Sports

SISTEM EKONOMI INDONESIA ( KRISIS DAN RESESI EKONOMI

Description
Rendi Afdiansyah Ilmu pemerintahan 18102063
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   SISTEM EKONOMI INDONESIA   ( KRISIS DAN RESESI EKONOMI ) DISUSUN OLEH  NAMA : RENDI AFDIANSYAH  NIM : 18102063 PRODI : ILMU PEMERINTAHAN DOSEN PEMBIMBING Syahril Budiman, S.Sos Mpm PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNG PINANG TAHUN 2019  KRISIS DAN RESESI EKONOMI Pengertian Krisis dan Resesi ekonomi Ekonomi adalah suatu hal yang mempelajari bagaimana persoalan-persoalan yang muncul  behubungan dengan usaha manusia untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan sarana atau sumber daya yang tebatas, Ekonomi ini sering kali mengalamai Krisis ekonomi, maksudnya adalah transisi yang tajam menuju masa resesi. Misalnya krisis ekonomi 1994 di Meksiko, krisis ekonomi Argentina (1999-2002), krisis ekonomi Amerika Selatan tahun 2002, krisis ekonomi Kamerun. Teori krisis adalah pencapaian utama dalam kesimpulan kritik  Karl Marx terhadap Kapitalisme. Krisis uang dapat berupa krisis perbankan atau krisis mata uang. Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan adalah kondisi dimana produk domestik  bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan  pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi.  Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi. Penurunan drastis tingkat ekonomi (biasanya akibat depresi parah, atau akibat hiperinflasi) disebut kebangkrutan ekonomi (economy collapse). Kolumnis Sidney J. Harris membedakan istilah-istilah atas dengan cara ini: "sebuah resesi adalah ketika tetanggamu kehilangan pekerjaan; depresi adalah ketika kamu yang kehilangan pekerjaan." Faktor penyebab Krisis ekonomi sebuah Negara Ekonomi setiap Negara tentu berbeda-beda perkembangannya, sehingga bagi pejabat yang mengemban amanah dalam mengatur perekonomian Negara tidak hanya mengatur  perekonomian saja namun juga mengendalikannya ketika terjadi gejolak  ekonomi. Walaupun hanya masyarakat biasa namun perlu mengetahui pula kondisi ekonomi yang sedang bergejolak atau yang akan mengalami krisis ekonomi. Tujuannya agar ketika krisis tersebut terjadi sebagai masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai pengusaha dapat mengantisipasi atau meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi. Faktor penyebab krisis ekonomi sebuah pada sebuah Negara dapat beupa  Nilai Tukar Rupiah Perubahan nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi sebuah  Negara. ini dikarenakan para pengusaha yang selalu bertransaksi export dan import akan mengalami kerugian karena krisis yang terjadi. Tentunya perubahan nilai tukar tersebut dipengaruhi olehb beberapa faktor internal di Negara adikuasa yaitu Amerika, tentunya  berpengaruh ke Negara lain yang bukan Negara berkembang seperti Negara Amerika.   Gejolak Politik Seperti yang pernah terjadi di Indonesia gejolak politik ketika Mantan Presiden Soeharto dilengserkan, dampaknya pun cukup luas sehingga membuat hampir sebagian investor asing hampir tidak percaya kembali untuk menanamkan modalnya di Indonesia. ini dikarenakan kondisi Indonesia saat itu sedang tidak kondusif. Adanya oknum Oknum yang dimaksud tidak hanya oknum penjahat saja namun juga namun juga oknum yang terbiasa menimbun bahan pokok seperti tabung gas 3kg dan sejenisnya sehingga dengan kelangkaan tersebut harga menjadi naik dan oknum tersebut mengambil keuntungan dengan menjual tabung gas 3kg sudah dengan isinya dengan harga yang lebih mahal dari biasanya. Demonstrasi Sebagian masyarakat yang melakukan orasi untuk menyalurkan aspirasinya memang baik, namun jika orasi dengan cara melakukan demonstrasi disertai anarkis tidaklah etis. ini dikarenakan peristiwa tersebut dapat mempengaruhi gejolak ekonomi  Negara tersebut. Tindak Kriminalitas Banyaknya tindak kriminalitas yang terjadi dapat membuat kondisi tidak kondusif khususnya bagi investor asing untuk menanamkan modal asing di Negara tersebut. untuk itulah kesatuan polisi didalam sebuah negara berperan penting menjaga stabilitas keamanan Negara. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa stabilitas keamanan hingga gejolak ekonomi yang terjadi di sebuah Negara akan mengakibatkan dampak fatal yakni krisis ekonomi. Oleh karenanya sektor pendidikan sangat berperan  penting dalam membangun pola pikir masyarakat dalam sebuah negara memiliki  pengaruh yang cukup besar untuk menhindarkan dari krisis ekonomi. Dampak Krisis Ekonomi Bagi Masyarakat, dunia usaha dan perekonomian Negara Dampak Krisis ekonomi yang dialami saat ini oleh beberapa negara besar di dunia antaranya adalah Amerika Serikat. Secara tidak langsung dapat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Krisis ekonomi global bisa diumpamakan sebagai deretan kartu domino yang diatur sejajar,jika pemain utamanya terjatuh maka akan membawa dampak buruk terhadap lainnya. Krisis ekonomi ini, jika di negara-negara berkembang yang terkena dampak krisis ekonomi tersebut, lembaga-lembaga keuangan internasional cenderung lepas tangan. Akibat, krisis ekonomi yang terjadi bisa jadi sangat parah akan potensialnya yang bisa mengimbas kepada masyarakat  Melemahnya nilai rupiah dalam skala yang cukup serius telah memberikan tekanan yang kurang menguntungkan bagi kegiatan usaha di sektor riil. Berbagai faktor seperti struktur  produksi yang sangat tergantung pada bahan baku impor, pembiayaan non-rupiah, dan inefisiensi manajemen internal diduga menjadi penyebab rentannya sektor riil. Namun ternyata terdapat usaha sektor riil yang bertahan bahkan diuntungkan oleh krisis. Indonesia dan sebagian beberapa negara Asia Tenggara dan Timur mengalami krisis ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor baik yang bersifat eksternal maupun internal . Penarikan dana secara tiba-tiba dalam  jumlah yang besar oleh para investor asing yang didorong oleh pesimisme prospek  perekonomian regional dengan segera melemahkan mata uang rupiah secara drastis. Gelombang capital outflow tersebut kemudian diikuti oleh aksi beli dollar penduduk domestik yang membuat nilai rupiah semakin terpuruk. Melemahnya nilai rupiah melalui berbagai transmisi menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan kepada sektor-sektor perekonomian Sementara itu, melemahnya nilai tukar rupiah telah menurunkan daya beli masyarakat karena naiknya inflasi yang tertransmisi melalui kenaikan harga-harga barang konsumsi yang sarat kandungan impor. Menurunnya atau tertundanya konsumsi masyarakat secara luas memberi tekanan balik kepada sektor riil berupa berkurangnya tingkat keuntungan usaha yang sebelumnya sudah menurun karena bertambah besarnya biaya produksi. Tekanan karena kenaikan biaya  produksi dan menurunnya daya serap pasar telah menjepit sektor usaha yang berakibat dengan  pengurangan skala aktivitas usaha yang tampak secara riil pada pengurangan jumlah tenaga kerja. Dengan ditutupnya aktivitas sektor usaha yang selama ini mampu menyerap tenaga kerja menjadikan krisis telah berkembang baik skala maupun dimensinya. Tidak dapat dipungkiri  bahwa krisis ekonomi telah mendorong intensitas krisis politik dan sosial semakin cepat dan hal ini rupanya yang menyebabkan kinerja sektor riil Indonesia semakin terpuruk Upaya pemerintah terhadap Bank Indonesia untuk melaksanakan kebijakan moneter dengan elemen-elemen pokok sebagai berikut. Pertama suku bunga (BI-rate) digunakan sebagai sasaran operasional moneter menggantikan uang beredar. Perubahan sasaran operasional moneter ini didasarkan pada  pertimbangan makin lemahnya hubungan antara uang beredar dengan laju inflasi. Kedua, kebijakan moneter diperkuat dengan strategi yang bersifat pre-emptive atau forward looking Ketiga, terkait dengan unsur kedua, pelaksanaan ITF membutuhkan komunikasi yang efektif dan transparan kepada masyarakat luas Keempat, peningkatan koordinasi yang lebih kuat dengan Pemerintah. Elemen ini sangat  penting dalam rangka pencapaian sasaran inflasi yang ditetapkan mengingat faktor-faktor  pendorong inflasi tidak sepenuhnya berada dalam lingkup kewenangan Bank Indonesia Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Krisis https://id.wikipedia.org/wiki/Resesi Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, September 1998 Dampak Krisis Moneter terhadap Sektor Riil   
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x