Citra Citra memiliki banyak sekali macamnya, seperti: Citra Foto Citra foto adalah gambaran suatu obyek yang dibuat dari pesawat udara atau satelit dengan menggunakan sensor kamera. Berikut macam-macam citra foto, yakni:    Berdasarkan arah sumbu kamera 1.   Foto vertical jika posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap  permukaan bumi.  2.   Foto condong jika posisi sumbu kamera terhadap permukaan bumi membentuk sudut lebih dari 10º. (Agak condong / Low Ablique : apabila cakrawala tidak tergambar pada foto dan Sangat condong / high ablique :  jika pada foto tampak cakrawala) 3.   Foto konvergen : dua foto agak condong menggambarkan obyek atau daerah yang sama tetapi arah sumbunya konvergen atau cenderung  bertemu.    Berdasarkan wahananya / alat Bantu dimana sensor diletakkan 1.   Foto udara yaitu foto yang dibuat dari pesawat udara atau balon. 2.   Foto satelit yaitu foto yang dibuat dari satelit atau foto orbital. 3.   Foto Terestorial (foto darat) Foto dibuat pada satu titik di darat, di lereng, menara, pohon atau jembatan    Berdasarkan warna yang digunakan 1.   Foto berwarna asli, warna obyek sama dengan warna foto. Misalnya : hutan berwarna hijau, laut berwarna biru. 2.   Foto berwarna tidak asli, warna obyek tidak sama warna foto,  biasanya pemotretannya menggunakan warna infra merah sehingga warna  pemotretannya tidak sama dengan warna obyek yang dipotret sebagai akibat  pemantulan sinar infra merah oleh obyek yang difoto. 3.   Foto hitam putih obyek foto hanya kelihatan hitam dan putih saja.    Berdasarkan spectrum elektromagnetiknya 1.   Foto infra merah asli yaitu foto yang pembuatannya menggunakan  proses spectrum infra merah. Dekat dengan panjang gelombang 0,9-1,2 mikrometer. Infra merah dapat mencapai bagian dalam daun sehingga baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman termasuk yang sehat atau sakit.  2.   Foto infra merah modifikasi, foto yang proses pembuatannya menggunakan modifikasi antara spectrum infra merah dekat dengan spectrum tampak pada saluran merah dan saluran hijau. Obyek yang difoto tidak segelap dengan infra merah sehingga dapat dibedakan dengan air. 3.   Foto Ultraviolet foto yang pembuatannya menggunakan spectrum ultraviolet dekat. Panjang gelombang 0,29 mikrometer sangat baik mendeteksi tumpahan minyak dilaut, batuan kapur, jalan aspal dan membedakan atap logam yang tidak dicat 4.   Foto pankromatik foto yang pembuatannya menggunakan semua spectrum mulai dari sinar merah sampai sinar ungu. Kepekaan film sama dengan mata manusia. Baik untuk mendeteksi pencemaran air penyebaran air tanah permukaan kerusakan banjir. 5.   Foto Ortokromatik foto yang pembuatannya menggunakan spektrum sinar biru sampai hijau (0,4-0,56 mikrometer). Obyek tampak  jelas, bermanfaat studi pantai karena memiliki film yang peka obyek di  bawah air, sangat baik untuk survey vegetasi karena daun hijau tergambar dengan kontras.    Berdasarkan jenis kamera yang digerakkan 1.   Foto tunggal : dengan kamera tunggal, daerah liputan hanya tergambar satu lembar foto. 2.   Jamak : Beberapa foto, dibuat saat yang sama, liputan yang sama  juga. Foto Jamak dibedakan menjadi: 1.   Foto Multispektral : Beberapa foto untuk daerah sama dengan  beberapa kamera atau satu kamera dengan beberapa lensa. Lensa dengan  band (saluran) yang berbeda. 2.   Foto dengan kamera ganda : pemotretan suatu daerah dengan  beberapa kamera dan film yang berbeda pula. Misalnya pankromatik dan infra merah.  3.   Sudut kamera ganda : Bagian tengah kamera vertical, tepi kamera condong. Citra Non Foto Citra Non Foto adalah gambaran yang diperoleh dari sensor bukan kamera atau citra yang pemotretannya dari luar angkasa melalui satelit, berikut merupakan citra non foto, yakni:    Berdasarkan spektrum elektromagnetik 1.   Citra infra merah adalah citra yang dibuat dengan spectrum infra merah termal. Penginderaan ini berdasarkan atas perbedaan suhu obyek dan  beda daya yang dipancarkan oleh obyek. Sehingga obyek dapat dibedakan  berdasarkan tingkat kecerahan atau rona dan perbedaan warna. 2.   Citra radar dan citra gelombang mikro adalah citra yang dibuat dengan spetrum gelombang mikro. Citra radar menggunakan sistem aktif atau tenaga buatan sedangkan citra mikro dengan menggunakan sistem pasif atau tenaga alamiah.    Berdasarkan sensornya 1.   Citra tunggal adalah citra yang dibuat degan penggunaan sensor tunggal dengan saluran lebar. 2.   Citra Multispektral adalah citra yagn dibuat dengan penggunaan sensor jamak dengan saluran sempit. Terdiri dari : Citra RBV (Return Beam Vidicom), Sensornya kamera hasilnya tidak dalam bentuk foto kamera detektornya non film dan prosesnya non foto grafik dan Citra MSS (Multi Spektral Scanner), Sensornya spectrum tampak atau spectrum infra merah thermal.    Berdasarkan Wahananya  1.   Citra dirgantara yaitu citra yang diperoleh dengan menggunakan wahana yag beroperasi di udara atau dirgantara. Misalnya citra infra merah, radar dan MSS (Multi Spectral Scenner). Disebut juga : AIRBONE IMAGE. 2.   Citra satelit citra yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari satelit : Satelit / Spaceborne Image) Misal : 1.   Citra satelit untuk penginderaan planet : Citra Viking, Cassini, Tanger, Luna, Venera,dll 2.   Citra penginderaan cuaca : NOAA, METEOR 3.   Citra penginderaan sumber daya alam.misalnya : SPOT, LANDSAT, SOYUZ 4.   Citra penginderaan laut : SEASAT, MOS Interpretasi Citra Pengertian dari interpretasi citra adalah perbuatan untuk mengkaji foto udara atau citra satelit dengan maksud untuk mengidentifikasi obyek dan menilai arti  pentingnya obyek tersebut. Alat yang digunakan untuk Intrepretasi Citra Untuk pengamatan atau mengkaji foto udara maupun setelit dapat menggunakan alat pengamat Nonstereoskopik yang berupa lensa pembesar yang paling sederhana sampai yang rumit. Sedangkan yang berupa stereoskopik dapat digunakan untuk  pengematan tiga dimensi. Tahap-tahap Interpretasi Citra 1.   Tahap Deteksi, Tahap melihat dan menemukan obyek atau elemen  pada foto. Tahap ini berhubungan dengan jenis obyek, skala, kualitas foto.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x