Art

TUGAS E-GOVERNMENT

Description
infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  TUGAS E-GOVERNMENT INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT NAMA : SITI YUSNIMAR NIM : 18102036   SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNG PINANG TAHUN 2019  Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Masyarakat (Teknologi Digital Ubah Cara Pandang dan Interaksi Masyarakat) Depok (SDPPI)-Teknologi dan transformasi digital mampu mengubah cara pandang dan interaksi masyarakat. Antara lain dalam melakukan transaksi, dahulu pembayaran harus menggunakan mata uang fisik, kini bisa secara elektronik. Begitupun dengan layanan publik seperti perizinan, cara manual berubah full online tanpa bertemu muka, serta dapat dilakukan di mana dan kapan saja. “Transformasi digital adalah pergeseran pemakaian alat dan perangkat telekomunikasi yang dilakukan lebih baik lagi, seperti dalam pemakaian dan pemanfaatannya dalam menunjang rutininitas keseharian,” jelas Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana, pada Forum Standaridisasi TIK 2019, Standardisasi Perangkat dan Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Transformasi Digital bagi Layanan Publik di Hotel Savero, Kamis (25/7/ 2019). Hadiyana menambahkan transformasi digital juga berpengaruh pada bidang ekonomi atau yang sering disebut ekonomi digital. Ia mencontohkan perusahaan transportasi online Uber yang tidak punya armada, namun tetap dapat beroperasi. Atau airBnB, yang tidak memiliki properti, namun dapat melakukan bisnis akomodasi penginapan. “Adanya transfo rmasi digital tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah membuat suatu regulasi atau standar serta program yang mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat, salah satunya penerapan TIK dalam mendukung pelayanan publik,” jelasnya.  Forum Standardisasi TIK bertujuan sebagai sarana diskusi interaktif antara narasumber pakar dan praktisi dengan peserta tentang Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah disusun oleh Komite Teknis 35-01. Komite ini membidangi Standardisasi Teknologi Informasi yang disusun mengadopsi standar internasional, seperti dari ISO, IEC atau ITU serta dari yang bersifat internasional maupun yang regional. Beberapa instansi pemerintah, termasuk Kemkominfo saat ini sedang melakukan transformasi digital melalui perbaikan sektor layanan dengan dukungan teknologi informasi, baik perbaikan layanan internal maupun layanan publik. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan yang bersifat efektif, efisien, tansparan, dan akuntabel. Dalam implementasinya pemerintah telah menerbitkan dua Peraturan Presiden terkait standardisasi teknologi informasi, yakni Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Penerbitan dua Peraturan Presiden ini merupakan bukti bahwa pemerintah sangat mendukung implementasi teknologi informasi dalam pemerintahan, atau yang sering disebut sebagai pemerintahan elektronis (e-government). Forum bersifat dua arah, dimana para narasumber dan peserta Forum dapat berdiskusi untuk saling berbagi pengalaman, permasalahan, dan tantangan dalam penerapan TIK, serta mendiskusikan standardisasi sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan bidang TIK. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan bersama bangsa Indonesia sehingga perlu upaya untuk perwujudannya melalui peningkatan mutu kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Apalagi di tengah-tengah lingkungan yang terus berubah sangat VUCA  (volatility, uncertainity, complexity, ambiguity).   Juga seiring kemajuan teknologi yang sangat pesat, khususnya di bidang teknologi  informasi, seperti internet of things, smart city, big data, dan artificial intelligence. "Perkembangan teknologi  tidak saja merubah gaya hidup manusia dari generasi ke generasi,  namun cara pandang dan cara berpikir, bahkan akselerasi neuron otak dalam merespon setiap perubahan dan kemajuan teknologi informasi tersebut," kata Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes, Board of Honor, Neuronesia Community di Jakarta belum lama ini. Dikatakannya, perkembangan teknologi di satu sisi bisa memberikan manfaat yang positif namun di sisi lain  jika tidak dimanfaatkan dengan tidak baik ya yang muncul dampak-dampak negatif. Ia mencontohkan, gadget dan media sosial sebagai bagian perkembangan teknologi, ibarat pedang bermata dua. "Teknologi dan media sosial bisa sangat berguna bagi kehidupan manusia tapi kalau dimanfaatkan secara keliru berbahaya, misalnya untuk melakukan hate speech," katanya. Bambang Iman Santoso, ST, MM.  –  Co-Founder dan CEO dari PT Neuronesia Neurosains Indonesia mengatakan, perkembangan teknologi tidak saja merubah gaya hidup manusia dari generasi ke generasi bisa dijelaskan melalui ilmu. "Ilmu neurosains dan disiplin ilmu lainnya diharapkan dapat membantu menjelaskan proses perubahan itu terjadi secara ilmiah, tentunya kepada masyarakat awam disampaikan dengan bahasa-bahasa yang membumi," katanya. Neurosains, sebut Bambang adalah ilmu yang khusus mempelajari tentang otak dan dinamikanya. Perangkat digital kini telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat di kota besar, kota-kota kecil, dan perdesaan. Hal ini memunculkan gaya hidup yang relatif baru di Indonesia, yaitu gaya hidup digital. Masyarakat hidup dengan perangkat digital dan menjadikan perangkat digital sebagai bagian takterpisahkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Gaya hidup ini telah mengubah kebiasaan masyarakat. Kini, banyak hal yang dulu dikerjakan dengan cara pergi, menghabiskan waktu dan jarak, kini dapat dilakukan dengan menekan tombol di perangkat digital saja. Gaya hidup digital ini memiliki banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Penelitian ini difokuskan kepada gaya hidup digital di masyarakat kota Bandung dan dampaknya bagi perubahan sikap, mental, dan cara pandang mereka. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa gaya hidup digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat kota Bandung. Selain itu, gaya hidup digital juga telah banyak mengubah tatanan hidup, sikap, mental, dan cara pandang masyarakat. Kata kunci: teknologi digital, gaya hidup digital, mental, sikap, cara pandang, perangkat digital, perubahan. Perkembangan teknologi selama 10 tahun terakhir  — terutama smartphone —  juga mengubah kultur kita soal makanan. Kalau dulu biasanya Anda meminta rekomendasi makanan enak dari teman, kini Anda cukup mengubek-ubek Instagram dengan tagar tertentu. Kalau dulu  Anda hanya bisa memesan makanan dari restoran yang memiliki jasa layan antar sendiri, kini Anda bisa menggunakan aplikasi layanan pesan antar makanan dari ribuan restoran berbeda — selama 24 jam. Dalam acara diskusi yang bertajuk  A Digital Degustation  yang berlangsung di Ubud Food Festival 2018, 13 April lalu, Steven Kim, CEO Qraved yang merupakan  platform  pencarian makanan di Indonesia, kini makan di luar rumah lebih dari sekadar menyantap makanan. Selain mencari makanan enak, orang-orang juga mencari makanan dan tempat yang instagramable . Tak heran kalau kini ada banyak sekali tagar soal makanan di Instagram seperti #foodporn, #foodpics, #foodgasm, #foodies , dan lain-lain dengan hasil pencarian hingga jutaan foto. “Itulah sebabnya kami membuat  platform  yang mudah bagi para kreator untuk berbagi dan terkoneksi,” ungkap Steven. Sementara itu, Ade Putri, seorang food stylist   dan food writer,  serta salah seorang bagian dari gerakan  Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) — yang mempromosikan makanan Indonesia — mengatakan bahwa tren berbagi foto dan informasi soal makanan, baik di media sosial maupun  platform  pencarian makanan memiliki efek positif. “Saya menggunakan media sosial untuk berbagi pengetahuan soal makanan yang saya miliki. Kalau orang-orang tahu tentang kisah sebuah makanan, mereka akan lebih menghargai makanan tersebut,” jelasnya . Dalam kesempatan itu juga hadir Pingkan Irwin, Vice President of Marketing Go-Jek, yang mengungkapkan bahwa kehadiran layanan pesan antar  makanan seperti Go-Food tak hanya menguntungkan bagi konsumen, tapi juga para pemilik restoran dan para supplier   mereka.  “Banyak cerita menarik tentang usaha rumahan yang sukses berkat Go-Food. Ada orang yang pintar masak tapi tidak punya restoran akhirnya tetap bisa menjalankan usahanya karena Go-Food. Tidak hanya itu, supplier   bahan baku makanan pun ikut terkena dampak positifnya. Misalnya, supplier   pisang untuk Pisang Goreng Bu Nanik di Jakarta — yang merupakan salah satu merchant   awal kami — yang sekarang sukses dan selalu dipenuhi supir Go-Jek yang mengantre pesanan,” ungkap Pingkan. Teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita sekarang ini. banyak hal yang terjadi dengan adanya teknologi. Apapun yang kita perlukan menjadi begitu mudah dicapai untuk mendapatkan berbagai informasi . Akses untuk menuju infomasi ini pun bisa dilakukan dari mana saja mulai dari media telivisi, heandphone, komputer dan masih banyak lagi. Tetapi banyak  juga teknologi yang sering digunakan ini, tidak sebagai mana mestinya untuk dipergunakan dengan sebaik mungkin. Banyak yang mudah terpengaruh dengan informasi dari teknologi seperti halnya anak  –  anak. Zaman yang sekarang yang serba instan karena mudahnya untuk mendapatkan informasi ini anak  –  anak seringkali mudah terpengaruh dengan adanya informasi dan hiburan yang mereka dapatkan. Mereka terdidik dengan bahasa yang secara langsung ditiru secara visualisasi, yang berarti apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar dengan mudah ditangkap. Anak  –  anak sekarang juga dengan mudah untuk bisa mengakses informasi dan hiburan dimana saja yang sama seperti orang dewasa. Dilihat dari telivisi, Mereka melakukan berbagai pilihan acara yang dapat mereka lihat. Dalam pikiran mereka sebagaimana televisi yang merupakan alat media yang digunakan secara luas ini akan ada dampak positif dan negatif didalamnya. Orang tua terkadang tidak tahu apa yang mereka tonton.  Apakah itu bahaya bagi mereka atau tidak. Jika orang tua terus menerus membiarkan anaknya menonton telivisi yang berdampak negatif bagi mereka. Akan menjadikanya pola pikir yang memiliki nilai yang tidak sempurna Karena pola pikir mereka terekam secara langsung dalam benak visualisasi mereka. Banyak keinginan yang anak  –  anak ingin dapatkan seperti halnya informasi dan hiburan. Jika mereka selesai dengan informasi dan hiburan yang mereka dapatkan. Di dalam media televisi mereka bisa beralih ke smarphone. Padahal yang Sebelumnya era tahun 2000  –  an Heandphone hanya digunakan untuk telepone dan sms. Hanya orang  –  orang dewasa yang mempergunakanya. Dan itu sekedar digunakan untuk berkepentingan. tetapi sekarang tidak bisa dilakukan secara berkepentingan tetapi bisa  juga dipakai sebagai media hiburan anak  –  anak. Smartphone yang mereka punya bisa melakukan apa saja. Terlebih lagi smarphone yang mereka dapatkan pemberian dari orang tua yang secara tidak langsung menjadi hak dia untuk digunakan. Orang tua tidak mengerti apa yang di lakukan pada smartphone mereka. Mengakses bukan sebagai keperluan tetapi sebagai sarana hiburan membrowsing internet, bermain media sosial, bermain games hanya untuk kesenangan mereka.  Apa yang anak  –  anak dapatkan pada smartphone tidak bisa dibatasi seperti halnya media televisi mereka harus menunggu apa yang ingin dilihat tetapi pada smarphone tanpa menunggu lama mereka bisa melihat apa yang mereka mau tidak ada kunci yang melarang anak bermain smartphone dan akan berdampak negatif bagi anak. Banyak informasi yang mereka dapatkan secara universal. Ranah situs internet yang menjadikanya keadaan darurat bagi anak  –  anak dan harus dihindarkan oleh orang tua. Karena bagi mereka itu bahagia tetapi untuk keadaan kedepanya akan membawa dampak negatif bagi mereka. Sebenarnya teknologi yang terjadi dari media informasi maupun hiburan sudah banyak yang berkembang diseluruh dunia. Hal ini diikutinya perkembangan teknologi di negara indonesia yang menjadikan suatu daya tarik bagi seluruh kalangan. Dan  juga ikut membagun daya tarik bagi anak - anak. Trend yang terjadi pada perkembangan sekarang secara keseluruhan menjadi sangat luas. Pandangan apa yang mereka tangkap terus menerus terjadi karena adanya informasi dan hiburan dari teknologi. Padahal dulu komputer hanya digunakan sebagai sarana tugas yang dibuat untuk pekerjaan. Tetapi sekarang berubah. Komputer bukan hanya saja untuk mengerjakan tugas tetapi sebagai media informasi dan hiburan. Seperti apa yang dirasakan anak  –  anak. Mereka akan suka bermain komputer sebagai sarana hiburan mereka. Karena adanya perkembangan teknologi sekarang ini. Mereka lebih cenderung berhadapan dengan gadget yang mereka punya ketimbang mereka berlama  –  lama bermain diluar bersama teman  –  temanya. Padahal apa yang mereka lakukan menjadikan diri mereka bersifat individualisme. Banyak kebebasan yang terjaring bagi anak  –  anak mereka. Terus menerus ingin melihat teknologi yang baru. Mereka melihat yang berbeda dan mereka ingin mengingikanya lagi. Kekuatan mereka untuk bercakap  –  cakap menjadi sangat terbatas bukan hanya itu saja daya pikir mereka kelak lebih terjaring pada alat  –  alat gadget yang mereka punya.  Internet yang sekarang ini juga merupakan nilai keutamaan adanya faktor informasi dan hiburan. Yang sebelumnya internet merupakan suatu hal yang sangat jarang ada. Karena susahnya mencari wadah untuk berinternet menjadikan daya pola berpikir anak menjadi terbentuk dan menuai ide  –  ide kreatifitas mereka. Tetapi sekarang dengan adanya internet menjadi serba instant apa yang mereka ingin tinggal mencari diinternet. Juga seperti media hiburan yang hanya dibatasi pada saat tidak adanya internet. Dan sekarang ini keinginan untuk mendapatkan media hiburan sangat mudah ditemukan. Banyak sekali bahaya dari dunia internet sendiri. Mereka terkadang salah memilih mana informasi yang baik dan mana informasi yang buruk pada akhirnya mereka sendiri yang menilai. Pendidikan merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap anak. Banyak teknologi yang salah dipergunakan kepada anak  –  anak. Dan berarti harus adanya pendidikan teknologi bagi anak. Yang mendidik itu sendiri adalah orang tua karena pada dasarnya teknologi yang mereka punya. Awalnya berasal dari orang tua atau di luar orang tua mereka sendiri. Mereka harus harus mengetahui bagamaina yang salah ataupun yang tidak untuk menangkap seluruh informasi atau hiburan yang mereka dapatkan. Kemungkinan yang terjadi sekarang ini merupakan hal yang wajar. Karena anak  –  anak terlalu berlebihan untuk mendapatkan informasi dan hiburan. Sebagaimana mestinya jika terlalu mendalami berbagai keinginan. Yang pasti anak  –  anak akan terus memaksa keinginanya di dalam dunia informasi dan hiburan. Karena era dunia teknologi visualisasi merupakan hal dan solusi untuk membangun daya cipta dan ruang lingkup anak  –  anak. Sebernanya teknologi biasa dipergunakan dengan baik tetapi tidak perlu menghindarkan bagaimana dampak dari teknologi itu sendiri. Seperti halnya dunia pendidikan yang sekarang ini yang perlu adanya teknologi. Karena teknologi ini sendiri merupakan hasil. Dengan cara bagaimana teknologi digunakan sebaik mungkin seperti halnya media hiburan. Untuk membangun media hiburan sendiri perlu adanya pengawasan bagi perkembangan anak  –  anak. Sinetron yang tidak mendidik tidak perlu dilihat karena dampak dari sinetron membuat anak  –  anak menjadi menyamakan karakter yang ada di sinetron tersebut. Seperti juga smartphone merupakan teknologi yang belakangan ini merupakan suatu teknologi yang menjadi tren di seluruh kalangan baik orang tua, remaja dewasa maupun anak  –  anak. Tetapi anak  –  anak harus dibatasi oleh adanya smartphone tidak perlu diberikan berlebihan kepada anak. Smartphone harusnya bisa dipegang oleh orang tua bukan anak dan memberikan smartphone tersebut untuk mendidik mereka seperti banyaknya aplikasi untuk pendidikan. Padahal jumlah aplikasi di smartphone sangat banyak dan sangat beragam.  Adanya batasan  –  batasan bukan hambatan untuk menerapkan teknologi pola berfikir untuk sekarang ini. Masa depan merupakan hal yang sudah wajar. Yang tidak boleh dihindarkan. Karena jika dihindarkan tidak adanya penangkapan anak terhadap perkembangan teknologi.  Aktifitas yang mereka lakukan bisa  jadi berdampak positif bagi mereka. Seluruh lapisan pada tahapan  –  tahapan teknologi harus mereka lalui  jangan menganggap teknologi merupakan suatu hal yang menyeramkan bagi masa depan anak. Memberikan suatu bimbingan, merupakan hal yang wajib. Semua itu tergantung pada masing apa di ajarkan oleh para orang tua. Menjelaskan apa yang perlu dijelaskan. Dengan begitu anak menjadi paham dan mengerti. teknologi juga merupakan perkembangan yang dibutuhkan bagi anak  –  anak. Dengan begitu teknologi menjadikan kekuatan sendiri bagi kebutuhan anak  –  anak.  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x