Entertainment & Humor

SISTEM EKONOMI INDONESIA LUNA DS

Description
SISTEM EKONOMI INDONESIA LUNA DS
Published
of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  SISTEM EKONOMI INDONESIA KRISIS EKONOMI DAN RESESI EKONOMI Disusun Oleh:  Nama : Luna Davita Sari  Nim : 18102027 SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNGPINANG TAHUN AJARAN 2019/2020  BAB I PENDAHULUAN Kerentanan Krisis Ekonomi 1.1. Latar Belakang Masalah Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat, negara-negara di dunia sekarang biasanya dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu negara-negara maju (developed countries) dan negara-negara yang sedang berkembang (developing countries). Taraf pembangunan penduduk relatif masih rendah dan  banyak diantara yang mempunyai pendapatan per kapita sangat rendah. Indonesia termasuk kedalam kelompok negara berkembang. Perekonomian di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa saat ini sedang bergejolak, sehingga menyebabkan perekonomian dunia saat ini menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut menyebabkan krisis ekonomi yang berdampak terhadap perekonomian negara berkembang. Dampak krisis ekonomi yang sangat  besar bagi negara-negara yang perekonomiannya bergantung pada negara-negara maju yang mengalami krisis. Hal ini dapat dijelaskan bahwa ketergantungan  pereknomian suatu negara rentan mengalami krisis ekonomi. Karena ketika  bergantung terhadap negara yang sedang mengalami krisis ekonomi maka akan  berdampak juga kepada negara tersebut. Produk-produk yang dihasilkan oleh negara berkembang menjadi komoditi  perdagangan bagi negara maju, terutama komoditi yang merupakan sumber alam untuk pengolahan industri di negara maju. Selain itu, neraca pembayaran menggunakan alat pembayaran berupa mata uang negara maju diantaranya dolar. Manakala terjadi guncangan krisis ekonomi di negara maju yang berpengaruh terhadap negara berkembang, misalnya kebangkrutan industri atau nilai tukar mata uang yang merosot maka kondisi perekonomian negara berkembang akan ikut goncang. Sebaliknya, alat-alat produksi sebagai barang modal yang diperlukan oleh negara berkembang akan menjadi beban bagi berlangsungnya  produktifitas. Misalnya ketika nilai tukar dollar terhadap mata uang negara  berkembang meningkat maka barang-barang tersebut juga meningkat, sehingga kebutuhan produksi juga meningkat atau menjadi mahal. Salah satu contoh sederhana produksi tahu dan tempe di indonesia menggunakan kedelai impor dari Amerika, maka ketika niali dollar naik menyebabkan produksi tahu dan tempe juga naik, sedangkan harga jualnya sulit  untuk dinaikkan atau ketika produksi kedelai menurun menyebabkan kuota kedelai impor di Indonesia menjadi sedikit, akibatnya harga kedelai menjadi mahal sehingga menimbulkan harga produksi tahu dan tempe meningkat. 1.2. Identifikasi Masalah    Apa yang dimaksud dengan kerentanan ekonomi dan krisis ekonomi?      Bagaimana pembagian krisis ekonomi berdasarkan menurut jenis dan sumbernya?    Apa faktor yang menyebabkan Indonesia rentan terkena krisis ekonomi?    Apa dampak yang ditimbulkan dari krisis ekonomi terhadap Indonesia?    Bagaimana mengatasi krisis ekonomi? 1.3. Maksud dan Tujuan Makalah ini disusun untuk mengetahui bagaimana perekonomian Negara  berkembang yang bergantung terhadap Negara maju. Negara tersebut rentan terhadap krisis ekonomi atau tidak mengalami kriris ekonomi dimana Indonesia termasuk ke dalam kategori Negara berkembang. 1.4 Metode Penulisan Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library Research) yaitu suatu metode pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, diktat-diktat, jurnal dan literatur-literatur serta informasi-informasi lainnya yang berhubungan dengan penulisan makalah ini. BAB II TEORI DAN PEMBAHASAN   2.1. Sejarah Perekonomian Indonesia Indonesia memiliki catatan dan pengalaman sejarah yang cukup panjang dan menarik dalam menjalankan roda perekonomiannya. Secara garis besar  perekonomian Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan (orde lama, orde baru, dan orde reformasi). A. Sebelum Kemerdekaan Pada masa ini, roda perekonomian Indonesia dikendalikan oleh para  bangsawan, kerajaan-kerajaan lokal, dan para penjajah (Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang). Namun, pengaruh yang ditinggalkan Belanda yang telah menjajah Hindia Belanda (sebutan untuk Indonesia pada masa itu) selama 350 tahun sangat dalam. Negeri kincir angin itu juga telah menerapkan berbagai sistem yang masih dipakai hingga saat ini. Beberapa kebijakan yang mereka  berlakukan untuk Hindia Belanda diantaranya dengan membentuk Serikat Dagang Belanda VOC, Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), dan Sistem Ekonomi Pintu Terbuka (Liberal). VOC pada masa kejayaannya 1602-1799 telah menjadi  penguasa Hindia Belanda dalam hal memonopoli komoditi-komoditi ekspor unggulan seperti, rempah-rempah, kopi, dan cengkeh. Belanda juga melakukan ekspor perak ke Hindia Belanda sebagai alat perimbangan dalam neraca  pembayaran sampai tahun 1870-an. Akibat ketergantungan akan impor perak dari Belanda di masa VOC, sementara pasokan perak terganggu akibat adanya blokade Inggris di Eropa maka jatuhlah kekuasaan Belanda ke tangan Inggris atas Hindia Belanda. Pada saat itu juga terjadi krisis finansial di tubuh VOC, VOC bubar dan republik bataaf yang mengambil alih kekuasaan dari VOC juga belum sempat  berbenah. Inggris yang mengambil alih kekuasaan atas Hindia Belanda pada 1811-1816 mulai menerapkan sistem baru menggantikan sistem pajak hasil  bumi(contigenten), yaitu Landrent (pajak tanah) yang telah berhasil diterapkan di India. Namun perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, malah mengalami kegagalan sebelum akhirnya Inggris meninggalkan Hindia Belanda. Seiring dengan keberhasilan Belanda merebut kembali kekuasaan atas Hindia Belanda dari tangan Inggris, Belanda menerapkan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) pada tahun 1836. Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka memperkenalkan penggunaan uang pada masyarakat pribumi. Masyarakat diwajibkan menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual  hasilnya ke gudang-gudang pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Masyarakat pribumi sangat tersiksa dengan sistem yang baru diterapkan pemerintah Belanda ini. Namun segi  positifnya adalah mereka mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, dan masuknya ekonomi uang di pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup mereka. Pemerintah Belanda berhasil menerapkan sistem barunya ini, masyarakat sudah  bisa menyerap barang-barang impor yang mereka bawa masuk ke Hindia Belanda. Hal inilah yang merubah cara hidup masyarakat pedesaan menjadi lebih komersial, tercermin dari meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi nonagraris. B. SETELAH KEMERDEKAAN ORDE LAMA Pasca kemerdekaan, Indonesia mulai menggerakkan roda  perekonomiannya sendiri. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno yang lebih dikenal dengan sebutan orde lama pembangunan ekonomi Indonesia dapat dibagi mejadi; 1. masa pasca kemerdekaan (1945-1950) 2. masa demokrasi liberal (1950-1957) 3. masa demokrasi terpimpin (1959-1967) Pada masa pasca kemerdekaan, pembangunan sistem ekonomi Indonesia  banyak mengalami jatuh bangun. Pemerintah pada saat itu dihadapkan pada masalah tingkat inflasi yang tinggi, pintu perdagangan luar negeri RI yang ditutup oleh Belanda, kas negara yang kosong, dan eksploitasi besar-besaran di masa  penjajahan. Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk keluar dari keterpurukan ekonomi di tanah air, seperti menyerahkan perekonomian Indonesia  pada pasar, inilah yang menandai dimulainya masa demokrasi liberal. Kenyataannya, sistem ekonomi liberal ini hanya memperburuk kondisi  perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Akhirnya setelah dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959, sistem ekonomi liberal diganti dengan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia yang menjurus pada sistem etatisme (segala-galanhya diatur oleh pemerintah). Namun, kembali Indonesia menemui kegagalan dimana tingkat inflasi yang tinggi akibat kegagalan kontrol
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x