Biography

PENERAPAN METODE SQ3R DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA CERITA RAKYAT KELAS VII

Description
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kegiatan membaca cerita rakyat menggunakan metode SQ3R, mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran yang tepat dengan menerapkan metode SQ3R k meningkatkan
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  PENERAPAN METODE SQ3R DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA CERITA RAKYAT KELAS VII Yuli Trisnawati Nim : 2016112056 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kegiatan membaca cerita rakyat menggunakan metode SQ3R, mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran yang tepat dengan menerapkan metode SQ3R k meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, dan mendeskripsikan respons siswa terhadap  penerapan metode SQ3R meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Subjek  penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII Terdapat beberapa langkah yang tepat dalam penerapan metode SQ3R: siswa diminta membaca sebentar cerita rakyat tersebut (survey ),guru menjelaskan cara membuat pertanyaan (question ), guru menjelaskan cara membaca dan menjawab pertanyaan. Siswa memberikan respons sangat  positif terhadap penerapan metode SQ3R . Kata Kunci : Metode Sq3r Dalam Membaca Cerita Rakyat  1.   PENDAHULUAN Slamet(2003) menyatakan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui dalam mengajar. Suparman (1993) menyatakan bahwa metode pembelajaran adalah berbagai  perpaduan dari urutan kegiatan instruksional, cara pengorganisasian, peralatan dan bahan, dan waktu yang digunakan dalam proses instruksional. Gunawan (2003) menyatakan bahwa gaya belajar adalah cara yang lebih disukai dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi. SQ3R adalah model membaca yang diperkenalkan oleh Robinson pada tahun 1961. SQ3R merupakan singkatan dari Survey (membaca sekilas),  Question (bertanya),  Reading (membaca),  Recite (menjawab), dan  Review (meninjau kembali).   Menurut Burns, dkk 1996 (Khalik: 2008) SQ3R pada tahap awal lebih efektif dilakukan secara kelompok kecil agar siswa dapat menyusun pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan tepat dan cepat Menurut Tarigan, metode SQ3R adalah strategi membaca yang terlebih dahulu menyurvei bacaan untuk mendapatkan gagasan umum apa yang akan dibaca. Kemudian, mengajukan berbagai pertanyaan pada diri sendiri yang jawabannya diharapkan terdapat dalam bacaan tersebut akan lebih mudah memahami bacaan. Selanjutnya, mencoba mengutarakan kata-kata sendiri pokok-pokok pentingnya. Hal tersebut dilakukan agar dapat menguasai dan mengingatnya lebih lama.48 Agustina (2008:15) berpendapat, ”Membaca Pemahaman adalah membaca yang dilakukan tanpa mengeluarkan bunyi atau suara, pembaca tidak dituntut untuk mengoralkan  bacaannya, tetapi hanya menggunakan mata dan hati serta pikiran untuk memahaminya”. Tarigan (2008:58) mengemukakan bahwa membaca pemahaman merupakan salah satu  bagian dari jenis membaca telaah isi. Selanjutnya, Munaf (2008:25) menyatakan bahwa yang ditekankandalam kegiatan membaca pemahaman adalah penangkapan dan pemahaman terhadap isi atau gagasan yang terdapat dalam bacaan. Menurut danandjaja ( Uniarwati dkk, 2009:14) dongeng adalah cerita prosa rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi. Dongeng terutama diceritakan untuk hiburan , walaupun banyak juga yang melukiskan kebenaran, berisikan pelajaran atau moral , atau  bahkan sindiran. Sedangkan menurut Nurgiyantoro(205 ;198-200) Dongeng merupakan salah satu cerita rakyat ( filktale) yang mencakup beragam cakupannya. Bahkan, memudahkan  penyebutan, semua cerita rakyat bermaksud dongeng. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran SQ3R dalam membaca cerita rakyat.tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode  pembelajaran SQ3R dalam membaca cerita rakyat. 2.   Penerapan Metode Sq3r Dalam Pembelajaran Membaca Cerita Rakyat Kelas VII  SQ3R adalah model membaca yang diperkenalkan oleh Robinson pada tahun 1961. SQ3R merupakan singkatan dari Survey (membaca sekilas), Question (bertanya),  Reading (membaca),  Recite (menjawab), dan  Review (meninjau kembali). Menurut Burns, dkk 1996  (Khalik: 2008) SQ3R pada tahap awal lebih efektif dilakukan secara kelompok kecil agar siswa dapat menyusun pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan tepat dan cepat. Melalui kerja kelompok siswa dalam menyusun dan menjwab pertnyaan tidak terasa sulit. Langkah- langkah penerapan metode SQ3R ( Robinson tahun 1961). a)   Tahap membaca sekilas ( Survey ), Pada tahap awal siswa diarahkan oleh guru untuk memperhatikan judul yang ditulis di papan tulis. Selanjutnya, siswa membaca teks dalam beberapa menit secara sekilas dalam kelompok kecil.  b)   Tahap menyusun pertanyaan (Question), Setelah siswa membaca secara siswa diminta untuk menyusun pertanyaan sesuai dengan bacaan yang sudah dibaca sekilas. Masing-masing siswa dalam kelompok berdiskusi untuk menyusun pertanyaan, guru menyimpulkan dan menulis pertanyaan yang dibuat siswa pada papan tulis, lalu siswa menulis pertanyaan di buku masing-masing. c)   Tahap membaca (Reading), Pada tahap ini guru mempersilahkan siswa untuk membaca kembali bukunya secara saksama sambil memperhatikan pertanyaan-  pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, waktu yang diberikan relatif lebih lama dibanding pada tahap Survey. Setelah itu, siswa diminta untuk menutup bukunya kembali d)   Tahap menjawab pertanyaan (Recite) , Pada tahap ini guru mengarahkan siswa untuk menjawab pertanyaan yang telah ditulis di papan tulis, pertanyaan yang jawabannya  belum sempurna tidak langsung dibahas sampai tuntas oleh guru tetapi diberi kesempatan pada tahap berikutnya untuk disempurnakan oleh siswa melalui  bimbingan guru. e)   Tahap meninjau ulang (Review), Pada tahap ini siswa diarahkan membaca kembali untuk menyempurnakan atau membenarkan jawaban yang belum sempurna yang dibahas oleh siswa melalui bimbingan guru . keuntungan atau manfaat yang kita peroleh dengan menggunakan metode tersebu yaitu : 1)   Dengan menyurvei buku terlebih dahulu, kita akan mengenal organisasi tulisan dan memperoleh kesan umum dari buku. Hal ini akan mempercepat pemahaman terhadap  buku tersebut.  2)   Pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tentang apa yang kita bacaakan membangkitkan keingintahuan dan membantu untuk membaca dengan tujuan mencari  jawaban-jawaban yang penting (relevan), serta akhirnya akan meningkatkan  pemahaman dan mempercepat penguasaan seluruh isi buku. 3)   Dapat melakukan kegiatan membaca secara lebih cepat karena dipandu oleh langkah-langkah sebelumnya, yaitu menyurvei buku dan menyusun pertanyaan tentang  bacaan. 4)   Catatan-catatan tentang buku yang dibaca dapat membantu kita memahami secara cepat dan membantu ingatan kita. Mencatat faktafakta serta ide-ide yang penting akan menanamkan kesan yang mendalam pada ingatan kita. 5)   Melalui langkah terakhir, yaitu review atau mengulangi, kita akan memperoleh  penguasaan bulat dan menyeluruh atas bahan yang kita baca. Berdasarkan uraian tersebut, diungkapkan bahwa metode SQ3R sangat efektif dalam membaca untuk studi. Usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan: 6)   mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah dipahami; 7)   mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain atau dengan menghubungkan  pengalaman atau konteks yang Anda hadapi. Bahwa artikel yang sama di tulis oleh Falina Noor Amalia Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti Palembang Membaca adalah proses pengolahan bacaan secara kritis-kreatif yang dilakukan pembaca untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bacaan itu, yang diikuti oleh penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak  bacaan itu (Nurhadi, 2016b:2Cerita rakyat merupakan salah satu jenis karya sastra melayu klasik (Kosasih, 2012:21). Karya sastra jenis ini memiliki perbedaan dengan prosa lain seperti cerita pendek dan novel. Secara umum, unsur cerita rakyat statis. 3.   KESIMPULAN Jadi dapat disimpulkan bahwa Slamet(2003) menyatakan bahwa metode adalah cara atau  jalan yang harus dilalui dalam mengajar. Suparman (1993) menyatakan bahwa metode  pembelajaran adalah berbagai perpaduan dari urutan kegiatan instruksional, cara  pengorganisasian, peralatan dan bahan, dan waktu yang digunakan dalam proses instruksional  SQ3R adalah model membaca yang diperkenalkan oleh Robinson pada tahun 1961. SQ3R merupakan singkatan dari Survey (membaca sekilas), Question (bertanya),  Reading (membaca),  Recite (menjawab), dan  Review (meninjau kembali). Menurut Burns, dkk 1996 (Khalik: 2008) SQ3R pada tahap awal lebih efektif dilakukan secara kelompok kecil agar siswa dapat menyusun pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan tepat dan cepat 4.   DAFTAR PUSTAKA.  Agustina. 2008.  Pembelajaran Keterampilan Membaca . Padang: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS: UNP  Nugriyanto , Burhan , 2005. Sastra anak,  pengentar pemahaman dunia anak  . Yogyakarta :Gajamada University Pres.  Profesi Pendidikan Dasar, Vol. 3, No. 2, Desember 2016: 127  –   133  Amalia, Falina Noor. 2017 . “Kemampuan Membaca Pemahaman Mahasiswa.”    Makalah. Disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, tanggal 25  November 2017 di Universitas Sriwijaya Palembang e-Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sasstra Indonesia , Undiksha Volume : Vol: 2 No: 1 Tahun:2014
Search
Similar documents
View more...
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks