Resumes & CVs

TUGAS E-GOVERNMENT

Description
TUGAS E-GOVERNMENT
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  TUGAS E-GOVERNMENT INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT NAMA : IKE RAHMA PERTIWI NIM : 14102031   SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RAJA HAJI TANJUNG PINANG TAHUN 2019  Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Masyarakat (Akankah Sumpah Palapa Diwujutkan Dengan Proyek Strategis Nasional Palapa Ring) Sadar atau tidak bangsa-bangsa di dunia sekarang telah mengalami perubahan yang sangat besar semenjak teknologi dan internet mulai berkembang pesat. Teknologi dan internet berkembang sangat cepat membuat bangsa kita harus terpacu untuk mengejar ketertinggalan. Perangkat dengan sistem pintar dan canggih sudah sangat mudah di dapatkan. Akibatnya, bangsa kita dituntut untuk melek terhadap perubahan di era digital ini dengan cara terus update perkembangan yang terjadi. Sosial media dan media komunikasi lainnya telah berhasil merubah cara manusia melakukan kegiatan sehari-harinya. Sekarang, semua orang dapat memiliki akses untuk berhubungan satu sama lain, internet menjadi tempat untuk berekspresi dan bersuara, transisi budaya, belajar, berkerja dan berbelaja menjadi semakin mudah. Berlandasan pada Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan 2018  jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna yang aktif smartphone terbesar di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Pada akhir Januari 2018 yang lalu, We Are Social   dan Hootsuite,  merilis data tentang  jumlah pengguna internet dan media sosial di dunia. Berdasarkan data itu, pengguna internet di dunia telah mencapai 4 miliar, sebelumnya, 3,8 miliar. Ini artinya, lebih dari separuh dunia terkoneksi dengan internet. Afrika disetujui memiliki pertumbuhan pesat 20% per tahun. Terkait ini, tentu saja membantu meningkatkan pengguna media sosial. Secara global, pengguna media sosial tumbuh sebesar 13 persen dalam waktu 12 tahun terakhir. Asia Tengah dan Selatan mencatat peningkatan tercepat masing-masing 90 persen dan 33 persen. Arab Saudi meningkatkan terbesar dibandingkan negara-negara lain yaitu 32 persen. Disusul India sebesar 31 persen dan Indonesia 23 persen. Meskipun Arab Saudi memegang pertumbuhan yang dominan media sosial, namun tidak untuk waktu lamanya yang dihabiskan di platform media sosial. Justru negara kaya minyak itu berada di posisi 16 setelah Vietnam dengan rata-rata waktu yang digunakan untuk bermedia sosial sebesar 2 Jam 34 menit. Pengakses 'terlama' media sosial dinobatkan ke Filipina dengan waktu 3 Jam 57 menit. Di susul Brasil dengan lama waktu 3 jam 39  menit dan Indonesia 3 jam 23 menit. Ini artinya, lebih dari separuh dunia terkoneksi dengan internet. Afrika disetujui memiliki pertumbuhan pesat 20% per tahun. Terkait ini, tentu saja membantu meningkatkan pengguna media sosial. Secara global, pengguna media sosial tumbuh sebesar 13 persen dalam waktu 12 tahun terakhir. Asia Tengah dan Selatan mencatat peningkatan tercepat masing-masing 90 persen dan 33 persen. Arab Saudi meningkatkan terbesar dibandingkan negara-negara lain yaitu 32 persen. Disusul India sebesar 31 persen dan Indonesia 23 persen. pada Desember 2018. Sebanyak 86 persen pengguna internet Indonesia melakukan belanja online lewat perangkat apapun. Angka ini didapat dari data yang dihimpun Global Web Index yang dirangkum oleh We Are Social   dan Hootsuite  Sementara itu, China menduduki posisi ke-2 dengan 82 persen pengguna internet mereka yang melakukan belanja online lewat perangkat apapun. Jerman dan Inggris di peringkat 3 dan 4 dengan persentase yang sama yaitu 81 persen. Sementara Thailand ada di tempat kelima dengan 80 persen. Tingkat belanja online pengguna internet Indonesia adalah yang tertinggi dibanding negara di kawasan Asia Tenggara lain. Hanya 77 persen pengguna internet Vietnam yang melakukan belanja online , disusul Malaysia 75 persen, Singapura 73 persen, dan Filipina 70 persen. Sementara rata-rata belanja online para pengguna internet dunia sebesar 75 persen. Dengan kondisi penetrasi Internet seperti saat ini, Indonesia sudah mulai dilirik investor yang tertarik berinvestasi di industri digital. Dalam laporan yang bertajuk Mapping & Database Startup Indonesia 2018 dari Indonesia Digital Creative Industry Society  jumlah perusahaan rintisan teknologi di Indonesia mencapai 992 startup. Dengan jumlah yang begitu banyak ada Empat perusahaan startup Indonesia kini telah menjelma menjadi unicorn, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka. Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh sangat cepat dan besar. Kebutuhan terbesar saat ini adalah dukungan dari pemerintah menyelamatkan industri digital Indonesia dapat mengatasi ketertinggalan oleh negara lain. Internet Penetrasi harus bisa ditingkatkan dengan cepat. Tidak hanya terfokus di Jawa, tetapi juga tersebar di daerah lain di Indonesia. Pemerintah juga harus membuka jalan dan menyediakan berbagai insentif agar industri digital ini dapat tumbuh dan mendapatkan akses persetujuan. Perkembangan teknologi khususnya internet telah membawa pada terobosan baru dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Para inovator telah memanfaatkan internet sebagai sarana penjualan segala kebutuhan manusia atau yang biasa kita dengar dengan sebutan e-commerce . Industri berbasis internet ini mulai dipilih oleh masyarakat di Indonesia sebagai sarana menjalankan bisnis. Rata-rata kecepatan internet di Indonesia menduduki peringkat 42 dari total 46 negara lain. Hasil ini diperoleh dari data  Ookla pada Desember 2019. Artinya, kecepatan internet di Indonesia tergolong keempat paling buncit dari negara lainnya. Rata-rata kecepatan internet kabel di Indonesia adalah 15,5 Mbps, sementara rata-rata kecepatan internet kabel dunia sebesar 54,3 Mbps. Kecepatan ini rata-rata mengalami kenaikan 33 persen tiap tahun. Lantas untuk kecepatan koneksi internet mobile atau seluler, Indonesia kembali menduduki peringkat buncit. Dari 45 negara, Indonesia berada di peringkat 43. Masih dari data Ookla, kecepatan internet seluler Indonesia tercatat sekitar 10,5 Mbps. Sementara rata-rata kecepatan internet selular dunia ada di angka 25,1 Mbps dan naik 18 persen tiap tahunnya. Kecepatan internet Indonesia kalah jauh dari negara tetangga terdekat Malaysia. Negeri 'Harimau Malaya' itu masuk jajaran 20 besar internet kabel tercepat dengan rata-rata 63,5 Mbps. Berdasarkan data yang dikumpulkan Hootsuite dan We Are Social, kecepatan internet kabel Singapura menduduki peringkat pertama dunia dengan rata-rata 190,9 Mbps. Namun, Korea Selatan harus puas menduduki posisi ke-3 dengan kecepatan koneksi internet sebesar 119,6 Mbps. Padahal, negeri 'Ginseng' itu sempat menjadi pemilik koneksi tercepat di dunia. Kecepatan internet seluler Indonesia kalah  jauh dari Vietnam yang ada di peringkat 29 dengan kecepatan rata-rata 21,6 Mbps sedangkan Thailand berada di peringkat 37 dengan kecepatan rata-rata 17,6 Mbps. Hal ini menunjukkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna internet keempat tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Data yang dikeluarkan We Are Social dan Hootsuite ini menunjukkan pertumbuhan penggunaan internet Indonesia lebih dari 17 juta pengguna. Angka ini naik sebesar 13 persen dari tahun ke tahun. Menurut data yang di Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahuan 2018 Pengguna Internet Indonesia Masih Terkonsentrasi di Jawa dengan persentasi 58,08% sedangakan Maluku dan papua 2, 49 %, bali dan nusa tenggara 5, 63%, Sulawesi 6,73%, Kalimantan 7,97% dan Sumatra 19,09% dengan data tersebut dapat di katakan bahwa penguana internet di Indonesia belum merta di setiap daerah hal ini di akibatkan salah satunya infasuktur internet yang belum merata di setiap daerah di Indonesia, Salah satu proyek infrastruktur yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional adalah Palapa Ring. Namun, nama Palapa Ring belum sepopuler proyek Jalan Tol, Pelabuhan ataupun Bandar Udara. Lalu apa proyek Palapa Ring itu, adakah hubungannya dengan Sumpah Palapa yang sudah dikenal terlebih dahulu oleh masyarakat Indonesia ? Penggunaan nama Palapa memang tidak lepas dari sejarah panjang nusantara. Jika 6 abad yang lalu, mahapatih Majapahit Gajahmada bertekad menyatukan nusantara dengan kekuatan bala tentaranya yang dikenal sebagai Sumpah Palapa Dalam teks Pertengahan Jawa di tulisakn gajamada pernah bersumpah berbuyi :  Pararaton ,  Sira Gajah Madapatih  Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa,  sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Butuni, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa". ( Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah menundukkan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Butuni, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".) dari sumpah maka kini pemerintah bertekad menjadikan program pembangunan palapa ring sebagai poros utama menyatukan nusantara dengan pemerataan akses informasi melalui internet dan telekomunikasi di seluruh Indonesia. Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur). Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten. Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, dua pair (empat core). Strategi pembangunan proyek Palapa Ring ini adalah dengan membentuk suatu konsorsium dimana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di tanah air. Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan. Proyek Palapa ring sendiri dibagi menjadi tiga paket, yakni paket Barat, Tengah serta Timur. Palapa Ring dibangun dengan total nilai investasi sekitar Rp 5,84 Triliun serta menggunakan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek Palapa Ring ini bermula sejak Juli 2007, diawali dengan penandatangan konsorsium pembangunan  jaringan serat optik di Kawasan Indonesia Timur (KIT) oleh tujuh operator telekomunikasi. Namun, konsorsium itu mengalami kendala hingga akhirnya terbengkalai hampir satu dekade. Pada 2015, pemerintahan Jokowi melalui Kominfo memulai kembali tender proyek Palapa Ring. Proyek Palapa Ring Jilid II ini dibagi menjadi tiga paket, yakni pembangunan Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Pembangunan infrastruktur ini  juga ditujukan untuk memacu penetrasi para operator di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Palapa Ring bisa mengurangi beban investasi membangun infrastruktur jaringan dari nol secara
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x