Novels

Tutor Pendidikan Kesetaraan MODUL PELATIHAN

Description
jajkaa
Categories
Published
of 198
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  i TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN   Tutor Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan MasyarakatKementerian Pendidikan dan KebudayaanTahun 2018 MODUL PELATIHAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN KESETARAANPERANCANGAN PEMBELAJARANPENDIDIKAN KESETARAANPENYELENGGARAAN MUATAN KHUSUSPADA PENDIDIKAN KESETARAAN SISTEM MODUL SEBAGAI KEKHASAN DAN KEUNGGULAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAANPENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAAN FLEKSIBILITAS PENDIDIKAN KESETARAAN MELALUI PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN  ii MODUL PELATIHAN KATA PENGANTAR  iii TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN Kata Pengantar ........................................................................................... iiDaar Isi .................................................................................................... iiiPendahuluan .............................................................................................. ivModul 1 KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN KESETARAAN .............................   1Unit 1.1 Arah Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kesetaraan   ..   2Unit 1.2 Analisis Konteks Pendidikan Kesetaraan   ........................... 14 Modul 2 PERANCANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAAN ........ 23Unit 2.1 Satuan Kredit Kompetensi (SKK)   ....................................... 25Unit 2.2 Pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP)   .......................................................... 45 Modul 3 PENYELENGGARAAN MUATAN KHUSUS PADA PENDIDIKAN KESETARAAN .............................................................. 71Unit 3.1 Program Muatan Pemberdayaan   ..................................... 73Unit 3.2 Program Muatan Keterampilan   ........................................ 85 Modul 4 SISTEM MODUL SEBAGAI KEKHASAN DAN KEUNGGULAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAAN ................................... 99 Modul 5 PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESETARAAN ................ 125Unit 5.1 Konsep Penilaian .............................................................. 126Unit 5.2 Menyusun dan Melaksanakan Penilaian   .......................... 140Unit 5.3 Pelaporan Hasil Penilaian ................................................. 151 Modul 6 FLEKSIBILITAS PENDIDIKAN KESETARAAN MELALUI PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN ........................................................................... 156Unit 6.1 Penyelenggaraan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)   157Unit 6.2 Penyelenggaraan Penilaian pada Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)   .............................................................. 183 DAFTAR ISI  iv MODUL PELATIHAN PENDAHULUAN Latar Belakang Pendidikan Kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang mencakup program Paket A,B,C dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional peserta didik. Pendidikan kesetaraan memiliki posisi yang strategis dalam kerangka pendidikan nasional secara umum. Berpijak pada perkembangan dan arus perubahan yang terjadi di masyarakat baik di ngkat lokal, nasional maupun global, pendidikan kesetaraan harus berkontribusi pada kemampuan peserta didik dalam mengansipasi, menghadapi atau adaptasi serta menjawab tantangan baru selaras dengan perubahan tersebut. Dengan demikian Pendidikan kesetaraan harus memuat aspek yang mendukung pada pemberdayaan dan kemandirian peserta didik. Meski pendidikan kesetaraan memiliki karakterisk khusus, namun dalam pelaksanaannya hal itu dak bisa dipisahkan dengan praktek pendidikan yang berlangsung di sekolah formal. Pendidikan formal dan pendidikan non-formal atau pendidikan kesetaraan merupakan dua pilar penng untuk mencapai kualitas pendidikan nasional. Keduanya merupakan lembaga pendidikan yang sama-sama diorientasikan untuk tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski keduanya dalam prakteknya memiliki karakterisk yang berbeda, dan juga keduanya dilaksanakan dengan strategi dan cara yang berbeda, namun kualitas lulusan dari keduanya diharapkan memiliki kualitas yang samaPerbedaan itu penng diakui karena meski kedua jenis pendidikan ini memiliki misi yang sama, yaitu sama-sama berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa, namun memiliki orientasi, strategi, mekanisme, parktek dan sasaran yang berbeda. Pendidikan formal lebih diorientasikan kepada penciptaan kualitas lulusan untuk bisa melanjutkan ngkat atau jenjang pendidikan yang lebih nggi. Penguasaan pengetahuan disini lebih ditekankan dibanding penguasaan ketrampilan. Sementara itu, karena tujuannya lebih kepada upaya mengatasi persoalan-persoalan dalam hidup, pendidikan kesetaraan membutuhkan strategi khusus dalam proses pembelajaran yang menekankan pada keberdayaan peserta didik yang dak atau kurang berdaya itu dalam menghadapi masalah dan menemukan jalan keluar untuk mengatasi masalah yang dihadapi. . Perbedaan ini membawa konsekuensi pada muatan kurikulum dan pembelajaran yang berbeda pula dimiliki kedua jenis pendidikan tersebut. Strategi khusus dalam pendidikan kesetaraan sebagai pemberdayaan, mesyaratkan penyelenggara pendidikan kesetaraan, termasuk pendidiknya dapat menjangkau kebutuhan pembangunan kesadaran, kemampuan memahami masalah-masalah dalam lingkungan, dan mengakomodasi kebutuhan yang lebih personal. Untuk itu, pemahaman, visi, spirit, dan orientasi pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan yang menguatkan pemberdayaan menjadi landasan penng bagi penyelenggara, pendidik, dan pemangku kepenngan lainnya yang terkait dengan pendidikan kesetaraan.Modul pelahan bagi calon pelah kurikulum pendidikan kesetraan ini berupaya mengisi perspekf pendidikan yang memberdayakan dengan harapan fasilitator memiliki perspekf yang sama dan dapat mewujudkan peserta didik yang memiliki kecapakan hidup untuk mandiri dan tampil sebagai warga yang akf dan berkonstribusi bagi masyarakatnya.Modul pelahan ini berisi arah pendidikan kesetaraan yang memberikan landasan tujuan dan  v TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN maknanya sesuai dengan ruh Kurikulum 2013 dan pendidikan sepanjang hayat; analisis konteks dan pemanfaatan hasilnya sebagai dasar pendidikan pemberdayaan dan merupakan muatan khusus dalam struktur kurikulum, pengembangan dan pembelajaran berbasis modul, hingga ke penyusunan kerangka penilaian hasil pembelajaran yang mencerminkan kompetensi peserta didik dari dimensi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu, sebagai bagian dari arah perubahan global dan tuntutan adaptasi, maka modul ini juga menyajikan satu bagian yang membahas pembelajaran berbasis teknologi informasi atau dalam jaringan (daring). Tujuan Penyusunan Modul Penyusunan modul ini bertujuan sebagai bahan referensi dan petunjuk atau panduan bagi fasilitator dari lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan. Dengan demikian, posisi modul ini merupakan dokumen hidup (living document) yang dak bersifat rigid atau membatasi. Bahkan sebaliknya, modul ini bisa dikembangkan dan dimodifikasi sedemikian rupa bergantung pada ngkat kreavitas fasilitator. Namun demikian yang penng diingat adalah, penggunaan dan pemodifikasian penggunaan modul harus tetap mengacu pada pencapaian tujuan dari seap isi, agar peserta pelahan mencapai ngkat pengetahuan, keterampilan dan sikap baru yang diharapkan secara opmal. Pengguna Modul Pengguna modul ini adalah fasilitator dari lembaga-lembaga pemerintah, non pemerintah termasuk organisasi berbasis masyarakat, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai penyelenggara pendidikan kesetaraan. Metode Belajar In implementasi Kontekstualisasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan ini membutuhkan parsipasi akf dan kreavitas peserta didik dan fasilitator. Penng diingat bahwa peserta didik pada pendidikan kesetaraan bukan saja mereka yang berada pada usia sekolah yang semesnya, namun bisa  juga mereka yang telah berusia dewasa (melewa usia semesnya pada jenjang pendidikan tertentu). Bila peserta didik adalah kelompok usia matang, merupakan individu yang memiliki pengalaman, perspekf dan pemikiran, yang bisa digunakan sebagai bahan diskusi dan belajar. Untuk itu proses dan metode belajar harus dikemas sedemikian rupa fleksibel, dinamis, dialogis/interakf dan aplikaf pada kondisi peserta didik. Unsur aplikaf menajdi penng dalam metode pembelajaran karena dalam banyak kasus peserta didik pendidikan kesetaraan bukan hanya membutuhkan ijazah atau serrfikat tamat belajar, namun juga keterampilan aplikaf bagi pemecahan masalah dan perbaikan penghidupan mereka. Metode belajar kontekstual inilah yang harus menjadi fokus bagi pengguna modul. Meskipun seap materi dalam modul ini telah memberikan anjuran metode belajar tertentu, namun fasilitator tetap harus mempermbangkan dinamika kelas, agar dak menimbulkan kempangan penyerapan materi belajar saat proses belajar terjadi. Metode belajar dalam konteks ini juga berar memeprmbangan proses penyajian materi, terkait ketersediaan fasilitas yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi fasilitas belajar bisa sangat beragam bagi masing-masing penyelenggara.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x