Word Search

SISTEM EKONOMI INDONESIA KRISIS EKONOMI DAN RESESI EKONOMI

Description
TUGAS SISTEM EKONOMI INDONESIA
Categories
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  SISTEM EKONOMI INDONESIA KRISIS EKONOMI DAN RESESI EKONOMI Disusun Oleh :  Nama : Rio Gilang Pratama  NIM : 18102033 Prodi : Ilmu pemerintahan SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNGPINANG 2019/2020  A.   Krisis Ekonomi Menurut ahli ekonomi, Krisis ekonomi secara sederhana adalah suatu keadaan dimana sebuah Negara yang  pemerintahnya tidak dipercaya lagi oleh rakyatnya, khususnya masalah finansial. Rakyatnya tidak mau lagi menyimpan uang di bank-bank yang ada, sehingga bank-bank mengalami kesulitan uang tunai. Jika itu terjadi maka bank sentral akan mencairkan asetnya untuk menalangi semua bank- bank itu. Setelah itu maka harga-harga naik seiring dengan banyaknya uang tunai di masyarakat akibat bank kelebihan uang tunai. Jika keadaan itu terjadi maka negara memasuki masa krisis.  Negara tidak mampu membayar hutangnya sehingga hutangnya sudah jauh diatas PDB-nya. Maksudnya, ketika suatu negara mempunyai hutang terhadap negara lain dan bunga dari hutang tersebut semakin  bertambah setiap tahunnya, tetapi  pendapatan Negara tersebut tidak mengalami pertambahan akibat krisis ekonomi, sehingga membuat  Negara tersebut mengalami kesulitan untuk membayar hutang-hutangnya. a.   Faktor penyebab krisis ekonomi Ekonomi setiap Negara tentu berbeda- beda perkembangannya, sehingga bagi  pejabat yang mengemban amanah dalam mengatur perekonomian Negara tidak hanya mengatur perekonomian saja namun juga mengendalikannya ketika terjadi gejolak  ekonomi. Walaupun hanya masyarakat biasa namun perlu mengetahui pula kondisi ekonomi yang sedang bergejolak atau yang akan mengalami krisis ekonomi. Tujuannya agar ketika krisis tersebut terjadi sebagai masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai pengusaha dapat mengantisipasi atau meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi. Sehingga dapat diketahui faktor-faktor  penyebab dari krisis ekonomi itu sendiri, seperti berikut:     Nilai Tukar Rupiah  Perubahan nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi sebuah Negara. ini dikarenakan para pengusaha yang selalu bertransaksi export dan import akan mengalami kerugian karena krisis yang terjadi. Tentunya perubahan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor internal diNegara adikuasa yaitu Amerika, tentunya berpengaruh ke Negara lain yang bukan  Negara berkembang seperti Amerika.    Gejolak Politik Seperti yang pernah terjadi di Indonesia gejolak politik ketika Mantan Presiden Soeharto dilengserkan, dampaknya pun cukup luas sehingga membuat hampir sebagian investor asing hampir tidak percaya kembali untuk menanamkan modalnya di Indonesia. ini dikarenakan kondisi Indonesia saat itu sedang tidak kondusif.    Adanya oknum Oknum yang dimaksud tidak hanya oknum penjahat saja namun juga namun juga oknum yang terbiasa menimbun bahan  pokok seperti tabung gas 3kg dan sejenisnya sehingga dengan kelangkaan tersebut harga menjadi naik dan oknum tersebut mengambil keuntungan dengan menjual tabung gas 3kg sudah dengan isinya dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.    Demonstrasi Mungkin sebagian masyarakat yang melakukan orasi untuk menyalurkan aspirasinya memang baik, namun jika orasi dengan cara melakukan demonstrasi disertai anarkis tidaklah etis. ini dikarenakan  peristiwa tersebut dapat mempengaruhi gejolak ekonomi Negara tersebut.       Tindak Kriminalitas Banyaknya tindak kriminalitas yang terjadi dapat membuat kondisi tidak kondusif khususnya bagi investor asing untuk menanamkan modal asing di Negara tersebut. untuk itulah kesatuan polisi didalam sebuah negara berperan penting menjaga stabilitas keamanan  Negara. b.   Dampak krisis ekonomi Pada 1997, krisis ekonomi pernah menimpa negara-negara asia. Bermula dari krisis ekonomi yang melanda negara Thailand, pada saat itu Thailand sedang mengembangkan mata uang dengan meningkatkan ekspor. Namun rencana tersebut gagal dan didorong oleh besarnya utang luar negeri Thailand menyebabkan turunnya nilai tukar mata uang Thailand(Bath). Hal tersebut terjadi  bukan tanpa sebab, melainkan sedikitnya valuta asing yang dapat mempertahankanjangkarnya ke dollar. Selain thailand terdapat beberapa negara lainnya yang terkena dampak krisis ekonomi pada 1997 seperti Indonesia dan Korea Selatan. Negara lain seperti Malaysia, Laos, Hongkong  juga berdampak pada menurunnya nilai mata uang negara. Namun terdapat beberapa negara yang tidak  berdampak signifikan akibat krisis ekonomi Asia, seperti Taiwan, Singapura, Brunei, China, dan Vietnam. Namun negara-negara tersebut juga turun merasakan imbas krisis ekonomi, salah satunya  penurunan tingkat kepercayaan investor. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa krisis ekonomi dapat menimpa negara manapun dan kapan pun, bahkan perkekonomian yang stabil tidak menjamin tidak terjadinya krisis ekonomi. Namun demikian, tidak ada yang menginginkan negaranya mengalami krisis ekonomi. Oleh karena itu,  pencegahan dapat dilakukan dengan  cara menjalin kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. c.   langkah preventif terjadinya krisis ekonomi Untuk mengetahui cara pencegahan krisis sistem keuangan, maka kita harus mengetahui apa itu stabilitas sistem keuangan sebagai tolak ukur kita untuk dapat keluar dari krisis. Definisi stabilitas sistim keuangan yang banyak dipakai dibeberapa negara mengkombinasikan atas tiga hal yatiu: terjadi alokasi resources dengan baik sehingga proses intermediasi bisa berjalan dengan normal, berbagai indikator sistem keuangan masih memenuhi batas stabil dan belum ada dana publik yang dipakai untuk penyelamatan sistim keuangan. Melakukan pencegah agar krisis tidak terjadi, ataupun jika diperkirakan tidak mungkin dapat dicegah terjadinya, setidaknya diupayakan agar tidak masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap yang lebih buruk. Untuk itu, begitu ada tanda-tanda terlihat, segera dapat langsung diarahkan ketahap  penyelesaian. Pencegahan juga  berupaya mengalihkan tempat dan waktu terjadinya krisis, dan juga  berupaya mengendalikannya, jika ia kelak terjadi. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan kebijakan, kebijakan itu sendiri dikelompokkan dalam dua paket kebijakan besar yang bersifat jangka pendek dan  jangka panjang. kebijakan jangka  pendek biasanya menyangkut sisi moneter dan fiskal, seperti nilai tukar, inflasi, utang, defisit neraca  pembayaran, dan anggaran  pemerintah. sementara pola kebijakan yang bersifat jangka  panjang menyangkut masalah sektor rill, kapasitas produksi, ketenagakerjaan, dan struktur industri. Berbicara mengenai masalah kebijakan, maka Bank sentral lah yang merupakan otoritas yang
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x